Tuntut Perbaikan Fasilitas Kampus, Dekan FKIP Ancam Berhentikan Mahasiswa

i-malut.com, TERNATE – Puluhan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) yang tergabung dalam Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris (ESA), Rabu (04/10) siang tadi melakukan aksi unjuk rasa didepan ruang Dekan FKIP Unkhair. Puluhan Mahasiswa jurusan bahasa Inggris ini menuntut pihak kampus agar memperbaiki fasilitas perkuliahan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

“Kami meminta kepada pimpinan kampus agar, menyediakan ruang perkuliahan yang memadai, dari AC, plafon ruangan dan banyak lagi yang terbengkalai, ini membuat ketidak nyaman kami saat belajar di ruangan,” teriak salah satu orator Haris Lumbessy dalam aksi tersebut.

Masa aksi juga mendesak Dekan FKIP,Hi In H Abdullah agar menegur setiap dosen yang melaksanakan proses perkuliahan kepada Mahasiswa dengan cara menggabungkan dua kelas menjadi satu. Hal itu menurut Masa aksi, perkulihan berjalan tidak efektif, jika setiap perkuliahan berjalan terus-terus digabungkan, ditambah lagi dengan fasilitas yang tidak memadai seperti AC dan kursi belajar yang kurang bahkan rusak.

“Bayangkan saja, ruangan kecil, baru setiap kuliah dosen selalu menggabungkan dua kelas menjadi satu, ini sudah tentu proses perkuliahan tidak berjalan aktif, mana AC rusak, kursi belajar kurang, ruangan belajar juga kurang, terus pimpinan kampus tidak ada tindakan ini kan aneh,” kesal masa aksi yang sedang berorasi kemarin.

Aksi yang berjalan beberapa jam ini, langsung ditemui oleh Pimpinan Dekan FKIP Unkhair Dr. In H Abdullah, pada hering terbuka didepan gedung Fakultas ini, para mahasiswa langsung menyampaikan tuntutan mereka, dari fasilitas terbatas, ruangan, AC, kursi belajar dan banyak lagi.

Tuntutan puluhan Mahasiswa jurusan bahasa Inggris langsung direspon oleh dekan FKIP, menurut Dekan tuntutan tersebut akan dibawah ke pihak rektorat Unkhair dalam hal ini Rektor.

Dalam hering tersebut, Mahasiswa merasa kurang puas dengan penyampaian Dekan FKIP In H Abdullah, puluhan pertanyaan dan tuntutan pun terus disampaikan mahasiswa, aspirasi Mahasiswa ini bukannya direspon posisitf oleh Dekan FKIP sebagai orang tua dikampus, namun Dekan malah mengancam setiap Mahasiswa akan di skorcing atau diberhentikan sementara dari kampus. Lantaran melakukan aksi.

“Pimpinan akan mencari solusinya, bukan berarti kami diam, dan sekali lagi bagi Mahasiswa yang melakukan ancaman kepada kampus dan melakukan tindakan-tindakan mengganggu proses belajar mengajar maka saya (red-Dekan) tidak segan-segan akan mengskorcing/memberhentikan Mahasiswa,” ucap Dekan dihadapan masa aksi.

Ancaman Dekan FKIP ini pun membuat mahasiswa naik pitam, Mahasiswa yang tidak puas dengan ancaman Dekan ini langsung mengajukan pertanyaan yang itupun tidak direspon baik oleh Dekan.

Pernyataan ini Dekan ini sangat di sayangkan oleh Mahasiswa lainnya, menurut salah satu Mahasiswa, selaku orang tua dikampus tidak etis mengeluarkan ancaman seperti pemberhentian (skorsing) kepada mahasiswa.

“Penyampaian aspirasi mahasiswa kan, tidak ada salahnya, sebagai Mahasiswa wajib dan harus, salah kalau kita menyampaikan keluhan ke pimpianan kampus,? Malah tidak melanggar undang-undang kan, Dekan ini waras atau tidak, masah seorang bapak di kampus mengeluarkan bahasa yang tidak baik kepada anak-anak didiknya,” kesal sejumlah Mahasiswa lainnya.

Hering semakin memanas, setuasi pun tidak bisa dihindarkan, Dekan FKIP yang tidak tahan dengan kritikan itu, langsung menutup hering dan berjanji akan menindaglanjuti aspirasi Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ke Rektorat.

Usai melakukan hering, ketua Himpunan Mahasiswa (Himapro) bahasa Inggris, Al Hafid Subu, sangat berharap agar tuntutan meraka bisa direspon baik oleh pihak kampus dengan memperbaiki fasilitas kampus dan ruangan,seperti AC, kursi dan lainnya.

Menurut Al Hafid, lantaran kekurangan ruangan dan kekurangan fasilitas mahasiwa juga sering belajar di teras-teras LAB bahkan sebagian mahasiswa juga belajar di Gajebo kampus.

Sehingga itu, dia dan teman-temannya juga mengancam jika tuntutan meraka tidak diakomodir, maka mereka akan mogok belajar selama tuntutan itu tidak direspon baik oleh pihak Kampus FKIP.

Red/Rep : Sah

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tuntut Perbaikan Fasilitas Kampus, Dekan FKIP Ancam Berhentikan Mahasiswa

i-malut.com, TERNATE – Puluhan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) yang tergabung dalam Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris (ESA), Rabu (04/10) siang tadi melakukan aksi unjuk rasa didepan ruang Dekan FKIP Unkhair. Puluhan Mahasiswa jurusan bahasa Inggris ini menuntut pihak kampus agar memperbaiki fasilitas perkuliahan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

“Kami meminta kepada pimpinan kampus agar, menyediakan ruang perkuliahan yang memadai, dari AC, plafon ruangan dan banyak lagi yang terbengkalai, ini membuat ketidak nyaman kami saat belajar di ruangan,” teriak salah satu orator Haris Lumbessy dalam aksi tersebut.

Masa aksi juga mendesak Dekan FKIP,Hi In H Abdullah agar menegur setiap dosen yang melaksanakan proses perkuliahan kepada Mahasiswa dengan cara menggabungkan dua kelas menjadi satu. Hal itu menurut Masa aksi, perkulihan berjalan tidak efektif, jika setiap perkuliahan berjalan terus-terus digabungkan, ditambah lagi dengan fasilitas yang tidak memadai seperti AC dan kursi belajar yang kurang bahkan rusak.

“Bayangkan saja, ruangan kecil, baru setiap kuliah dosen selalu menggabungkan dua kelas menjadi satu, ini sudah tentu proses perkuliahan tidak berjalan aktif, mana AC rusak, kursi belajar kurang, ruangan belajar juga kurang, terus pimpinan kampus tidak ada tindakan ini kan aneh,” kesal masa aksi yang sedang berorasi kemarin.

Aksi yang berjalan beberapa jam ini, langsung ditemui oleh Pimpinan Dekan FKIP Unkhair Dr. In H Abdullah, pada hering terbuka didepan gedung Fakultas ini, para mahasiswa langsung menyampaikan tuntutan mereka, dari fasilitas terbatas, ruangan, AC, kursi belajar dan banyak lagi.

Tuntutan puluhan Mahasiswa jurusan bahasa Inggris langsung direspon oleh dekan FKIP, menurut Dekan tuntutan tersebut akan dibawah ke pihak rektorat Unkhair dalam hal ini Rektor.

Dalam hering tersebut, Mahasiswa merasa kurang puas dengan penyampaian Dekan FKIP In H Abdullah, puluhan pertanyaan dan tuntutan pun terus disampaikan mahasiswa, aspirasi Mahasiswa ini bukannya direspon posisitf oleh Dekan FKIP sebagai orang tua dikampus, namun Dekan malah mengancam setiap Mahasiswa akan di skorcing atau diberhentikan sementara dari kampus. Lantaran melakukan aksi.

“Pimpinan akan mencari solusinya, bukan berarti kami diam, dan sekali lagi bagi Mahasiswa yang melakukan ancaman kepada kampus dan melakukan tindakan-tindakan mengganggu proses belajar mengajar maka saya (red-Dekan) tidak segan-segan akan mengskorcing/memberhentikan Mahasiswa,” ucap Dekan dihadapan masa aksi.

Ancaman Dekan FKIP ini pun membuat mahasiswa naik pitam, Mahasiswa yang tidak puas dengan ancaman Dekan ini langsung mengajukan pertanyaan yang itupun tidak direspon baik oleh Dekan.

Pernyataan ini Dekan ini sangat di sayangkan oleh Mahasiswa lainnya, menurut salah satu Mahasiswa, selaku orang tua dikampus tidak etis mengeluarkan ancaman seperti pemberhentian (skorsing) kepada mahasiswa.

“Penyampaian aspirasi mahasiswa kan, tidak ada salahnya, sebagai Mahasiswa wajib dan harus, salah kalau kita menyampaikan keluhan ke pimpianan kampus,? Malah tidak melanggar undang-undang kan, Dekan ini waras atau tidak, masah seorang bapak di kampus mengeluarkan bahasa yang tidak baik kepada anak-anak didiknya,” kesal sejumlah Mahasiswa lainnya.

Hering semakin memanas, setuasi pun tidak bisa dihindarkan, Dekan FKIP yang tidak tahan dengan kritikan itu, langsung menutup hering dan berjanji akan menindaglanjuti aspirasi Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ke Rektorat.

Usai melakukan hering, ketua Himpunan Mahasiswa (Himapro) bahasa Inggris, Al Hafid Subu, sangat berharap agar tuntutan meraka bisa direspon baik oleh pihak kampus dengan memperbaiki fasilitas kampus dan ruangan,seperti AC, kursi dan lainnya.

Menurut Al Hafid, lantaran kekurangan ruangan dan kekurangan fasilitas mahasiwa juga sering belajar di teras-teras LAB bahkan sebagian mahasiswa juga belajar di Gajebo kampus.

Sehingga itu, dia dan teman-temannya juga mengancam jika tuntutan meraka tidak diakomodir, maka mereka akan mogok belajar selama tuntutan itu tidak direspon baik oleh pihak Kampus FKIP.

Red/Rep : Sah

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER