Sekutu AS di Arab Ini Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 dari Rusia

MOSKWA – Arab Saudi, sekutu Amerika Serikat (AS) di Dunia Arab,  menandatangani sebuah kesepakatan awal untuk membeli sistem pertahanan udara atau rudal S-400, dan bakal menerima bantuan “teknologi paling mutakhir” dari Rusia.

Keterangan itu disampaikan perusahaan industri militer Arab Saudi terkait dengan kunjungan Raja Salman ke Moskwa, ibu kota Rusia, seperti dilaporkan AFP, Jumat (6/10/2017).

Kesepakatan kerja sama itu diumumkan saat Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan di Kremlin, Kamis (5/10/2017).

Salman melakukan lawatan resmi pertama sebagai seorang raja Arab Saudi ke Rusia.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Arab Saudi siap untuk membeli sistem pertahanan udara S-400, sistem peluru kendali anti-tank dan beberapa peluncur roket.

Kesepakatan ini “diharapkan dapat memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pengembangan militer serta industri militer di Arab Saudi,” kata Saudi Arabian Military Industries (SAMI), perusahaan industri militer negara kerajaan tersebut.

“Nota kesepahaman (MoU) mencakup transfer teknologi untuk produksi lokal,” dari sistem peluru kendali anti-tank Kornet, beberapa peluncur roket canggih, dan peluncur granat otomatis.

“Selain itu, para pihak akan bekerja sama dalam menetapkan rencana melokalkan perakitan dan perawatan bagian-bagian dari sistem pertahanan udara S-400,” kata SAMI.

Kedua negara juga menyepakati produksi senapan otomatis Kalashnikov dan amunisinya di Arab Saudi, serta program pendidikan dan pelatihan untuk warga lokal.

“Kesepakatan ini diharapkan memiliki kontribusi ekonomi yang nyata dan menciptakan ratusan lapangan kerja secara langsung,” kata perusahaan itu.

Mereka “juga akan mengalihkan teknologi terdepan yang akan berperan sebagai katalisator untuk mengurangi 50 persen pengeluaran militer kerajaan.”

Rosoboronexport, eksportir senjata milik Rusia, tidak segera memberikan komentar mengenai kesepakatan tersebut.

Pada 2014, ketika masih sebagai putra mahkota Arab Saudi, Salman, Rabu (14/5/2014), menyerukan kerja sama militer lebih kuat antara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk yang menurut dia tengah terancam keamanannya.

Pernyataan Pangeran Salman ini dibuat dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel dan para menteri pertahanan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Jeddah, Arab Saudi.

Source : Kompas.com – 06/10/2017, 18:37 WIB

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Sekutu AS di Arab Ini Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 dari Rusia

MOSKWA – Arab Saudi, sekutu Amerika Serikat (AS) di Dunia Arab,  menandatangani sebuah kesepakatan awal untuk membeli sistem pertahanan udara atau rudal S-400, dan bakal menerima bantuan “teknologi paling mutakhir” dari Rusia.

Keterangan itu disampaikan perusahaan industri militer Arab Saudi terkait dengan kunjungan Raja Salman ke Moskwa, ibu kota Rusia, seperti dilaporkan AFP, Jumat (6/10/2017).

Kesepakatan kerja sama itu diumumkan saat Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan di Kremlin, Kamis (5/10/2017).

Salman melakukan lawatan resmi pertama sebagai seorang raja Arab Saudi ke Rusia.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Arab Saudi siap untuk membeli sistem pertahanan udara S-400, sistem peluru kendali anti-tank dan beberapa peluncur roket.

Kesepakatan ini “diharapkan dapat memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pengembangan militer serta industri militer di Arab Saudi,” kata Saudi Arabian Military Industries (SAMI), perusahaan industri militer negara kerajaan tersebut.

“Nota kesepahaman (MoU) mencakup transfer teknologi untuk produksi lokal,” dari sistem peluru kendali anti-tank Kornet, beberapa peluncur roket canggih, dan peluncur granat otomatis.

“Selain itu, para pihak akan bekerja sama dalam menetapkan rencana melokalkan perakitan dan perawatan bagian-bagian dari sistem pertahanan udara S-400,” kata SAMI.

Kedua negara juga menyepakati produksi senapan otomatis Kalashnikov dan amunisinya di Arab Saudi, serta program pendidikan dan pelatihan untuk warga lokal.

“Kesepakatan ini diharapkan memiliki kontribusi ekonomi yang nyata dan menciptakan ratusan lapangan kerja secara langsung,” kata perusahaan itu.

Mereka “juga akan mengalihkan teknologi terdepan yang akan berperan sebagai katalisator untuk mengurangi 50 persen pengeluaran militer kerajaan.”

Rosoboronexport, eksportir senjata milik Rusia, tidak segera memberikan komentar mengenai kesepakatan tersebut.

Pada 2014, ketika masih sebagai putra mahkota Arab Saudi, Salman, Rabu (14/5/2014), menyerukan kerja sama militer lebih kuat antara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk yang menurut dia tengah terancam keamanannya.

Pernyataan Pangeran Salman ini dibuat dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel dan para menteri pertahanan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Jeddah, Arab Saudi.

Source : Kompas.com – 06/10/2017, 18:37 WIB

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER