Saber Pungli Tidak Berfungsi, PNFI Kota Ternate Pungli Sekolah PAUD

i-malut.com, TERNATE – Jaringan Muda Maluku Utara (JMMU) mensinyalir adanya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kota Ternate, terhadap guru-guru Pendidikan Usia Dini (PAUD) penerima bantuan operasional penyelenggara (BOP) PAUD tahun 2017.

Sekretaris JMMU Rifaldi, mengatakan, dugaan Pungli tersebut dilaporkan oleh beberapa guru yang keberatan dengan adanya sumbangan siluman yang disebut sebagai dana laporan dan uang makan-minum bagi para staf dan pejabat PNFI Dikbud kota Ternate.

Besaran dana yang diminta oleh oknum PNFI kota Ternate terhadap guru PAUD itu, sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu dan sudah berlangsung beberapa waktu, atau seiring dengan cairnya dana bantuan Operasional penyelenggara (BOP) PAUD tahun 2017 tersebut. Bahkan kasus pungli ini belum sama sekali diketahui oleh Kepala Dinas kota Ternate bahkan Saber Pungli juga tidak berfungsi.

Menurut Rifaldi dari keterangan yang ia terima, setiap PAUD se kota Ternate yang dana bantuan Paudnya telah cair wajib dan hukumnya membayar sebesar Rp 150 ribu kepada salah satu PNFI di Dikbud kota Ternate. Yang dana itu diperuntukan untuk kepala Bidang PNFI,staf dan kariyawan PNFI lainnya.

“Ini gila,kita butuh kejelasan dari pihak Dikbud,untuk apa PNFI mematok setiap PAUD untuk Rp 150 ribu, hal ini kita akan buat laporan untuk menindag oknum-oknum PNFI ini,” tegas Rifaldi yang diwawancarai Wartawan i-malut.com, Minggu (8/10/2017).

Rifald juga meminta agar kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) kota Ternate, Ruslan Mustafa untuk bertanggung jawab dengan masalah tersebut. Bahkan Rifaldi menilai Saber pungli yang sudah dibentuk pun tidak berfungsi sama sekali.

Sementara itu, Salah satu Guru PAUD di kota Ternate yang tidak mau namanya diberitakan, mengatakan Pungli kepada setiap PAUD sudah sering terjadi jika dana PAUD sudah keluar.
“Bayangkan saja pak Wartawan, kalau seratus lebih sekolah PAUD di kota Ternate ini kalau di patok sebesar Rp 150 per PAUD, pasti puluhan juta yang diraib, kami juga tidak tau tujuan uang Rp 150 ribu itu, menurut staf di PNFI ke saya itu, uang Rp 50 ribu untuk bayar laporan ke keuangan dan Rp 100 ribunya uang makan dan dibagi-bagi ke staf dan kepala Bidang,” ungkap Guru PAUD yang enggan menyebut namanya.

Guru PAUD ini juga berharap agar Walikota Ternate bisa melihat persolaan tersebut dan bisa menindak tegas oknum-oknum di PNFI. Kalau pun dibiarkan, akan terus terjadi.

Sekedar diketahui bantuan operasional penyelenggara (BOP) PAUD tahun 2017, diperuntukan untuk keperluan PAUD-PAUD yang ada di kota Ternate. Untuk besaran bantuan tersebut sesuai dengan jumlah siswa di setiap PAUD, yang persatu siswa PAUD mendapatkan sebesar Rp 600 ribu. Sejauh ini pihak Dikbud kota Ternate pun tidak mengetahuinya.

 

Rep/Red : Cstm

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Saber Pungli Tidak Berfungsi, PNFI Kota Ternate Pungli Sekolah PAUD

i-malut.com, TERNATE – Jaringan Muda Maluku Utara (JMMU) mensinyalir adanya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kota Ternate, terhadap guru-guru Pendidikan Usia Dini (PAUD) penerima bantuan operasional penyelenggara (BOP) PAUD tahun 2017.

Sekretaris JMMU Rifaldi, mengatakan, dugaan Pungli tersebut dilaporkan oleh beberapa guru yang keberatan dengan adanya sumbangan siluman yang disebut sebagai dana laporan dan uang makan-minum bagi para staf dan pejabat PNFI Dikbud kota Ternate.

Besaran dana yang diminta oleh oknum PNFI kota Ternate terhadap guru PAUD itu, sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu dan sudah berlangsung beberapa waktu, atau seiring dengan cairnya dana bantuan Operasional penyelenggara (BOP) PAUD tahun 2017 tersebut. Bahkan kasus pungli ini belum sama sekali diketahui oleh Kepala Dinas kota Ternate bahkan Saber Pungli juga tidak berfungsi.

Menurut Rifaldi dari keterangan yang ia terima, setiap PAUD se kota Ternate yang dana bantuan Paudnya telah cair wajib dan hukumnya membayar sebesar Rp 150 ribu kepada salah satu PNFI di Dikbud kota Ternate. Yang dana itu diperuntukan untuk kepala Bidang PNFI,staf dan kariyawan PNFI lainnya.

“Ini gila,kita butuh kejelasan dari pihak Dikbud,untuk apa PNFI mematok setiap PAUD untuk Rp 150 ribu, hal ini kita akan buat laporan untuk menindag oknum-oknum PNFI ini,” tegas Rifaldi yang diwawancarai Wartawan i-malut.com, Minggu (8/10/2017).

Rifald juga meminta agar kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) kota Ternate, Ruslan Mustafa untuk bertanggung jawab dengan masalah tersebut. Bahkan Rifaldi menilai Saber pungli yang sudah dibentuk pun tidak berfungsi sama sekali.

Sementara itu, Salah satu Guru PAUD di kota Ternate yang tidak mau namanya diberitakan, mengatakan Pungli kepada setiap PAUD sudah sering terjadi jika dana PAUD sudah keluar.
“Bayangkan saja pak Wartawan, kalau seratus lebih sekolah PAUD di kota Ternate ini kalau di patok sebesar Rp 150 per PAUD, pasti puluhan juta yang diraib, kami juga tidak tau tujuan uang Rp 150 ribu itu, menurut staf di PNFI ke saya itu, uang Rp 50 ribu untuk bayar laporan ke keuangan dan Rp 100 ribunya uang makan dan dibagi-bagi ke staf dan kepala Bidang,” ungkap Guru PAUD yang enggan menyebut namanya.

Guru PAUD ini juga berharap agar Walikota Ternate bisa melihat persolaan tersebut dan bisa menindak tegas oknum-oknum di PNFI. Kalau pun dibiarkan, akan terus terjadi.

Sekedar diketahui bantuan operasional penyelenggara (BOP) PAUD tahun 2017, diperuntukan untuk keperluan PAUD-PAUD yang ada di kota Ternate. Untuk besaran bantuan tersebut sesuai dengan jumlah siswa di setiap PAUD, yang persatu siswa PAUD mendapatkan sebesar Rp 600 ribu. Sejauh ini pihak Dikbud kota Ternate pun tidak mengetahuinya.

 

Rep/Red : Cstm

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER