BPJS Ketenaga Kerjaan Dituding Persulit Klaim Dana Peserta Jamsostek

i-malut.com, HALSEL– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) cabang Labuha, dituding mempersulit peserta Jamsostek dalam hal pengurusan klaim dana jamsostek. Pasalnya, ketika peserta jamsostek melaporkan kehilangan kartu, mereka sengaja mempersulit, dengan alasan yang berbelit-belit.

Peserta Jamsostek, Sadik Diadon kepada Wartawan i-malut.com mengaku kartu BPJS Ketenaga Kerjaannya hilang, kemudian melaporkan ke BPJS Ketenaga Kerjaan cabang Labuha, tetapi pihak BPJS terkesan mempersulit, Padahal, semua jenis kartu termasuk ATM saja gampang, tetapi kenapa kartu BPJS ketenagaan kerjaan tidak bisa. “Jadi, mereka (pegawai) mempersulit karena kartu Jamsostek saya tidak bisa diganti. Padahal, saya sudah miliki keterangan dari sertivate of imployment dari PT Wanatiara Persada, dan sudah disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja, tetapi masih dimintai surat keterangan hilang dari perusahan. Saya juga sudah siapkan surat keterangan Polisi. Namun, mereka beralasan keterangan Polisi tidak kuat dan tidak dipakai,” tandas Sadik

Sadik berharap, untuk kedepannya, BPJS ketenagakerjaan jangan lagi mempersulit claim peserta. “Saya minta BPJS ketenaga kerjaan jangan lagi mempersulit peserta BPJS karena, pemegang jamsostek milik pemegang, bukan milik pegawai,”harap Sadik

Rep/Red : (ojan)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

BPJS Ketenaga Kerjaan Dituding Persulit Klaim Dana Peserta Jamsostek

i-malut.com, HALSEL– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) cabang Labuha, dituding mempersulit peserta Jamsostek dalam hal pengurusan klaim dana jamsostek. Pasalnya, ketika peserta jamsostek melaporkan kehilangan kartu, mereka sengaja mempersulit, dengan alasan yang berbelit-belit.

Peserta Jamsostek, Sadik Diadon kepada Wartawan i-malut.com mengaku kartu BPJS Ketenaga Kerjaannya hilang, kemudian melaporkan ke BPJS Ketenaga Kerjaan cabang Labuha, tetapi pihak BPJS terkesan mempersulit, Padahal, semua jenis kartu termasuk ATM saja gampang, tetapi kenapa kartu BPJS ketenagaan kerjaan tidak bisa. “Jadi, mereka (pegawai) mempersulit karena kartu Jamsostek saya tidak bisa diganti. Padahal, saya sudah miliki keterangan dari sertivate of imployment dari PT Wanatiara Persada, dan sudah disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja, tetapi masih dimintai surat keterangan hilang dari perusahan. Saya juga sudah siapkan surat keterangan Polisi. Namun, mereka beralasan keterangan Polisi tidak kuat dan tidak dipakai,” tandas Sadik

Sadik berharap, untuk kedepannya, BPJS ketenagakerjaan jangan lagi mempersulit claim peserta. “Saya minta BPJS ketenaga kerjaan jangan lagi mempersulit peserta BPJS karena, pemegang jamsostek milik pemegang, bukan milik pegawai,”harap Sadik

Rep/Red : (ojan)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER