Oknum Penyelenggara Pilkades Desa Waci Terlibat Money Politik

i-malut.com, MABA – Panitia Penyelenggara Pemilihan Kepala Desa Waci Kecamatan Maba Selatan (Mabsel) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), diduga telah melakukan tindakan yang menyalahi peraturan perundang-undangan tentang Penyelenggaraan pemilihan kepala desa. Hal tersebut berdampak pada kekesalan warga Desa Waci atas sikap salah satu Panitia Pilkades, yakni Heryanto Aponno yang telah melakukan tindakan tidak terpuji dengan mencedrai kaidah-kaidah pemilu pada pelaksaan pilkades tersebut.

Heryanto yang juga sebagai penyelenggara Pilkades, diduga terlibat dalam memberikan uang ke beberapa Pemilih Pemula, yakni Sumelda Latif dan Maisara Ibrahim agar memilih salah satu kandidat yakni, Ismunandar Hasan dengan Nomor urut dua.

Sumelda, salah satu pemilih pemula yang menerima suap dari penyelenggara Pilkades saat dikonfirmasi wartawan i-malut.com, senin (23/10/2017) pagi tadi, mengakui jika Heryanto Aponno telah memberikan uang sebesar 50 ribu kepada dirinya dengan salah satu rekannya Maisara, dengan tujuan keduannya harus memilih kandidat nomor dua.
“ selesai isya dia kase kitorang satu orang lima puluh ribu deng bilang jangan lupa pilih nomor dua,” aku Sumelda.
Lanjut dia, target Heryanto Sendiri untuk membagikan uang kepada mereka adalah sebanyak tiga orang yakni dirinya sendiri (Sumelda), Maisara dengan Riawati Jamhur. “ tapi Ria tara ambe jadi cuma kita deng maisara yang ambil itu,” akunya lagi.

Terpisah, Ketua Pemuda Desa Waci Hasrul Naser, kepada wartawan i-malut.com, meyesali sikap Penyelenggara Heryanto Aponno yang sengaja merusak tatanan dan Nilai -nilai Demokrasi yang ada.
“ seharusnya, mereka pemilih pemula itu diberikan pendidikan politik yang baik bukan harus merusak cara Pandang mereka tentang politik sehingga merusak tatanan Demokrasi,” tegas Hasrul.

Hasrul sendiri berharap, para pemangku jabatan Desa Waci sendiri dan para Penyelenggara Pilkades agar lebih selektif dan mengutamakan profesional kerja.

Rep/Red : (all).

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Oknum Penyelenggara Pilkades Desa Waci Terlibat Money Politik

i-malut.com, MABA – Panitia Penyelenggara Pemilihan Kepala Desa Waci Kecamatan Maba Selatan (Mabsel) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), diduga telah melakukan tindakan yang menyalahi peraturan perundang-undangan tentang Penyelenggaraan pemilihan kepala desa. Hal tersebut berdampak pada kekesalan warga Desa Waci atas sikap salah satu Panitia Pilkades, yakni Heryanto Aponno yang telah melakukan tindakan tidak terpuji dengan mencedrai kaidah-kaidah pemilu pada pelaksaan pilkades tersebut.

Heryanto yang juga sebagai penyelenggara Pilkades, diduga terlibat dalam memberikan uang ke beberapa Pemilih Pemula, yakni Sumelda Latif dan Maisara Ibrahim agar memilih salah satu kandidat yakni, Ismunandar Hasan dengan Nomor urut dua.

Sumelda, salah satu pemilih pemula yang menerima suap dari penyelenggara Pilkades saat dikonfirmasi wartawan i-malut.com, senin (23/10/2017) pagi tadi, mengakui jika Heryanto Aponno telah memberikan uang sebesar 50 ribu kepada dirinya dengan salah satu rekannya Maisara, dengan tujuan keduannya harus memilih kandidat nomor dua.
“ selesai isya dia kase kitorang satu orang lima puluh ribu deng bilang jangan lupa pilih nomor dua,” aku Sumelda.
Lanjut dia, target Heryanto Sendiri untuk membagikan uang kepada mereka adalah sebanyak tiga orang yakni dirinya sendiri (Sumelda), Maisara dengan Riawati Jamhur. “ tapi Ria tara ambe jadi cuma kita deng maisara yang ambil itu,” akunya lagi.

Terpisah, Ketua Pemuda Desa Waci Hasrul Naser, kepada wartawan i-malut.com, meyesali sikap Penyelenggara Heryanto Aponno yang sengaja merusak tatanan dan Nilai -nilai Demokrasi yang ada.
“ seharusnya, mereka pemilih pemula itu diberikan pendidikan politik yang baik bukan harus merusak cara Pandang mereka tentang politik sehingga merusak tatanan Demokrasi,” tegas Hasrul.

Hasrul sendiri berharap, para pemangku jabatan Desa Waci sendiri dan para Penyelenggara Pilkades agar lebih selektif dan mengutamakan profesional kerja.

Rep/Red : (all).

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER