Derita Warga Batang Dua Paska Peresmian Listrik

i-malut.com, Ternate – Paska peresmian PLTD di Kecamatan Batang Dua oleh Walikota Ternate Dr Burhan Abdurahman bersama General manager PT PLN (Persero)Wilayah Maluku Utara Djoko Dwijatno, juga Kepala PT PLN (Persero) area Ternate Awat Tuhulola pada, Sabtu (14/10) bulan kemarin nampaknya tidak membawa dampak posisitif tersendiri bagi warga, justru mengalami polemik dan keresahan Warga Kecamatan Pulau Batang Dua. Bagaimana tidak, pasalnya setelah sebulan berjalan telah terjadi fluktuasi kenaikan harga tiga kali berturut-turut pada biaya pendaftaran pemasangan instalasi listrik di Rumah Warga.

Padahal pada acara peresmisan listrik pada bulan kemarin, harapan besar warga, bahkan juga ada slogan Warga Batang Dua “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Slogan tersebut pun menjadi sirna akibat dari masalah tersebut

Sekretaris Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Batang Dua,
Romiandra Arnyanyi, kepada sejumlah wartawan, Senin (13/11) Mengungkapkan, paska diresmikan PLN di Batang Dua, awalnya untuk satuan harga pendaftaran pemasangan instalasi ditetapkan 900 Watt dengan biaya pendaftaran pemasangan Instalasi sebesar Rp 1.006.000, namun berubah naik menjadi Rp 1.200.000 bahkan sampai dengan biaya Rp 1.300.000
Sedangkan untuk pemasangan instalasi dengan daya 1300 Watt yang awalnya hanya Rp 1.300.000 naik menjadi Rp 1.700.000.

“Ini kan pembodohan dan pungutan besar kepada warga miskin yang dilakukan oleh oknum petugas dilapangan,” ungkap Sekretaris DPK KNPI Kecamatan Batang Dua,
Romiandra Arnyanyi kemarin.

Lebih Ironisnya kata
Romiandra, ada beberapa titik yang dijadikan tempat pendaftaran pemasangan Instalasi PLN, salah satunya rumah seorangan pengusaha yang bernama Sandro Hodojoyo serta oknum Pihak PLN sendiri.

“Kejadian ini membuat masyarakat semakin kebingunan, dari patokan biaya sampai tempat pendaftaran pemasangan Instalasi,” kesal dia.

Dilain sisi, Sekretaris DPK KNPI ini juga mengatakan, rumah warga pun dibebankan dengan harga Rp 100.000 untuk pemasangan tiga titik mata lampu. Sementara untuk pemasangan kabel arus listrik dari tiang ke rumah Warga juga bebankan dengan biaya Rp 25.000 per meter. Selain itu oknum Petugas PLN juga mengumumkan ke warga Bido agar menambahkan beban biaya masing-masing sebesar Rp 100.000.

“Uang sebanyak itu, tidak diketahui kejelasannya, sampai sekarang sudah kurang lebih 40 Rumah Warga yg telah melakukan pemasangan Instalasi dan belum menikmati penerangan listrik tanpa ada kejelasan dari pihak PLN sendiri,” keluh Dia.

Olehnya itu, Iya berharap Kepada Walikota Ternate Burhan Abdurrahman dan Pihak terkait di PLN (Persero) Area Ternate untuk dapat meninjau langsung situasi di Batang Dua dan para petugas PLN. (Uyt)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Derita Warga Batang Dua Paska Peresmian Listrik

i-malut.com, Ternate – Paska peresmian PLTD di Kecamatan Batang Dua oleh Walikota Ternate Dr Burhan Abdurahman bersama General manager PT PLN (Persero)Wilayah Maluku Utara Djoko Dwijatno, juga Kepala PT PLN (Persero) area Ternate Awat Tuhulola pada, Sabtu (14/10) bulan kemarin nampaknya tidak membawa dampak posisitif tersendiri bagi warga, justru mengalami polemik dan keresahan Warga Kecamatan Pulau Batang Dua. Bagaimana tidak, pasalnya setelah sebulan berjalan telah terjadi fluktuasi kenaikan harga tiga kali berturut-turut pada biaya pendaftaran pemasangan instalasi listrik di Rumah Warga.

Padahal pada acara peresmisan listrik pada bulan kemarin, harapan besar warga, bahkan juga ada slogan Warga Batang Dua “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Slogan tersebut pun menjadi sirna akibat dari masalah tersebut

Sekretaris Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Batang Dua,
Romiandra Arnyanyi, kepada sejumlah wartawan, Senin (13/11) Mengungkapkan, paska diresmikan PLN di Batang Dua, awalnya untuk satuan harga pendaftaran pemasangan instalasi ditetapkan 900 Watt dengan biaya pendaftaran pemasangan Instalasi sebesar Rp 1.006.000, namun berubah naik menjadi Rp 1.200.000 bahkan sampai dengan biaya Rp 1.300.000
Sedangkan untuk pemasangan instalasi dengan daya 1300 Watt yang awalnya hanya Rp 1.300.000 naik menjadi Rp 1.700.000.

“Ini kan pembodohan dan pungutan besar kepada warga miskin yang dilakukan oleh oknum petugas dilapangan,” ungkap Sekretaris DPK KNPI Kecamatan Batang Dua,
Romiandra Arnyanyi kemarin.

Lebih Ironisnya kata
Romiandra, ada beberapa titik yang dijadikan tempat pendaftaran pemasangan Instalasi PLN, salah satunya rumah seorangan pengusaha yang bernama Sandro Hodojoyo serta oknum Pihak PLN sendiri.

“Kejadian ini membuat masyarakat semakin kebingunan, dari patokan biaya sampai tempat pendaftaran pemasangan Instalasi,” kesal dia.

Dilain sisi, Sekretaris DPK KNPI ini juga mengatakan, rumah warga pun dibebankan dengan harga Rp 100.000 untuk pemasangan tiga titik mata lampu. Sementara untuk pemasangan kabel arus listrik dari tiang ke rumah Warga juga bebankan dengan biaya Rp 25.000 per meter. Selain itu oknum Petugas PLN juga mengumumkan ke warga Bido agar menambahkan beban biaya masing-masing sebesar Rp 100.000.

“Uang sebanyak itu, tidak diketahui kejelasannya, sampai sekarang sudah kurang lebih 40 Rumah Warga yg telah melakukan pemasangan Instalasi dan belum menikmati penerangan listrik tanpa ada kejelasan dari pihak PLN sendiri,” keluh Dia.

Olehnya itu, Iya berharap Kepada Walikota Ternate Burhan Abdurrahman dan Pihak terkait di PLN (Persero) Area Ternate untuk dapat meninjau langsung situasi di Batang Dua dan para petugas PLN. (Uyt)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER