Dua Minggu Tidak dialiri Air, Warga Jerbus Demo PDAM

i-malut.com, Ternate -Warga lingkungan Jerbus RT 003 dan RT 004 kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan menggelar demontrasi di Kantor Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kota Ternate, Senin (13/11/2017).

Puluhan Warga lingkungan Jerbus ini menuntut pihak PDAM agar mengalirkan air. Menurut pengakuan warga, sudah 2 minggu air di kawasan Jerebusua itu tak mengalir.

Salah satu warga RT 03, Ibu Ida dan Hj Wanti menuturkan, sebelumnya mereka sudah melaporkan hal ini ke petugas bahkan sampe ke pemerintah kelurahan. Namun belum ada respon.

“Karena tidak ada respon, maka kami kesini,” tuturnya.

Dari pantauan dilapangan, setibanya puluhan warga lingkungan Jerbus ini di Kantor PDAM, mereka langsung menyerobot masuk ke ruangan Kasi Distribusi PDAM Kota Ternate, Jhonny, dihadapan petugas PDAM, mereka meminta agar petugas yang memegang kunci di daerah Jerebusua segera membuka kran air, agar bisa mengaliri ke rumah – rumah warga saat itu juga.

Hj Wanti bersama warga yang didominasi Ibu-Ibu ini mendesak dengan suara keras agar air dilingkungan mereka harus sesegera mungkin bisa mengalir.

“Setiap bulan kami bayar, tetapi kenyataannya air tidak mengalir, kalau kami tidak bayar pasti petugas langsung mendatangi rumah kami lalu cabut meteran airnya, Ini kan aneh,” teriak Ida dan warga yang mendatangi kantor PDAM kemarin.

Dihadapan Kepala seksi Distribusi PDAM Kota Ternate, Jhonny, Hj Wanti yang mewakili warga menyampaikan, hampir delapan hari ini dilingkungan mereka tidak dialiri air bersih, padahal kata Hj Wanti, dilingkungan mereka berada kawasan bawah, akan tetapi air hanya mengailiri bagian pengunungan Jerbus saja.

“Ini karena warga sudah tidak mampu lagi, Bayangkan saja, kalau kami mau beli air harus patungan, harga air 1 tangki Rp75 ribu kalau satu bulan lamanya seperti ini, apa kita tidak rugi,” Dia dan warga dihadapan petugas.

Untuk itu, mereka meminta dilingkungan Jerbus segera dialiri air, seperti biasa walaupun tidak tiap hari.

Mendegar keluhan warga ini, Kasi Distribusi Jhonny Bajo langsung menyampaikan bahwa air di RT03 dan RT04 sudah dialiri air.

Dia juga meminta kepada oknum warga agar tidak sembrono mematikan krang utama air yang mengaliri dikawasan Jerbus.

“Sebenarnya kami mau 1×24 jam petugas lihat yang lain, kendala besar sekarang ini di Jerbus, saya juga minta ke warga jika ada oknum yang nakal dan sengaja mematikan krang utama, agar di dokumentasikan lalu lapor ke petugas,” tegasnya. Dia juga akan menyurut ke kelurahan, agar membuat himbauan ke warga.

Sementara itu, Lurah Tanah Tinggi Barat Rosida, yang ditemui wartawan, juga mengeluhkan hal sama. Bahkan selaku Pemerintah tingkat Kelurahan dia juga telah menyampaiakan keluhan warga ke PDAM, namun sampai saat ini tidak ada tindakan dilapangan.

“Kalau mau bilang, disaya juga air tidak mengalir, bukan hanya RT 003 dan RT 004, ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir,” katanya.

Dia berharap, agar Dirut PDAM kota Ternate, Saiful Djafar agar lebih jeli dan bijaksana melihat persoalan tersebut.

“Masalah air bersih ini, adalah sesuatu yang sangat vital, makanya sebagai pemerintah Kelurahan tolong pihak PDAM untuk mengambil langka cepat,” pintah Dia.

Rep/Red : (Uyt)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dua Minggu Tidak dialiri Air, Warga Jerbus Demo PDAM

i-malut.com, Ternate -Warga lingkungan Jerbus RT 003 dan RT 004 kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan menggelar demontrasi di Kantor Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kota Ternate, Senin (13/11/2017).

Puluhan Warga lingkungan Jerbus ini menuntut pihak PDAM agar mengalirkan air. Menurut pengakuan warga, sudah 2 minggu air di kawasan Jerebusua itu tak mengalir.

Salah satu warga RT 03, Ibu Ida dan Hj Wanti menuturkan, sebelumnya mereka sudah melaporkan hal ini ke petugas bahkan sampe ke pemerintah kelurahan. Namun belum ada respon.

“Karena tidak ada respon, maka kami kesini,” tuturnya.

Dari pantauan dilapangan, setibanya puluhan warga lingkungan Jerbus ini di Kantor PDAM, mereka langsung menyerobot masuk ke ruangan Kasi Distribusi PDAM Kota Ternate, Jhonny, dihadapan petugas PDAM, mereka meminta agar petugas yang memegang kunci di daerah Jerebusua segera membuka kran air, agar bisa mengaliri ke rumah – rumah warga saat itu juga.

Hj Wanti bersama warga yang didominasi Ibu-Ibu ini mendesak dengan suara keras agar air dilingkungan mereka harus sesegera mungkin bisa mengalir.

“Setiap bulan kami bayar, tetapi kenyataannya air tidak mengalir, kalau kami tidak bayar pasti petugas langsung mendatangi rumah kami lalu cabut meteran airnya, Ini kan aneh,” teriak Ida dan warga yang mendatangi kantor PDAM kemarin.

Dihadapan Kepala seksi Distribusi PDAM Kota Ternate, Jhonny, Hj Wanti yang mewakili warga menyampaikan, hampir delapan hari ini dilingkungan mereka tidak dialiri air bersih, padahal kata Hj Wanti, dilingkungan mereka berada kawasan bawah, akan tetapi air hanya mengailiri bagian pengunungan Jerbus saja.

“Ini karena warga sudah tidak mampu lagi, Bayangkan saja, kalau kami mau beli air harus patungan, harga air 1 tangki Rp75 ribu kalau satu bulan lamanya seperti ini, apa kita tidak rugi,” Dia dan warga dihadapan petugas.

Untuk itu, mereka meminta dilingkungan Jerbus segera dialiri air, seperti biasa walaupun tidak tiap hari.

Mendegar keluhan warga ini, Kasi Distribusi Jhonny Bajo langsung menyampaikan bahwa air di RT03 dan RT04 sudah dialiri air.

Dia juga meminta kepada oknum warga agar tidak sembrono mematikan krang utama air yang mengaliri dikawasan Jerbus.

“Sebenarnya kami mau 1×24 jam petugas lihat yang lain, kendala besar sekarang ini di Jerbus, saya juga minta ke warga jika ada oknum yang nakal dan sengaja mematikan krang utama, agar di dokumentasikan lalu lapor ke petugas,” tegasnya. Dia juga akan menyurut ke kelurahan, agar membuat himbauan ke warga.

Sementara itu, Lurah Tanah Tinggi Barat Rosida, yang ditemui wartawan, juga mengeluhkan hal sama. Bahkan selaku Pemerintah tingkat Kelurahan dia juga telah menyampaiakan keluhan warga ke PDAM, namun sampai saat ini tidak ada tindakan dilapangan.

“Kalau mau bilang, disaya juga air tidak mengalir, bukan hanya RT 003 dan RT 004, ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir,” katanya.

Dia berharap, agar Dirut PDAM kota Ternate, Saiful Djafar agar lebih jeli dan bijaksana melihat persoalan tersebut.

“Masalah air bersih ini, adalah sesuatu yang sangat vital, makanya sebagai pemerintah Kelurahan tolong pihak PDAM untuk mengambil langka cepat,” pintah Dia.

Rep/Red : (Uyt)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER