Perkara Fadly S. Tunany Menunggu Jadwal Sidang

i-malut.com, Ternate – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku Utara, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Masrur mengatakan, tersangka Fadli T atas kasus penyuapan segera disidangkan. “Untuk kasus Fadli T, berkasnya sudah P21 (pemberitahuan berkas dinyatakan lengkap) dan dalam waktu dekat, koordinasi dengan jaksa untuk dilaksanakan tahap 2,” katanya kepada i-malut.com beberapa waktu lalu.

Lanjut dia, polda Malut sudah menetapkan Fadli T bersama Ketua DPRD Halmahera Tengah Rusmini Sadar Alam sebagai tersangka suap terhadap penyidik kepolisian, untuk penangguhan penahanan Rusmini atas perkara pengerusakan fasilitas PT Fajar Bakti Lintas Nusantara (FBLN). Pemberian suap itu dilakukan secara bersama-sama melalui pengacara Fadly S. Tuanany dan Ace Kurnia. Meski begitu, hanya pengacara Fadli T yang ditetapkan P21 dan dalam waktu dekat, berkasnya memasuki tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti). “Rusmini dan lainnya masi dalam penyidikan,” ungkapnya.

Diketahui, perkara tersebut bermula ketika Rusmini terjerat pengrusakan fasilitas PT FBLN lalu menunjuk Fadly T dan Ace sebagai penasehat hukumnya. Untuk menghindari penahanan, Rusmini diduga menyuap polisi melalui Fadly dan Ace senilai Rp. 10 juta yang diserahkan kepada AKBP Hengky. Uang tersebut dinilai untuk mempengaruhi penyidik atas kasus PT. FBLN sehingga dijadikan barang bukti penyuapan. Ketiga tersangka disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Malut, Apris L. kepada i-malut.com Sabtu (18/11/2017) membenarkan, bahwa pihaknya sudah menerima P-21 dari penyidik Direskrimsus Polda malut dan berkas tersebut sudah di limpahkan ke Pengadilan,
” berkas Fadly S. Tunany sudah kami serahkan di pengadilan dan tinggal tunggu waktu sidangnya saja, ” ujarnya.

Rep/Red : (savi)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Perkara Fadly S. Tunany Menunggu Jadwal Sidang

i-malut.com, Ternate – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku Utara, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Masrur mengatakan, tersangka Fadli T atas kasus penyuapan segera disidangkan. “Untuk kasus Fadli T, berkasnya sudah P21 (pemberitahuan berkas dinyatakan lengkap) dan dalam waktu dekat, koordinasi dengan jaksa untuk dilaksanakan tahap 2,” katanya kepada i-malut.com beberapa waktu lalu.

Lanjut dia, polda Malut sudah menetapkan Fadli T bersama Ketua DPRD Halmahera Tengah Rusmini Sadar Alam sebagai tersangka suap terhadap penyidik kepolisian, untuk penangguhan penahanan Rusmini atas perkara pengerusakan fasilitas PT Fajar Bakti Lintas Nusantara (FBLN). Pemberian suap itu dilakukan secara bersama-sama melalui pengacara Fadly S. Tuanany dan Ace Kurnia. Meski begitu, hanya pengacara Fadli T yang ditetapkan P21 dan dalam waktu dekat, berkasnya memasuki tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti). “Rusmini dan lainnya masi dalam penyidikan,” ungkapnya.

Diketahui, perkara tersebut bermula ketika Rusmini terjerat pengrusakan fasilitas PT FBLN lalu menunjuk Fadly T dan Ace sebagai penasehat hukumnya. Untuk menghindari penahanan, Rusmini diduga menyuap polisi melalui Fadly dan Ace senilai Rp. 10 juta yang diserahkan kepada AKBP Hengky. Uang tersebut dinilai untuk mempengaruhi penyidik atas kasus PT. FBLN sehingga dijadikan barang bukti penyuapan. Ketiga tersangka disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Malut, Apris L. kepada i-malut.com Sabtu (18/11/2017) membenarkan, bahwa pihaknya sudah menerima P-21 dari penyidik Direskrimsus Polda malut dan berkas tersebut sudah di limpahkan ke Pengadilan,
” berkas Fadly S. Tunany sudah kami serahkan di pengadilan dan tinggal tunggu waktu sidangnya saja, ” ujarnya.

Rep/Red : (savi)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER