Revitalisasi Peran Guru

Refleksi 72 Tahun Hari Guru Nasional

Safri Kamaria (Chapy)
Kasi Pendidikan Dasar Kanwil Maluku Utara

Kehidupan masyarakat menjadi tidak seimbang, ketika peran pendidikan bergeser dari hakikat yang sebenarnya, pendidikan yang idealnya memiliki peran stragis dalam mambangun manusia seutuhnya dan memanusiakan manusia nyaris tidak mendapatkan prosi yang cukup pada tataran praksis, proses pendidikan diarahkan semata mata untuk mencerdaskan anak bangsa dengan dalih kita sedang berada dalam era baru yang menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni dari aspek kecerdasan otak.

Lembaga-lembaga pendidikan formal kemudian merespon tuntutan tersebut dengan berbagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk membangun kualitas sumber daya manusia pada ranah kognetif.

Diskursus soal kualitas pendidikan menempati urutan teratas di negara kita, terlebih ketika para pengambil kebijakan mencoba membandingkan kualitas pendidikan dengan negara2 tetangga, hingga membuat kita semua lupa, bahwa ada aspek lain dari proses pendidikan itu yang perlu ditata ulang, karena demi kualitas negara bahkan kehilangan kontrol untuk mendesain proses pendidikan yang perlu dilaksanakan secara seimbang antara membangun Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) serta spiritual Quetion.

Peran guru dalam kondisi ini tidak hanya ambigu tetapi ikut kehilangan kontrol dalam mendesain proses pendidikan pada tataran praktik.

Mindset guru berubah seketika bersamaan dengan gencarnya berbagai kebijakan pemerintah yang menghendaki peningkatan kualitas pendidikan dengan ukuran angka-angka.

Kalau perkembangan pendidikan ini dicermati serius, maka ada banyak hal yang tidak matang, mulai dari kebijakan perubahan kurikulum, merubah nama mata pelajaran hingga penerapan full day school yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah itu sendiri.

Negara Panik, menata kualitas atau membangun karakter anak bangsa?, potret peristiwa mulai dari demontsrasi, pertikaian antar warga, tawuran pelajar, yang terjadi sejak satu dasawarsa terahir memaksa negara harus berpikir ulang, dan tidak ada cara lain, satu-satunya tempat untuk kembali adalah dunia pendidikan, karena disinilah tempat ideal untuk membangun peradaban.

Muncul kemudian adalah slogan-slogan yang intinya mengajak semua elemen untuk menjaga keutuhan negara, termasuk di dalamnya adalah membangun pendidikan karakter.

Terhadap kondisi yang terlihat carut marut itu, peran guru sebagai garda terdepan perlu dirubah secara total, dari sekedar mengajar menjadi mengajar dan mendidik, kedua tugas ini harus mendapatkan porsi yang seimbang, mengajar identik dengan tranafer of knowledge dan itu hasilnya adalah angka, sedangkan mendidik identik dengan melatih, membimbing, memotivasi, bahkan bisa menghukum, untuk kepentingan membangun karakter, dengan begitu pendidikan kita tidak akan lama berada dipersimpangan, antara kualitas dan akhlak, antara karakter dan nilai angka, antara IQ, EQ dan SQ, semua ranah ini tentu harus dilaksanakan secara proporsional dalam praktik pendidikan kita saat ini dan ke depan.

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6) tadi, resmi mengangkat Tommy S Pangi sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Kristen Nehemia Galela. Jabatan...

Kekuasaan

Aspek normatif, atau kritik-nilai analisis keputusan terlihat ketika kita menyadari bahwa pengetahuan yang relevan dengan keputusan mencakup antara dinamika "tujuan" dan "cara" yang sifatnya Valuatif. (Duncan MacRay, Jr "The...

Siap Tabuh Genderang Perang, jika Bupati membawa Dendam

Sanana -- Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Arif Umasugi yang juga merupakan ASN Senior di Pemda Sula, menyebut perbuatan pencopotan...

Dukung Program Pemerintah Soal Literasi Digital, Dit Intelkam...

Ternate –– Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intekam) Polda Maluku Utara gelar kegiatan Coffee Morning dengan tema, "Literasi Digital Solution Smart Island Dan Smart Goverment Provinsi Maluku Utara", bertempat...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh,...

Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana menjadi Pelaksana Program Serbuan Vaksin...

Sanana -- Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Sanana-Kodim 1510/Sula, Kapten. Abdul Malik Fudji, baru-baru ini menggelar rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Program Serbuan Vaksin bagi Masyarakat, yang menjadi Program TNI-AD. Rapat yang...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap) bagi perangkat desa, terhitung sekitar bulan Februari hingga Juni 2021 belum dibayar atau menunggak...

Fraksi-PD DPRD Kepsul Angkat bicara terkait Mutasi massal...

Sanana -- Akhirnya DPRD Kepsul angkat bicara terkait Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Walau belum secara kelembagaan, namun yang dilakukan Fraksi Partai...

PDAM Tegaskan Pihak X-Walikota Ternate Secepatnya Lunasi Tunggakan...

Ternate -- Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate telah memutuskan pelayanan air bersih dilingkup instansi X-Walikota Ternate. Pemutusan tersebut dilatarbelakangi banyaknya tunggakan rekening air yang belum dibayar senilai 200...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

ARTIKEL TERKAIT

Revitalisasi Peran Guru

-

Refleksi 72 Tahun Hari Guru Nasional

Safri Kamaria (Chapy)
Kasi Pendidikan Dasar Kanwil Maluku Utara

Kehidupan masyarakat menjadi tidak seimbang, ketika peran pendidikan bergeser dari hakikat yang sebenarnya, pendidikan yang idealnya memiliki peran stragis dalam mambangun manusia seutuhnya dan memanusiakan manusia nyaris tidak mendapatkan prosi yang cukup pada tataran praksis, proses pendidikan diarahkan semata mata untuk mencerdaskan anak bangsa dengan dalih kita sedang berada dalam era baru yang menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni dari aspek kecerdasan otak.

Lembaga-lembaga pendidikan formal kemudian merespon tuntutan tersebut dengan berbagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk membangun kualitas sumber daya manusia pada ranah kognetif.

Diskursus soal kualitas pendidikan menempati urutan teratas di negara kita, terlebih ketika para pengambil kebijakan mencoba membandingkan kualitas pendidikan dengan negara2 tetangga, hingga membuat kita semua lupa, bahwa ada aspek lain dari proses pendidikan itu yang perlu ditata ulang, karena demi kualitas negara bahkan kehilangan kontrol untuk mendesain proses pendidikan yang perlu dilaksanakan secara seimbang antara membangun Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) serta spiritual Quetion.

Peran guru dalam kondisi ini tidak hanya ambigu tetapi ikut kehilangan kontrol dalam mendesain proses pendidikan pada tataran praktik.

Mindset guru berubah seketika bersamaan dengan gencarnya berbagai kebijakan pemerintah yang menghendaki peningkatan kualitas pendidikan dengan ukuran angka-angka.

Kalau perkembangan pendidikan ini dicermati serius, maka ada banyak hal yang tidak matang, mulai dari kebijakan perubahan kurikulum, merubah nama mata pelajaran hingga penerapan full day school yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah itu sendiri.

Negara Panik, menata kualitas atau membangun karakter anak bangsa?, potret peristiwa mulai dari demontsrasi, pertikaian antar warga, tawuran pelajar, yang terjadi sejak satu dasawarsa terahir memaksa negara harus berpikir ulang, dan tidak ada cara lain, satu-satunya tempat untuk kembali adalah dunia pendidikan, karena disinilah tempat ideal untuk membangun peradaban.

Muncul kemudian adalah slogan-slogan yang intinya mengajak semua elemen untuk menjaga keutuhan negara, termasuk di dalamnya adalah membangun pendidikan karakter.

Terhadap kondisi yang terlihat carut marut itu, peran guru sebagai garda terdepan perlu dirubah secara total, dari sekedar mengajar menjadi mengajar dan mendidik, kedua tugas ini harus mendapatkan porsi yang seimbang, mengajar identik dengan tranafer of knowledge dan itu hasilnya adalah angka, sedangkan mendidik identik dengan melatih, membimbing, memotivasi, bahkan bisa menghukum, untuk kepentingan membangun karakter, dengan begitu pendidikan kita tidak akan lama berada dipersimpangan, antara kualitas dan akhlak, antara karakter dan nilai angka, antara IQ, EQ dan SQ, semua ranah ini tentu harus dilaksanakan secara proporsional dalam praktik pendidikan kita saat ini dan ke depan.

BERITA LAINNYA

Dukung 100 Hari Kerja Wali Kota Ternate, Lurah...

Ternate -- Kelurahan Makasar Barat, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Selasa (08/06) tadi menggelar rapat merespon...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM)...

Fraksi-PD DPRD Kepsul Angkat bicara terkait Mutasi massal...

Sanana -- Akhirnya DPRD Kepsul angkat bicara terkait Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di...

Secara Administrasi, Sudah Tiga Parpol di Halut Urus...

Tobelo -- Sampai sejauh ini baru tiga Partai Politik (Parpol) yang diproses pencairan dana hibahnya...

Dukung Program Pemerintah Soal Literasi Digital, Dit Intelkam...

Ternate –– Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intekam) Polda Maluku Utara gelar kegiatan Coffee Morning...

TERPOPULER

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

Ningsih jadikan TSK Pimpin Dinas Pendidikan Kepsul

Sanana -- Entah apa yang ada dibenak Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus (FAM) menjadikan seorang Tersangka (TSK-red) pada suatu...