Pemuda Desa Soligi Desak Pemkab Halsel, Secepatnya Mengisi Kekosongan Kades

i-malut.com, Ternate – Perhimpunan Pemuda Obi Malut, mendesak kepada Pemkab Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) agar sesegara mungkin mengisi kekosongan Kepala Desa (Kades) yang masa jabatannya telah berahir.

Desakan Perhimpunan Pemuda Obi tersebut menyusul adanya keresahan masyarakat Obi, Desa Soligi terkait dengan kekosongan kades dan ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten, soal pergantian Kepala Desa (Kades) Soligi La Eha Lalumbi, yang sudah berakhir masa jabatannya pada 26 November 2017, ” agar pemkab peduli dengan desa Soligi dan secepatnya mengisi Kades yang belum terisi, agar menjalankan roda pemerintah Desa dengan baik kedepan, ” kata Koordinator Perhimpunan Pemuda Obi Malut, M. Risman Amin Boti dalam releasenya yang disampaikan melalui WhatsApp kepada i- malut.com Minggu 26 November 2017.

Lanjut dia, pemkab jangan hanya memperhatikan tambang tetapi juga harus memperhatikan masalah di desa, itu penting. Apalagi sebagai desa yang sangat dekat dengan perusahan tambang di Obi yang masuk dalam kawasan Ring 2. Itu berarti desa ini sangat rawan. “Pemkab harus memperhatikan Desa Soligi dan Obi selatan, yang berada disekitar tambang ” ujarnya

Menurut dia, pemerintahan desa dibawah kepemimpinan kepala desa (kades) La Eha Lalumbi yang masa jabatannya berakhir dibulan November ini, sangat meresahkan warga. “Kebenarannnya nanti dicek di BPMD Halsel, maksud kami menegaskan kepada pemkab halsel melalui BPMD untuk melakukan langkah-langkah lanjut agar kekosongan jabatan kades di desa Soligi dapat di isi. Kalau tidak salah 25 atau 26 november, jabatan Kades sudah berakhir, ” ujarnya.

Bukan hanya itu, kondisi pemerintahan Desa Soligi dibawah kepemimpinan La Eha Lalumbi yang sudah 2 periode, Sangat tidak aktif serta pengelolaan keuangan yang tidak transparan, hal ini, memicu ketidakpercayaan masyarakat desa terhadap kades tersebut saat masih menjabat, dan bahkan masyarakat menilai La Eha sangat otoriter, serta disegani karena keberanian bukan kecerdasannya. “Ini sebenarnya kesalahan masyarakat didesa tetapi sebagai pemuda tidak mungkin membiarkan hal yang tidak baik dikatakan baik, Itu jelas, ” sikapnya.

Sementara itu, selama menjadi kades, La Eha tidak melakukan fungsi kerja berdasarkan ketentuan misalkan tupoksi BPD dan Sekdes, sehingga tata pemerintahan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Olehnya itu, “kami meminta kepada pihak terkait baik itu ditingkat kecamatan atau kepada BPMD Halsel untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau masalah ini tidak selesai maka akan menjadi insiden buruk yang dapat memperlambat kemajuan desa tersebut. Kepada BPMD bahkan kepada Bupati Halsel, harus selesaikan masalah itu,” tegasnya.

Rep/Red : (sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Pemuda Desa Soligi Desak Pemkab Halsel, Secepatnya Mengisi Kekosongan Kades

i-malut.com, Ternate – Perhimpunan Pemuda Obi Malut, mendesak kepada Pemkab Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) agar sesegara mungkin mengisi kekosongan Kepala Desa (Kades) yang masa jabatannya telah berahir.

Desakan Perhimpunan Pemuda Obi tersebut menyusul adanya keresahan masyarakat Obi, Desa Soligi terkait dengan kekosongan kades dan ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten, soal pergantian Kepala Desa (Kades) Soligi La Eha Lalumbi, yang sudah berakhir masa jabatannya pada 26 November 2017, ” agar pemkab peduli dengan desa Soligi dan secepatnya mengisi Kades yang belum terisi, agar menjalankan roda pemerintah Desa dengan baik kedepan, ” kata Koordinator Perhimpunan Pemuda Obi Malut, M. Risman Amin Boti dalam releasenya yang disampaikan melalui WhatsApp kepada i- malut.com Minggu 26 November 2017.

Lanjut dia, pemkab jangan hanya memperhatikan tambang tetapi juga harus memperhatikan masalah di desa, itu penting. Apalagi sebagai desa yang sangat dekat dengan perusahan tambang di Obi yang masuk dalam kawasan Ring 2. Itu berarti desa ini sangat rawan. “Pemkab harus memperhatikan Desa Soligi dan Obi selatan, yang berada disekitar tambang ” ujarnya

Menurut dia, pemerintahan desa dibawah kepemimpinan kepala desa (kades) La Eha Lalumbi yang masa jabatannya berakhir dibulan November ini, sangat meresahkan warga. “Kebenarannnya nanti dicek di BPMD Halsel, maksud kami menegaskan kepada pemkab halsel melalui BPMD untuk melakukan langkah-langkah lanjut agar kekosongan jabatan kades di desa Soligi dapat di isi. Kalau tidak salah 25 atau 26 november, jabatan Kades sudah berakhir, ” ujarnya.

Bukan hanya itu, kondisi pemerintahan Desa Soligi dibawah kepemimpinan La Eha Lalumbi yang sudah 2 periode, Sangat tidak aktif serta pengelolaan keuangan yang tidak transparan, hal ini, memicu ketidakpercayaan masyarakat desa terhadap kades tersebut saat masih menjabat, dan bahkan masyarakat menilai La Eha sangat otoriter, serta disegani karena keberanian bukan kecerdasannya. “Ini sebenarnya kesalahan masyarakat didesa tetapi sebagai pemuda tidak mungkin membiarkan hal yang tidak baik dikatakan baik, Itu jelas, ” sikapnya.

Sementara itu, selama menjadi kades, La Eha tidak melakukan fungsi kerja berdasarkan ketentuan misalkan tupoksi BPD dan Sekdes, sehingga tata pemerintahan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Olehnya itu, “kami meminta kepada pihak terkait baik itu ditingkat kecamatan atau kepada BPMD Halsel untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau masalah ini tidak selesai maka akan menjadi insiden buruk yang dapat memperlambat kemajuan desa tersebut. Kepada BPMD bahkan kepada Bupati Halsel, harus selesaikan masalah itu,” tegasnya.

Rep/Red : (sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER