Masyarakat Lede Unjuk Rasa di Depan Pos Satgas, Ini Tuntutannya

i-malut.com, Taliabu – Masyarakat Tiga Desa Kecamatan Lede, Yakni Desa Lede, Langganu dan Desa Balohang, pagi tadi, Kamis 7 Desember 2017 melaksanakan unjuk rasa menyampaikan aspirasinya di depan Pos Satgas OPS Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau, Koki SSK-III Lede, menuntut Satgas tidak ditarik dan Danki Kapten Ruslan Buton dikembalikan untuk bertugas kembali di Kecamatan Lede.

Pantauan i-malut.com, masa aksi yang berjumlah sekitar 200 orang, didominasi oleh ibu-ibu tiga desa yang di dampingi oleh para suami tersebut dilakukan setelah mereka mendapat informasi bahwa Satgas OPS Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau, Koki SSK-III Lede, akan di tarik ke Ternate pada Jumat (8/12/2017) besok.

Terlihat, masa aksi beramai-marai mendatangi pos satgas sejak pukul 08.00 WIT pagi tadi. selama 2 jam berorasi, masa aksipun kemudian menahan semua barang-barang milik Satgas dan memblokir jalan agar satgas tidak meninggalkan Kecamatan Lede.

Koordinator Aksi, Nursia (55) warga Desa Balohang dalam orasinya yang dihadiri ratusan warga menyampaikan, bahwa Satgas OPS Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau, Koki SSK-III Lede, tidak bisa meninggalkan Kecamatan Lede, karena selama Satgas bertugas di Lede dibawah pimpinan Ruslan Buton, masyarakat merasakan adanya kedamaian.

Nursia juga mengatakan, masyarakat tetap berkomitmen mempertahankan Satgas yang berada di Lede, karena selama ini masyarakat merasa resah dengan adanya kejadian-kejadian yang sering menimpa warga.

“ kami yang merasakan keresahan itu, kami meminta kepada Panglima agar satgas jangan ditarik, karena kami sudah merasa nyaman dengan adanya Satgas“ teriak Nursia dengan nada menangis

Masa aksi juga meminta agar Danki dikembalikan untuk bertugas di Kecamatan Lede.

” Panglima tolong kembalikan Danki yang begitu baik dengan masyarakat, karena kehadirannya Danki dapat merubah para suami-suami kami yang dulunya pemabuk kini sudah tidak lagi, “ pinta Nursia

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa setelah aksi yang dilakukan pagi tadi, akan ada aksi susulan secara besar-besaran yang terpusat dilapangan Desa Lede, dan Pelabuhan

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Masyarakat Lede Unjuk Rasa di Depan Pos Satgas, Ini Tuntutannya

i-malut.com, Taliabu – Masyarakat Tiga Desa Kecamatan Lede, Yakni Desa Lede, Langganu dan Desa Balohang, pagi tadi, Kamis 7 Desember 2017 melaksanakan unjuk rasa menyampaikan aspirasinya di depan Pos Satgas OPS Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau, Koki SSK-III Lede, menuntut Satgas tidak ditarik dan Danki Kapten Ruslan Buton dikembalikan untuk bertugas kembali di Kecamatan Lede.

Pantauan i-malut.com, masa aksi yang berjumlah sekitar 200 orang, didominasi oleh ibu-ibu tiga desa yang di dampingi oleh para suami tersebut dilakukan setelah mereka mendapat informasi bahwa Satgas OPS Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau, Koki SSK-III Lede, akan di tarik ke Ternate pada Jumat (8/12/2017) besok.

Terlihat, masa aksi beramai-marai mendatangi pos satgas sejak pukul 08.00 WIT pagi tadi. selama 2 jam berorasi, masa aksipun kemudian menahan semua barang-barang milik Satgas dan memblokir jalan agar satgas tidak meninggalkan Kecamatan Lede.

Koordinator Aksi, Nursia (55) warga Desa Balohang dalam orasinya yang dihadiri ratusan warga menyampaikan, bahwa Satgas OPS Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau, Koki SSK-III Lede, tidak bisa meninggalkan Kecamatan Lede, karena selama Satgas bertugas di Lede dibawah pimpinan Ruslan Buton, masyarakat merasakan adanya kedamaian.

Nursia juga mengatakan, masyarakat tetap berkomitmen mempertahankan Satgas yang berada di Lede, karena selama ini masyarakat merasa resah dengan adanya kejadian-kejadian yang sering menimpa warga.

“ kami yang merasakan keresahan itu, kami meminta kepada Panglima agar satgas jangan ditarik, karena kami sudah merasa nyaman dengan adanya Satgas“ teriak Nursia dengan nada menangis

Masa aksi juga meminta agar Danki dikembalikan untuk bertugas di Kecamatan Lede.

” Panglima tolong kembalikan Danki yang begitu baik dengan masyarakat, karena kehadirannya Danki dapat merubah para suami-suami kami yang dulunya pemabuk kini sudah tidak lagi, “ pinta Nursia

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa setelah aksi yang dilakukan pagi tadi, akan ada aksi susulan secara besar-besaran yang terpusat dilapangan Desa Lede, dan Pelabuhan

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER