Empat Orang Pegawai DPMD Pultab Diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut

i-malut.com, Taliabu – Setelah 71 Kepala Desa (Kades) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) yang diperiksa oleh Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut beberapa hari lalu, kini giliran Empat (4) orang Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pultab diperiksa Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut di ruangan Reskrim Polres Persiapan Pultab, pagi tadi, Sabtu 9 Desember 2017, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahap satu Tahun Anggaran 2017.

Dari amatan i-malut.com, keempat orang pegawai DPMD Pultab yang diperiksa, diantaranya 2 Kepala Bidang (Kabid), 1 Bendahara, dan 1 staff, masing-masing berinisial LM, SB, LMA, dan WL.

Ketua Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, Iptu Syarif Djumati kepada i-malut.com, Sabtu (9/12/2017) membenarkan adanya pemeriksaan keempat pegawai DPMD Pultab tersebut.

Dalam pemeriksaan tadi, Menurut Syarif, keempatnya masing-masing ditanyai 27 pertanyaan sejak pukul 9.30 pagi hingga 18.30 WIT sore tadi.

” iya kami sudah periksa 4 orang pegawai dari Dinas PMD kurang lebih 10 jam ” katanya.

Lanjut dia, dalam pemeriksaan itu, ada salah satu Kabid DPMD berinisial SB, sempat tidak mau memberikan keterangan, dengan alasan bahwa ada wartawan yang melakukan pemotretan.

” kami tidak tau kalau ada wartawan yang fhoto, karena saat pemeriksaan berlangsung, sudah ada wartawan yang menunggu di luar ruangan, jadi tidak ada alasan dan tetap kami periksa, ” ungkapnya.

Terpisah salah satu Kepala Desa (Kades) yang enggan namanya di beritakan, kepada i-malut.com belum lama ini mengatakan, bukan hanya 60 juta yang di setorkan ke CV Syafaat Perdana, namun ada juga salah satu staff DPMD yang meminta uang sebesar Rp 5 juta, dengan alasan biaya hotel dan transportasi Sekertaris Desa (Sekdes) dan bendahara, namun menurutnya ada beberapa Kades yang tidak memberikan uang tersebut.

” jadi total uang yang kita setor sebanyak Rp 65 juta ” ungkap Kades

Diketahui, penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap pihak Bank BRI Ranting Taliabu pada Senin 11 Desember 2017 mendatang.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Empat Orang Pegawai DPMD Pultab Diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut

i-malut.com, Taliabu – Setelah 71 Kepala Desa (Kades) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) yang diperiksa oleh Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut beberapa hari lalu, kini giliran Empat (4) orang Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pultab diperiksa Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut di ruangan Reskrim Polres Persiapan Pultab, pagi tadi, Sabtu 9 Desember 2017, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahap satu Tahun Anggaran 2017.

Dari amatan i-malut.com, keempat orang pegawai DPMD Pultab yang diperiksa, diantaranya 2 Kepala Bidang (Kabid), 1 Bendahara, dan 1 staff, masing-masing berinisial LM, SB, LMA, dan WL.

Ketua Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, Iptu Syarif Djumati kepada i-malut.com, Sabtu (9/12/2017) membenarkan adanya pemeriksaan keempat pegawai DPMD Pultab tersebut.

Dalam pemeriksaan tadi, Menurut Syarif, keempatnya masing-masing ditanyai 27 pertanyaan sejak pukul 9.30 pagi hingga 18.30 WIT sore tadi.

” iya kami sudah periksa 4 orang pegawai dari Dinas PMD kurang lebih 10 jam ” katanya.

Lanjut dia, dalam pemeriksaan itu, ada salah satu Kabid DPMD berinisial SB, sempat tidak mau memberikan keterangan, dengan alasan bahwa ada wartawan yang melakukan pemotretan.

” kami tidak tau kalau ada wartawan yang fhoto, karena saat pemeriksaan berlangsung, sudah ada wartawan yang menunggu di luar ruangan, jadi tidak ada alasan dan tetap kami periksa, ” ungkapnya.

Terpisah salah satu Kepala Desa (Kades) yang enggan namanya di beritakan, kepada i-malut.com belum lama ini mengatakan, bukan hanya 60 juta yang di setorkan ke CV Syafaat Perdana, namun ada juga salah satu staff DPMD yang meminta uang sebesar Rp 5 juta, dengan alasan biaya hotel dan transportasi Sekertaris Desa (Sekdes) dan bendahara, namun menurutnya ada beberapa Kades yang tidak memberikan uang tersebut.

” jadi total uang yang kita setor sebanyak Rp 65 juta ” ungkap Kades

Diketahui, penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap pihak Bank BRI Ranting Taliabu pada Senin 11 Desember 2017 mendatang.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER