Penyidik Periksa 2 Pegawai BRI, Bupati Pulau Taliabu Tunggu Giliran

i-malut.com, Taliabu – Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut, pada Minggu, 10 Desember 2017 kemarin, kembali memeriksa 2 orang pengawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ranting Bobong Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), terkait dugaan Penyalahgunaan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2017.

Pemeriksaan tersebut adalah tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya, yakni pemeriksaan terhadap 71 orang Kepala Desa (Kades) dan 4 orang Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pultab.

Berita terkait :
Empat Orang Pegawai BPMD Pultab Diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut

Terkait Dugaan penyalahgunaan Dana Desa; 36 Kades Pulau Taliabu diperiksa

Kedua Pegawai BRI Ranting Bobong Kabupaten Pultab yang diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut, diantaranya, Kepala Ranting, berinisia A dan salah satu Staf Supervisor berinisial IK. Keduanya menjalani proses pemeriksaan selama 9 jam di ruangan Unit Reskrim Mapolres Persiapan Pultab.

Ketua Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, Iptu Syarif Djumati kepada i-malut.com, Minggu (10/10/2017) membenarkan, bahwa Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, setelah usai memeriksa 71 Kepala Desa (Kades) dan 4 Orang pegawai DPMD, kini giliran 2 orang pegawai BRI Ranting Bobong Kabupaten Pultab yang diperiksa.

” iya kami hari ini sudah melakukan pemeriksaan semua Kades dan 4 orang pegawai (DPMD) Pultab, dan pemeriksaan ini terkait dengan penyalagunaan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2017, ” katanya.

Informasi yang dihimpun i-malut.com, penyidik telah menemukan dugaan aliran dana dari Direktur CV. Syafaat Perdana yang kemudian diserahkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), melalui salah satu staf berinisial LOM, dengan total uang sebesar Rp 4 miliar lebih.

Uang sebesar 4 Milyar lebih itu, dipotong dari DD Tahun 2017, alasannya untuk keperluan Biaya Perjalanan Dinas pada kegiatan Bimtek Aparatur Desa ke Jakarta beberapa saat lalu.

Sementara itu, Sebelum pemeriksaan kali kedua dilakukan, penyidik Ditreskrimsus Polda Malut telah meminta keterangan Saksi Ahli dari Kementrian Desa (Kemendes) dan BPK RI. Oleh karena itu, setelah kembali ke Polda Malut, penyidik sudah pasti mengantongi siapa-siapa saja yang bakal dijadikan tersangka nantinya.

Diketahui, Bupati Kabupaten Pulau Taliabu juga bakal di periksa dalam waktu dekat, terkait dugaan penyalagunaan Dana Desa (DD).

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Penyidik Periksa 2 Pegawai BRI, Bupati Pulau Taliabu Tunggu Giliran

i-malut.com, Taliabu – Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut, pada Minggu, 10 Desember 2017 kemarin, kembali memeriksa 2 orang pengawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ranting Bobong Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), terkait dugaan Penyalahgunaan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2017.

Pemeriksaan tersebut adalah tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya, yakni pemeriksaan terhadap 71 orang Kepala Desa (Kades) dan 4 orang Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pultab.

Berita terkait :
Empat Orang Pegawai BPMD Pultab Diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut

Terkait Dugaan penyalahgunaan Dana Desa; 36 Kades Pulau Taliabu diperiksa

Kedua Pegawai BRI Ranting Bobong Kabupaten Pultab yang diperiksa Ditreskrimsus Polda Malut, diantaranya, Kepala Ranting, berinisia A dan salah satu Staf Supervisor berinisial IK. Keduanya menjalani proses pemeriksaan selama 9 jam di ruangan Unit Reskrim Mapolres Persiapan Pultab.

Ketua Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, Iptu Syarif Djumati kepada i-malut.com, Minggu (10/10/2017) membenarkan, bahwa Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, setelah usai memeriksa 71 Kepala Desa (Kades) dan 4 Orang pegawai DPMD, kini giliran 2 orang pegawai BRI Ranting Bobong Kabupaten Pultab yang diperiksa.

” iya kami hari ini sudah melakukan pemeriksaan semua Kades dan 4 orang pegawai (DPMD) Pultab, dan pemeriksaan ini terkait dengan penyalagunaan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2017, ” katanya.

Informasi yang dihimpun i-malut.com, penyidik telah menemukan dugaan aliran dana dari Direktur CV. Syafaat Perdana yang kemudian diserahkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), melalui salah satu staf berinisial LOM, dengan total uang sebesar Rp 4 miliar lebih.

Uang sebesar 4 Milyar lebih itu, dipotong dari DD Tahun 2017, alasannya untuk keperluan Biaya Perjalanan Dinas pada kegiatan Bimtek Aparatur Desa ke Jakarta beberapa saat lalu.

Sementara itu, Sebelum pemeriksaan kali kedua dilakukan, penyidik Ditreskrimsus Polda Malut telah meminta keterangan Saksi Ahli dari Kementrian Desa (Kemendes) dan BPK RI. Oleh karena itu, setelah kembali ke Polda Malut, penyidik sudah pasti mengantongi siapa-siapa saja yang bakal dijadikan tersangka nantinya.

Diketahui, Bupati Kabupaten Pulau Taliabu juga bakal di periksa dalam waktu dekat, terkait dugaan penyalagunaan Dana Desa (DD).

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER