Penyidik Tipikor Malut Akan Periksa Bupati Pulau Taliabu

i-malut.com, Taliabu – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  Polda Malut memastikan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan disertai pemeriksaan kepada Bupati Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Aliong Mus, terkait dugaan penyalagunaan Dana Desa (DD) tahap satu senilai Rp. 4,2 Miliar pada tahun anggaran 2017.

Baca Juga : Kabag Pemerintahan Pultab Di Periksa Penyidik Selama 6 Jam

Untuk pengembangan kasus ini, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Malut yang diketuai Iptu, Syarif Djumati berserta 3 anggotanya tengah melakukan pemeriksaan terhadap 71 Kades Pulau Taliabu, 4 orang staf ASN pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), 2 orang pegawai BRI, dan 2 orang pegawai Keuangan. Pemeriksaan ini berlangsung kurang lebih 10 hari di ruangan unit Reskrim Polres Persiapan Pulau Taliabu.

Diketahui dalam pemeriksaan tersebut, penyidik sudah mengantongi beberapa nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka. ”Kami telah melakukan pemeriksaan oleh sejumlah saksi dan akan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus ini, ada juga sejumlah orang yang akan dimintai keterangan di Mapolda Malut, termasuk juga Bupati Pulau Taliabu,” Kata Syarif kepada i-malut.com. Selasa, (12/2017) kemarin.

Meski demikian menurut Syarif, jadwal pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi terhadap Bupati Taliabu belum dapat ditentukan. ” Kami juga akan memeriksa Bapak Bupati Aliong Mus terkait penyalagunaan Dana Desa tahap 1 TA. 2017 ini. Akan tetapi, kepastian waktunya belum dapat ditentukan pada saat ini, ” tegas Syarif dengan wajah penuh serius.

Terkait dengan hal tersebut, informasi yang berhasil dihimpun i-malut.com, saat ini penyidik telah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap 71 Kepala Desa (Kades), dan disinyalir uang dengan nilai kurang lebih Rp 4,2 miliar itu, disetor oleh 71 Kades ke rekening milik CV. Syafaat Perdana.

Tidak sebatas itu, ada juga pengakuan sejumlah Kades terkait dengan tambahan uang yang senilai Rp. 5 juta, yang jika ditotalkan, tambahan uang yang disetor oleh para Kades sebanyak Rp. 308 juta. Uang tersebut diduga digunakan untuk transportasi serta biaya hotel para Sekdes dan Bendahara Desa selama mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di luar daerah Maluku Utara.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Penyidik Tipikor Malut Akan Periksa Bupati Pulau Taliabu

i-malut.com, Taliabu – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  Polda Malut memastikan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan disertai pemeriksaan kepada Bupati Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Aliong Mus, terkait dugaan penyalagunaan Dana Desa (DD) tahap satu senilai Rp. 4,2 Miliar pada tahun anggaran 2017.

Baca Juga : Kabag Pemerintahan Pultab Di Periksa Penyidik Selama 6 Jam

Untuk pengembangan kasus ini, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Malut yang diketuai Iptu, Syarif Djumati berserta 3 anggotanya tengah melakukan pemeriksaan terhadap 71 Kades Pulau Taliabu, 4 orang staf ASN pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), 2 orang pegawai BRI, dan 2 orang pegawai Keuangan. Pemeriksaan ini berlangsung kurang lebih 10 hari di ruangan unit Reskrim Polres Persiapan Pulau Taliabu.

Diketahui dalam pemeriksaan tersebut, penyidik sudah mengantongi beberapa nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka. ”Kami telah melakukan pemeriksaan oleh sejumlah saksi dan akan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus ini, ada juga sejumlah orang yang akan dimintai keterangan di Mapolda Malut, termasuk juga Bupati Pulau Taliabu,” Kata Syarif kepada i-malut.com. Selasa, (12/2017) kemarin.

Meski demikian menurut Syarif, jadwal pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi terhadap Bupati Taliabu belum dapat ditentukan. ” Kami juga akan memeriksa Bapak Bupati Aliong Mus terkait penyalagunaan Dana Desa tahap 1 TA. 2017 ini. Akan tetapi, kepastian waktunya belum dapat ditentukan pada saat ini, ” tegas Syarif dengan wajah penuh serius.

Terkait dengan hal tersebut, informasi yang berhasil dihimpun i-malut.com, saat ini penyidik telah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap 71 Kepala Desa (Kades), dan disinyalir uang dengan nilai kurang lebih Rp 4,2 miliar itu, disetor oleh 71 Kades ke rekening milik CV. Syafaat Perdana.

Tidak sebatas itu, ada juga pengakuan sejumlah Kades terkait dengan tambahan uang yang senilai Rp. 5 juta, yang jika ditotalkan, tambahan uang yang disetor oleh para Kades sebanyak Rp. 308 juta. Uang tersebut diduga digunakan untuk transportasi serta biaya hotel para Sekdes dan Bendahara Desa selama mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di luar daerah Maluku Utara.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER