Polres Tidore Amankan Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

i-malut.com, Tidore – Seorang pria berusia 24 tahun berinisial NU alias Udin, diamankan oleh Satreskrim Polres Tidore karena diduga melakukan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Kapolres Tikep, AKBP. Azhari Juanda, Sik, kepada media ini, Rabu, 13 Desember 2017 mengatakan, Polisi baru mengetahui aksi pelaku saat keluarga korban datang melapor ke kantor Polres Tidore.

“ melalui Kasat Reskrim AKP Naim Ishak, Sik, Penyidik PPA, dipimpin oleh Bripka Cici N. Tukuboya beserta anggota, bertindak cepat melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menyergap pelaku dirumahanya di Kel. Gurabati “ ungkap Kapolres

Untuk diketahui, Kejadian ini berawal pada hari Minggu tanggal 10 Desember 2017. Pelaku menghubungi korban melalui handphone dan mengajak ketemu di depan Madrasah Tsanawiyah Desa Seli, sekitar pukul 19.30 WIT. Korban yang masih berusia 16 tahun tersebut pun memenuhi ajakan pelaku, dan bertemulah mereka di depan Madrasah Tsanawiah Desa Seli. Setelah itu pelaku membawa korban didepan Masjid Agung Nurul Yaqin Kel. Gurabati sampai pukul 23.00 WIT.

Pada pertemuan itu, rupanya pelaku memendam birahi. Karena merasa merasa tak aman dalam melakukan aksinya, pelaku kemudian mengajak korban kebelakang Sekolah Akademi Kebidanan Gatra Buana Kel. Gurabati dan tak lama kemudian, pelaku melakukan aksi bejatnya.

Setelah melakukan perbuatan tidak terpuji itu, pelaku tak langsung mengantar korban pulang kerumahnya, melainkan membawa kembali korban ke samping AKBID Gatra Buana, tepatnya di sebuah rumah kosong sekitar pukul 02.00 WIT hari dini hari (Senin, 11/12/2017). dirumah kosong itu, pelaku kembali melakukan tindakan asusila terhadap korban. Hingga pukul 04.30 WIT, barulah pelaku mengantar pulang korban ke rumah orang tuanya di Kel. Gurabati.

Atas kejadian itu, Kapolres Tikep menyampaikan, bahwa pelaku telah diamankan di Polres Tikep.

Lanjut Kapolres, pelaku terancam Pasal pencabulan dan pemerkosaan sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76E UU RI NO. 35 thn 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI NO 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres juga menghimbauan kepada masyarakat, terutama orang tua, agar selalu waspada dan selalu memberikan perhatian kepada anak-anaknya.

“ jangan biarkan anak-anak khususnya perempuan untuk keluar malam hari secara bebas “ tutup Kapolres Akbp Azhari Juanda,Sik.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

Babinsa dekati Pemuda, untuk jauhi Miras

Sanana -- Baru-baru ini Serda. Rusman Soamole, Anggota TNI Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Pelita Jaya-Kec. Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula...

Kepada massa Aksi APHS, Ketua DPRD Tawarkan Forum...

Sanana -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Sinaryo Thes, menawarkan Forum Bersama (Forum Rakyat-red) saat beraudiensi dengan puluhan massa Aksi dari Aliansi Peduli Hai...

Jargon Aksi Nyentrik iringi APHS Demo Bupati FAM

Sanana -- Berbagai Spanduk dan Poster yang menjadi Jargon Aksi APHS (Aliansi Pemuda Hai Sua) pada aksi mereka yang ke II, di Kantor Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kantor...

Gelar Aksi di Kantor Dispora Malut, Sejumlah Atlet...

Sofifi -- Menuntut hak merupakan sesuatu yang wajar bagi setiap orang yang telah memenuhi kewajibannya, tak terkecuali para atlet Maluku Utara yang hingga saat ini uang sakunya selama dua...

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea, Kec. Sanana Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Pendemo teriakkan Fifian Adeningsih...

BERITA UTAMA

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea,...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

ARTIKEL TERKAIT

Polres Tidore Amankan Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

i-malut.com, Tidore – Seorang pria berusia 24 tahun berinisial NU alias Udin, diamankan oleh Satreskrim Polres Tidore karena diduga melakukan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Kapolres Tikep, AKBP. Azhari Juanda, Sik, kepada media ini, Rabu, 13 Desember 2017 mengatakan, Polisi baru mengetahui aksi pelaku saat keluarga korban datang melapor ke kantor Polres Tidore.

“ melalui Kasat Reskrim AKP Naim Ishak, Sik, Penyidik PPA, dipimpin oleh Bripka Cici N. Tukuboya beserta anggota, bertindak cepat melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menyergap pelaku dirumahanya di Kel. Gurabati “ ungkap Kapolres

Untuk diketahui, Kejadian ini berawal pada hari Minggu tanggal 10 Desember 2017. Pelaku menghubungi korban melalui handphone dan mengajak ketemu di depan Madrasah Tsanawiyah Desa Seli, sekitar pukul 19.30 WIT. Korban yang masih berusia 16 tahun tersebut pun memenuhi ajakan pelaku, dan bertemulah mereka di depan Madrasah Tsanawiah Desa Seli. Setelah itu pelaku membawa korban didepan Masjid Agung Nurul Yaqin Kel. Gurabati sampai pukul 23.00 WIT.

Pada pertemuan itu, rupanya pelaku memendam birahi. Karena merasa merasa tak aman dalam melakukan aksinya, pelaku kemudian mengajak korban kebelakang Sekolah Akademi Kebidanan Gatra Buana Kel. Gurabati dan tak lama kemudian, pelaku melakukan aksi bejatnya.

Setelah melakukan perbuatan tidak terpuji itu, pelaku tak langsung mengantar korban pulang kerumahnya, melainkan membawa kembali korban ke samping AKBID Gatra Buana, tepatnya di sebuah rumah kosong sekitar pukul 02.00 WIT hari dini hari (Senin, 11/12/2017). dirumah kosong itu, pelaku kembali melakukan tindakan asusila terhadap korban. Hingga pukul 04.30 WIT, barulah pelaku mengantar pulang korban ke rumah orang tuanya di Kel. Gurabati.

Atas kejadian itu, Kapolres Tikep menyampaikan, bahwa pelaku telah diamankan di Polres Tikep.

Lanjut Kapolres, pelaku terancam Pasal pencabulan dan pemerkosaan sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76E UU RI NO. 35 thn 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI NO 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres juga menghimbauan kepada masyarakat, terutama orang tua, agar selalu waspada dan selalu memberikan perhatian kepada anak-anaknya.

“ jangan biarkan anak-anak khususnya perempuan untuk keluar malam hari secara bebas “ tutup Kapolres Akbp Azhari Juanda,Sik.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

Dispora Malut Telah Usai Gelar Seleksi Paskibraka Tahun...

Sofifi -- Pelaksanaan seleksi Paskibraka Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun 2021, untuk persiapan upacara hari...

Gelar Aksi di Kantor Dispora Malut, Sejumlah Atlet...

Sofifi -- Menuntut hak merupakan sesuatu yang wajar bagi setiap orang yang telah memenuhi kewajibannya,...

Kajari Halut Buka Sosialisasi Kepatuhan BPJS

Tobelo -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halmahera Utara (Halut), Agus Wirawan Eko Saputro, dipercayakan membuka...

APHS Demo tuding Bupati Ningsih Tabrak Aturan

Sanana -- Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli Hai Sua (APHS) melakukan aksi turun...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap)...

Siap Tabuh Genderang Perang, jika Bupati membawa Dendam

Sanana -- Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Kepulauan Sula...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...