Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24 Jam di Maba Selatan

i-malut.com, Haltim – Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19 Desember 2017 kemarin, disambut positif segenap elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Meski begitu, PLN Area Sofifi selaku penanggung jawab program pola operasi listrik dari 12 jam ke 24 jam juga harus berlaku adil terhadap kecamatan lainnya di Haltim yang selama ini hanya menikmati layanan listrik 12 jam sehari, seperti halnya di Kecamatan Maba Selatan.

Sekjen Ampera Kabupaten Haltim, Muhibu Mandar kepada i-malut.com, Rabu, (20/12) mengatakan, PLN jangan pilih kasih dalam pelaksanaan program yang tak lain merupakan instruksi Presiden Joko Widodo melalui program nawacita ‘Indonesia Terang’.

Terlebih lagi kata Muhibu, kecamatan seperti Maba Selatan, letaknya tak jauh dari pusat pemerintahan, atau Ibukota Kabupaten Haltim, bila dibandingkan kecamatan lainnya.

” Kenapa Maba Selatan tidak 24 jam, terlihat ini pilih kasih, padahal rentang kendali antara Kota Maba dan Maba Selatan sangat dekat, kok hanya 3 kecamatan yang diprioritaskan, sebenarnya apa yang masih menjadi pertimbangan pihak PLN?,” kata Muhibu penuh tanya.

Disamping itu menurut Muhibu, tidak ada alasan bagi PLN jika pelayanan listrik 24 jam belum boleh berlaku di Maba Selatan.

” Kalau PLN beralasan mesin, di Maba Selatan tidak pernah gangguan, dan kalau rekening listrik, masyarakat Maba Selatan pun tidak pernah menunggak,” ungkap Muhibu.

Untuk itu dia menegaskan, jika sampai Januari 2018 nanti PLN belum juga mengoperasikan listrik 24 jam di Maba Selatan, maka Ampera Haltim akan membangun konsolidasi ke seluruh masyarakat 9 desa di Maba Selatan untuk mogok pembayaran rekening listrik.

“Bulan depan jika tidak diupayakan untuk listrik siang malam, maka dipastikan mogok bayar rekening,” tegasnya mengakhiri.

Rep/Red : (all)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24 Jam di Maba Selatan

i-malut.com, Haltim – Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19 Desember 2017 kemarin, disambut positif segenap elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Meski begitu, PLN Area Sofifi selaku penanggung jawab program pola operasi listrik dari 12 jam ke 24 jam juga harus berlaku adil terhadap kecamatan lainnya di Haltim yang selama ini hanya menikmati layanan listrik 12 jam sehari, seperti halnya di Kecamatan Maba Selatan.

Sekjen Ampera Kabupaten Haltim, Muhibu Mandar kepada i-malut.com, Rabu, (20/12) mengatakan, PLN jangan pilih kasih dalam pelaksanaan program yang tak lain merupakan instruksi Presiden Joko Widodo melalui program nawacita ‘Indonesia Terang’.

Terlebih lagi kata Muhibu, kecamatan seperti Maba Selatan, letaknya tak jauh dari pusat pemerintahan, atau Ibukota Kabupaten Haltim, bila dibandingkan kecamatan lainnya.

” Kenapa Maba Selatan tidak 24 jam, terlihat ini pilih kasih, padahal rentang kendali antara Kota Maba dan Maba Selatan sangat dekat, kok hanya 3 kecamatan yang diprioritaskan, sebenarnya apa yang masih menjadi pertimbangan pihak PLN?,” kata Muhibu penuh tanya.

Disamping itu menurut Muhibu, tidak ada alasan bagi PLN jika pelayanan listrik 24 jam belum boleh berlaku di Maba Selatan.

” Kalau PLN beralasan mesin, di Maba Selatan tidak pernah gangguan, dan kalau rekening listrik, masyarakat Maba Selatan pun tidak pernah menunggak,” ungkap Muhibu.

Untuk itu dia menegaskan, jika sampai Januari 2018 nanti PLN belum juga mengoperasikan listrik 24 jam di Maba Selatan, maka Ampera Haltim akan membangun konsolidasi ke seluruh masyarakat 9 desa di Maba Selatan untuk mogok pembayaran rekening listrik.

“Bulan depan jika tidak diupayakan untuk listrik siang malam, maka dipastikan mogok bayar rekening,” tegasnya mengakhiri.

Rep/Red : (all)

--

BERITA LAINNYA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...