“Carut Marut” PENDIDIKAN

Ditengah diskursus soal kualitas/mutu, Pendidikan kita masih menghadapi sejumlah masalah klasik yang hingga detik ini masih terlihat carut marut. Disatu sisi kita sedang berjuang memperbaiki kualitas pendidikan tetapi disisi yang lain, kita sedang pusing kepala memikirkan sarana prasarana pendidikan yang tak kunjung tuntas serta sebaran guru yang masih terdapat kesenjangan dimana mana, ditambah lagi masalah alasan akses dan kebutuhan, lalu Sekolah/Madrasah begitu mudahnya membentuk yayasan lalu mendirikan Sekolah/Madrasah.

Disamping masalah sarana prasarana yang belum tuntas, izin pendirian sekolah/Madrasah yang dilakukan selama ini sepertinya menyimpan banyak masalah yang perlu dikaji ulang, alasan pemenuhan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang disediakan baik oleh Pemerintah dan atau Masyarakat itu sendiri perlu dipertimbangkan matang sebelum memutuskan untuk mendirikan Sekolah/Madrasah. Jika tidak maka, Sekolah/Madrasah tertentu hanya akan menampung 10 sampai 20 orang siswa, kondisi ini boleh saja terjadi, tetapi pertanyaannya adalah apakah layak dari sisi akses?

Dalam kondisi yang carut marut tersebut, pengambil kebijakan bidang pendidikan perlu berpikir lebih serius lagi untuk membenahi aspek-aspek fital dari pengelolaan pendidikan termasuk masalah sarana prasarana yang belum kunjung tuntas. Bahkan harus melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan pembangunan dan distribusi sarana prasarana pendidikan, Izin Pendirian serta distribusi guru yang dilakukan selama ini.

Dalam beberapa kasus, ada Sekolah/Madrasah yang baru berdiri setahun yang lalu, tahun berikutnya langsung mendapatkan suply bantuan pembangunan infrastruktur yang lumayan besar, sementara Sekolah/Madrasah tertentu yang sudah berdiri bertahun-tahun kondisinya memprihatinkan, belum lagi masalah gurunya tersedia cukup memadai atau tidak, masalah siswanya per kelas memenuhi Standar Pelayanan Minimal Pendidikan atau tidak, prospek pengembangannya memungkinkan atau tidak untuk jangka waktu tertentu. Kalau hal seperti ini tidak dipikirkan matang sama artinya kita menumpuk masalah dalam pengelolaan pendidikan.

Mestinya setelah batas waktu pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan (2014), pengelolaan pendidikan sudah harus benar-benar difokuskan pada peningkatan kualitas dan daya saing, pemenuhan sarana prasarana, kecukupan guru, kesesuaian kualifikasi guru, serta pemerataan akses mestinya berkurang secara siginifikan dalam arti beban-beben tersebut sudah harus berkurang, sehingga kita lebih fokus pada upaya peningkatan kualiatas atau mutu pendidikan.

Urusan Pendidikan, Idealnya semua aspek pendukung perlu dipertimbangkan secara matang, tidak bisa mengikuti nafsu sesaat apalagi atas dasar kepentingan yang tidak logis dan pencitraan, rusak pendidikan kita kalau cara berpikir asal jadi asal ada. Pengelolaan pendidikan sekali lagi harus direncanakan matang, jika tidak maka akan ada Sekolah/Madrasah yang sudah berdiri bertahun tahun tetapi terus terabaikan dari kesempatan mendapatkan sarana prasarana, ketersediaan guru yang cukup dan berkualitas, serta biaya operasional yang seadanya, belum lagi masalah kualitas.

Karena itu perlu pemetaan dan penataan ulang terhadap semua aspek pada lembaga pendidikan (Sekolah/Madrasah) bila perlu pemetaan dan penataan ini berbasis Standar Pelayanan Minimal Pendidikan, pengambil kebijakan harus berani memutuskan berdsarkan hasil pemetaan untuk memastikan semua Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan terpenuhi atau minimal mendekati, jika tidak demikian, maka selamanya kita tidak tuntas, dari tahun ke tahun pengelolaan pendidikan memang akan membuahkan hasil pada aspek tertentu akan tetapi tidak jarang memunculkan masalah baru yang akan semakin rumit untuk diselesaikan.

Penulis : Safri Kamaria Chapy
Kepala Seksi Sistim Informasi Pendidikan
Kanwil Maluku Utara

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Satu Karyawan PT IWIP Meninggal Dunia, SPSI Bakal...

Sofifi -- Satu karyawan yang merupakan korban pada insiden ledakan tungku Smelter A PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinyatakan telah menghembuskan napas...

Kadis Tersangka, simak Komentar mereka Eks. Kadisdik Sula

Sanana -- Permasalahan Hukum yang tengah dihadapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula (Kepsul), Rifai Haitami, mendapat komentar beragam dari ASN Senior yang pernah juga menjabat sebagai Kadisdik Kepsul. Rifai...

Berkas Perkara menuju P21, Pelapor berharap Kadisdik Sula...

Sanana -- Berkas Kasus dugaan Pengancaman lewat media Elektronik yang dilaporkan oleh Saudara La Onyong Ode Ali alias Nyong alias Ongen dengan Terlapor Saudara Rifai Haitami alias Kafu, Oknum...

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

“Carut Marut” PENDIDIKAN

Ditengah diskursus soal kualitas/mutu, Pendidikan kita masih menghadapi sejumlah masalah klasik yang hingga detik ini masih terlihat carut marut. Disatu sisi kita sedang berjuang memperbaiki kualitas pendidikan tetapi disisi yang lain, kita sedang pusing kepala memikirkan sarana prasarana pendidikan yang tak kunjung tuntas serta sebaran guru yang masih terdapat kesenjangan dimana mana, ditambah lagi masalah alasan akses dan kebutuhan, lalu Sekolah/Madrasah begitu mudahnya membentuk yayasan lalu mendirikan Sekolah/Madrasah.

Disamping masalah sarana prasarana yang belum tuntas, izin pendirian sekolah/Madrasah yang dilakukan selama ini sepertinya menyimpan banyak masalah yang perlu dikaji ulang, alasan pemenuhan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang disediakan baik oleh Pemerintah dan atau Masyarakat itu sendiri perlu dipertimbangkan matang sebelum memutuskan untuk mendirikan Sekolah/Madrasah. Jika tidak maka, Sekolah/Madrasah tertentu hanya akan menampung 10 sampai 20 orang siswa, kondisi ini boleh saja terjadi, tetapi pertanyaannya adalah apakah layak dari sisi akses?

Dalam kondisi yang carut marut tersebut, pengambil kebijakan bidang pendidikan perlu berpikir lebih serius lagi untuk membenahi aspek-aspek fital dari pengelolaan pendidikan termasuk masalah sarana prasarana yang belum kunjung tuntas. Bahkan harus melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan pembangunan dan distribusi sarana prasarana pendidikan, Izin Pendirian serta distribusi guru yang dilakukan selama ini.

Dalam beberapa kasus, ada Sekolah/Madrasah yang baru berdiri setahun yang lalu, tahun berikutnya langsung mendapatkan suply bantuan pembangunan infrastruktur yang lumayan besar, sementara Sekolah/Madrasah tertentu yang sudah berdiri bertahun-tahun kondisinya memprihatinkan, belum lagi masalah gurunya tersedia cukup memadai atau tidak, masalah siswanya per kelas memenuhi Standar Pelayanan Minimal Pendidikan atau tidak, prospek pengembangannya memungkinkan atau tidak untuk jangka waktu tertentu. Kalau hal seperti ini tidak dipikirkan matang sama artinya kita menumpuk masalah dalam pengelolaan pendidikan.

Mestinya setelah batas waktu pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan (2014), pengelolaan pendidikan sudah harus benar-benar difokuskan pada peningkatan kualitas dan daya saing, pemenuhan sarana prasarana, kecukupan guru, kesesuaian kualifikasi guru, serta pemerataan akses mestinya berkurang secara siginifikan dalam arti beban-beben tersebut sudah harus berkurang, sehingga kita lebih fokus pada upaya peningkatan kualiatas atau mutu pendidikan.

Urusan Pendidikan, Idealnya semua aspek pendukung perlu dipertimbangkan secara matang, tidak bisa mengikuti nafsu sesaat apalagi atas dasar kepentingan yang tidak logis dan pencitraan, rusak pendidikan kita kalau cara berpikir asal jadi asal ada. Pengelolaan pendidikan sekali lagi harus direncanakan matang, jika tidak maka akan ada Sekolah/Madrasah yang sudah berdiri bertahun tahun tetapi terus terabaikan dari kesempatan mendapatkan sarana prasarana, ketersediaan guru yang cukup dan berkualitas, serta biaya operasional yang seadanya, belum lagi masalah kualitas.

Karena itu perlu pemetaan dan penataan ulang terhadap semua aspek pada lembaga pendidikan (Sekolah/Madrasah) bila perlu pemetaan dan penataan ini berbasis Standar Pelayanan Minimal Pendidikan, pengambil kebijakan harus berani memutuskan berdsarkan hasil pemetaan untuk memastikan semua Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan terpenuhi atau minimal mendekati, jika tidak demikian, maka selamanya kita tidak tuntas, dari tahun ke tahun pengelolaan pendidikan memang akan membuahkan hasil pada aspek tertentu akan tetapi tidak jarang memunculkan masalah baru yang akan semakin rumit untuk diselesaikan.

Penulis : Safri Kamaria Chapy
Kepala Seksi Sistim Informasi Pendidikan
Kanwil Maluku Utara

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER