Setelah Bacok Istri, Seorang Warga Asal Ibu Akhiri Hidupnya Sendiri

i-malut.com, JAILOLO – Seorang lelaki bernama Demitrius Nafali (44) warga Desa Sarau, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), mengakhiri hidupnya, setelah usai menganiaya istrinya sendiri.

Informasi yang di himpun i-malut.com, pada hari Senin, 08 Januari 2018, sekitar pukul 12.00 WIT bertempat di rumah kebun milik Minggus Batolo, warga Desa Sarau, Kecamatan Ibu Selatan Kab. Halbar, telah ditemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki dalam posisi tergantung dengan jeratan tali nilon dilehernya berukuran kurang lebih 2 meter.

Korban gantung diri tersebut ditemukan oleh warga masyarakat Desa Sarau. Setelah dipastikan, korban gantung diri itu adalah warga Desa Sarau bernama Demitrius Nafali.

Korban sendiri diketahui adalah pelaku penganiayaan/kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi pada hari Minggu 7 Januari 2018 lalu. Sekitar pukul 10.00 WIT.

Setelah melakukan KDRT terhadap istrinya, korban kemudian melarikan diri. Mengetahui kejadian (KDRT) itu, Kepala Desa (Kades) Sarau memerintahkan lima orang warganya yakni Risal Acele, Yores Pulo, Delnus Sidoku, Melki Fanubi dan Alson Makahinda untuk Pergi mencari pelaku.

Pada pukul 12.00 wit, kelima warga itu menemukan korban (pelaku KDRT) dirumah kebun milik Minggus Batolo, dalam posisi tergantung dengan tali nilon. Kelima warga tersebut tak langsung mengambil tindakan mengamankan korban gantung diri tetapi kembali ke Desa dan memberitahukan kejadian itu Kades.

Mendengar kejadian itu, Kades bersama warganya langsung berbondong-bondong menuju tempat lokasi gantung diri serta melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Ibu, Ipda Muri, kepada i-malut.com Rabu (10/1/2018) membenarkan kejadian tersebut.

“Sekitar pukul 13.00 WIT dirinya bersama beberapa anggota, setelah mendengar informasi tersebut, langsung turun ke lokasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memastikan kondisi korban” kata Dia

Dari hasil pemeriksaan, disimpulkan korban sudah tidak bernyawa/meninggal dunia dan selanjutnya korban langsung dievakuasi ke rumah di Desa Sarau serta dibawa ke puskesmas Ibu untuk di visum. Dari hasil visum luaroleh pihak medis puskesmas Ibu, disimpulkan, korban mengalami luka lecet di leher, tidak ada tanda.

“Kekerasan di tubuh korban, penyebab korban meninggal dunia akibat jeratan tali dileher korban.” tambahnya.

Lanjut Muri, dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat gantung diri. Sementara Penyidik telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan baket sebagai antisipasi kemungkinan ada penyebab lain hingga korban meninggal dunia. Ia mengatakan, korban saat ini telah dipulangkan ke rumah dan telah menjalani proses penguburan.

“Iya korban pada saat itu sudah dibawa ke Puskesmas dan dinyatakan meninggal dunia. Sampai saat ini, anggota masih mengumpulkan bukti terkait dengan kejadian tersebut, ” jelasnya.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Setelah Bacok Istri, Seorang Warga Asal Ibu Akhiri Hidupnya Sendiri

i-malut.com, JAILOLO – Seorang lelaki bernama Demitrius Nafali (44) warga Desa Sarau, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), mengakhiri hidupnya, setelah usai menganiaya istrinya sendiri.

Informasi yang di himpun i-malut.com, pada hari Senin, 08 Januari 2018, sekitar pukul 12.00 WIT bertempat di rumah kebun milik Minggus Batolo, warga Desa Sarau, Kecamatan Ibu Selatan Kab. Halbar, telah ditemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki dalam posisi tergantung dengan jeratan tali nilon dilehernya berukuran kurang lebih 2 meter.

Korban gantung diri tersebut ditemukan oleh warga masyarakat Desa Sarau. Setelah dipastikan, korban gantung diri itu adalah warga Desa Sarau bernama Demitrius Nafali.

Korban sendiri diketahui adalah pelaku penganiayaan/kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi pada hari Minggu 7 Januari 2018 lalu. Sekitar pukul 10.00 WIT.

Setelah melakukan KDRT terhadap istrinya, korban kemudian melarikan diri. Mengetahui kejadian (KDRT) itu, Kepala Desa (Kades) Sarau memerintahkan lima orang warganya yakni Risal Acele, Yores Pulo, Delnus Sidoku, Melki Fanubi dan Alson Makahinda untuk Pergi mencari pelaku.

Pada pukul 12.00 wit, kelima warga itu menemukan korban (pelaku KDRT) dirumah kebun milik Minggus Batolo, dalam posisi tergantung dengan tali nilon. Kelima warga tersebut tak langsung mengambil tindakan mengamankan korban gantung diri tetapi kembali ke Desa dan memberitahukan kejadian itu Kades.

Mendengar kejadian itu, Kades bersama warganya langsung berbondong-bondong menuju tempat lokasi gantung diri serta melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Ibu, Ipda Muri, kepada i-malut.com Rabu (10/1/2018) membenarkan kejadian tersebut.

“Sekitar pukul 13.00 WIT dirinya bersama beberapa anggota, setelah mendengar informasi tersebut, langsung turun ke lokasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memastikan kondisi korban” kata Dia

Dari hasil pemeriksaan, disimpulkan korban sudah tidak bernyawa/meninggal dunia dan selanjutnya korban langsung dievakuasi ke rumah di Desa Sarau serta dibawa ke puskesmas Ibu untuk di visum. Dari hasil visum luaroleh pihak medis puskesmas Ibu, disimpulkan, korban mengalami luka lecet di leher, tidak ada tanda.

“Kekerasan di tubuh korban, penyebab korban meninggal dunia akibat jeratan tali dileher korban.” tambahnya.

Lanjut Muri, dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat gantung diri. Sementara Penyidik telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan baket sebagai antisipasi kemungkinan ada penyebab lain hingga korban meninggal dunia. Ia mengatakan, korban saat ini telah dipulangkan ke rumah dan telah menjalani proses penguburan.

“Iya korban pada saat itu sudah dibawa ke Puskesmas dan dinyatakan meninggal dunia. Sampai saat ini, anggota masih mengumpulkan bukti terkait dengan kejadian tersebut, ” jelasnya.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER