Buka Pendaftaran TKD Pulau Morotai, Peserta Membludak

i-malut.com, MOROTAI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai membuka tes penerimaan Tenaga Kontrak Daerah (TKD). hal ini dituangkan dalam Keputusan Bupati Pulau Morotai, nomor 781/367/PM/2017, tentang Pembentukan Panitia Seleksi Terbuka Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2017/2018.

Penerimaan TKD ini tidak dibatasi hanya untuk Tenaga Honorer yang telah lama bekerja di Kab. Pulau Morotai, akan tetapi di buka untuk umum,

“Penerimaan TKD di Pemda Morotai dibuka untuk umum, jadi masyarakat yang blum honorpun bisa mendaftar untuk ikut tes” jelas Kaban BKD, Ansar Tibu SH, diruang kerjanya, Selasa, (23/1/2018)

Bahkan menurut Ansar, Tenaga Honorer Katagori K2 juga di wajibkan mendaftar kembali untuk mengikuti tes ini,

“Iya benar honorer kategori K2 juga wajib ikut mendaftar kembali untuk mengikuti tes ini” cetusnya.

Mengenai kualifikasi tingkat pendidikan yang diterima, Ansar menjelaskan, Sarjana, DIII, DII dan SMA, dengan kuota yang akan diterima yakni guru SMP, SD dan TK sebanyak 540 orang, Tenaga Kesehatan sebanyak 146 orang dan untuk umum sarjana dan SMA sebanyak 350 orang, serta kategori K2 263 orang, maka jumlah total pada penerimaan TKD ini sebanyak 1.299 orang.

Lanjut dia, Jumlah penerimaan ini tidak berbanding lurus dengan jumlah peminat TKD yang mendaftar.

“Jumlah yang mendaftar untuk mengikuti tes TKD ini sangat banyak, yakni untuk S1, D3 dan D2 yang mendaftar sebanyak 1088 orang dan untuk SMA sebanyak 2098 orang. Totalnya pendaftar sebanyak 3.186 orang, jumlahnya hampir tiga kali lipat dari jumlah yang dibutuhkan.” katanya

Sementara itu, soal nasib Tenaga Honorer Kategori K2 yang diminta mengikuti tes kembali, padahal nama-nama mereka sudah terdaftar dipusat untuk diangkat menjadi PNS, Wakil Bupati Pulau Morotai Asrun Padoma, menjelaskan bahwa, itu hanya untuk penertiban Honorer K2.

“Soal honorer K2, kita minta untuk daftar kembali pada perekrutmen TKD, ini hanya untuk menertibkan, jadi mereka tidak dicampur adukan dengan TKD, hal ini dilakukan karna setelah di identifikasi nama-nama honorer kategori K2 banyak sudah tidak berada di morotai. Maka nama-nama yang sudh tidak berada di morotai akan di coret, jadi honorer katagaori K2 tidak usah risau karna pemda hanya menertibkan kembali” jelas Wabub Asrun Padoma saat ditemui wartawan i-malut.com diruang kerjanya, Senin.

Rekruimen TKD untuk umum oleh pemda Kabupaten Pulau Morotai, nampaknya mendapat tanggapan keras dari akademisi morotai, Irfan H. Abd Rahman. Menurut Irfan, Sebagimana dalil awal disampaikan oleh Pemkab Pulau Morotai bahwa, rekruimen TKD hanya diperuntukan bagi putra-putri morotai, kenapa sekarang dibuka untuk umum.

“Saya meminta kepada Panitia dan Kaban BKD agar bekerja secara profesional dan transparan, mengingat tes ini dilakukan secara manual sehingga memiliki potensi terjadinya kecurangan.” tegas Irfan melalui WhatsApp yang kirim ke wartawan i-malut.com, Senin, (22/1/2018) malam.

Lebih lanjut Irfan mengatakan, berbeda jika tes yang dilakukan berbasis komputerisasi seperti sistem CAT yang sering digunakan oleh BKN dalam setiap rekrutmen CPNS. Ia meminta agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan, Kaban BKD bersama Pantia harus bisa menjamin proses seleksi benar sesuai dengan ekspektasi publik dan tanpa diintervensi oleh pihak manapun.

Untuk diketahui, rekruitmen TKD ini dibuka sejak bulan desember 2017. Proses tes untuk sarjana, diploma III dan diploma II sudah dimulai sejak tanggal 10 Januari 2018 lalu. Untuk pendaftar yang berijazah SMA, pelaksana tesnya pada tanggal 27 januari 2018 mendatang.

Sementara untuk panitia Rekruimen TKD berasal dari Unkhair Ternate yang Ketuai oleh Rektor Unkhair. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejolak dan diharapkan masyarakat dapat menerima hasil tes demi menjaga ketertiban untuk kemajuan Pulau Morotai.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Buka Pendaftaran TKD Pulau Morotai, Peserta Membludak

i-malut.com, MOROTAI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai membuka tes penerimaan Tenaga Kontrak Daerah (TKD). hal ini dituangkan dalam Keputusan Bupati Pulau Morotai, nomor 781/367/PM/2017, tentang Pembentukan Panitia Seleksi Terbuka Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2017/2018.

Penerimaan TKD ini tidak dibatasi hanya untuk Tenaga Honorer yang telah lama bekerja di Kab. Pulau Morotai, akan tetapi di buka untuk umum,

“Penerimaan TKD di Pemda Morotai dibuka untuk umum, jadi masyarakat yang blum honorpun bisa mendaftar untuk ikut tes” jelas Kaban BKD, Ansar Tibu SH, diruang kerjanya, Selasa, (23/1/2018)

Bahkan menurut Ansar, Tenaga Honorer Katagori K2 juga di wajibkan mendaftar kembali untuk mengikuti tes ini,

“Iya benar honorer kategori K2 juga wajib ikut mendaftar kembali untuk mengikuti tes ini” cetusnya.

Mengenai kualifikasi tingkat pendidikan yang diterima, Ansar menjelaskan, Sarjana, DIII, DII dan SMA, dengan kuota yang akan diterima yakni guru SMP, SD dan TK sebanyak 540 orang, Tenaga Kesehatan sebanyak 146 orang dan untuk umum sarjana dan SMA sebanyak 350 orang, serta kategori K2 263 orang, maka jumlah total pada penerimaan TKD ini sebanyak 1.299 orang.

Lanjut dia, Jumlah penerimaan ini tidak berbanding lurus dengan jumlah peminat TKD yang mendaftar.

“Jumlah yang mendaftar untuk mengikuti tes TKD ini sangat banyak, yakni untuk S1, D3 dan D2 yang mendaftar sebanyak 1088 orang dan untuk SMA sebanyak 2098 orang. Totalnya pendaftar sebanyak 3.186 orang, jumlahnya hampir tiga kali lipat dari jumlah yang dibutuhkan.” katanya

Sementara itu, soal nasib Tenaga Honorer Kategori K2 yang diminta mengikuti tes kembali, padahal nama-nama mereka sudah terdaftar dipusat untuk diangkat menjadi PNS, Wakil Bupati Pulau Morotai Asrun Padoma, menjelaskan bahwa, itu hanya untuk penertiban Honorer K2.

“Soal honorer K2, kita minta untuk daftar kembali pada perekrutmen TKD, ini hanya untuk menertibkan, jadi mereka tidak dicampur adukan dengan TKD, hal ini dilakukan karna setelah di identifikasi nama-nama honorer kategori K2 banyak sudah tidak berada di morotai. Maka nama-nama yang sudh tidak berada di morotai akan di coret, jadi honorer katagaori K2 tidak usah risau karna pemda hanya menertibkan kembali” jelas Wabub Asrun Padoma saat ditemui wartawan i-malut.com diruang kerjanya, Senin.

Rekruimen TKD untuk umum oleh pemda Kabupaten Pulau Morotai, nampaknya mendapat tanggapan keras dari akademisi morotai, Irfan H. Abd Rahman. Menurut Irfan, Sebagimana dalil awal disampaikan oleh Pemkab Pulau Morotai bahwa, rekruimen TKD hanya diperuntukan bagi putra-putri morotai, kenapa sekarang dibuka untuk umum.

“Saya meminta kepada Panitia dan Kaban BKD agar bekerja secara profesional dan transparan, mengingat tes ini dilakukan secara manual sehingga memiliki potensi terjadinya kecurangan.” tegas Irfan melalui WhatsApp yang kirim ke wartawan i-malut.com, Senin, (22/1/2018) malam.

Lebih lanjut Irfan mengatakan, berbeda jika tes yang dilakukan berbasis komputerisasi seperti sistem CAT yang sering digunakan oleh BKN dalam setiap rekrutmen CPNS. Ia meminta agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan, Kaban BKD bersama Pantia harus bisa menjamin proses seleksi benar sesuai dengan ekspektasi publik dan tanpa diintervensi oleh pihak manapun.

Untuk diketahui, rekruitmen TKD ini dibuka sejak bulan desember 2017. Proses tes untuk sarjana, diploma III dan diploma II sudah dimulai sejak tanggal 10 Januari 2018 lalu. Untuk pendaftar yang berijazah SMA, pelaksana tesnya pada tanggal 27 januari 2018 mendatang.

Sementara untuk panitia Rekruimen TKD berasal dari Unkhair Ternate yang Ketuai oleh Rektor Unkhair. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejolak dan diharapkan masyarakat dapat menerima hasil tes demi menjaga ketertiban untuk kemajuan Pulau Morotai.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER