Tak Cukup Dana, Tes TKD Pulau Morotai Terancam Batal

i-malut.com, MOROTAI – Informasi yang beredar di masyarakat bahwa, Anggaran Panitia Seleksi Penerimaan TKD Kabupaten Pulau Morotai tidak mencukupi untuk membiayai kerja-kerja Panitia, sehingga bila kendala ini tidak diatasi maka tes TKD terancam di batalkan.

Kaban BKD Kabupaten Pulau Morotai, Ansar Tibu, SH, ketika dikonfirmasi i-malut.com, diruang kerjanya, Selasa, (23/1/2018) pagi tadi, membenarkan adanya keterbatasan dana tes TKD tersebut.

“Iya dananya hanya 200 juta, sehingga pihak Unkhair dalam hal ini sebagai Panitia mengeluhkan hal ini ke saya.” jelasnya, Selasa

Menurut Ansar, keluhan panitia ini sudah ditindak lanjuti tapi belum ada hasilnya sampai saat ini.

“Saya sudah melapor ke Sekda soal permintaan tambahan dana oleh panitia karna dianggap terlalu kecil dan tidak cukup, tapi kita masih menunggu Sekda yang masih berada diluar daerah. Tetapi saya berharap ini secepatnya dipenuhi agar tes ini tidak tersendat sendat prosesnya” harap Ansar.

Soal permintaan penambahan dana oleh Panitia ini juga di tanggapi positif oleh Akademisi UNIPAS Pulau Morotai, Irfan H Abd Rachman. Hemat Akademisi UNIPAS ini bahwa, permintaan tambahan anggaran oleh Panitia yang sebelumnya hanya sebesar 200 juta adalah sah-sah saja. Pemkab Pulau Morotai tidak ada alasan untuk tidak memenuhinya, karena akan beresiko.

“Jika tidak dipenuhi, saya kuatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya panitia bekerja tidak profesional dan tidak menutup kemungkinan, boleh jadi suap-menyuappun tidak bisa dihindari.” jelas Irfan penuh cemas.

Lebih lanjut Irfan mengatakan, secara pribadi Ia menilai, hingga saat ini gelombang protes terhadap pelaksanaan tes TKD masih saja dilakukan oleh sejumlah OKP dan masyarakat. Hal ini menunjukan adanya perhatian serius terhadap proses ini.

“Pemkab Morotai harus bisa memastikan, Panitia penyelenggara dapat bekerja secara profesional, transpran dan akuntabel dengan memenuhi permintaan mereka. Selama panitia dapat mempertanggungjawabkan anggran itu tidak masalah. “Harapnya.

Dia juga meminta, kalaupun Pemkab Morotai tidak dapat memenuhi permintaan anggaran oleh Panitia maka, baiknya tes ini ditiadakan atau dibatalkan, sehingga proses rekrutmen TKD hanya menyeleksi kelengkapan administrasi sesuai dengan yang disyaratkan.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tak Cukup Dana, Tes TKD Pulau Morotai Terancam Batal

i-malut.com, MOROTAI – Informasi yang beredar di masyarakat bahwa, Anggaran Panitia Seleksi Penerimaan TKD Kabupaten Pulau Morotai tidak mencukupi untuk membiayai kerja-kerja Panitia, sehingga bila kendala ini tidak diatasi maka tes TKD terancam di batalkan.

Kaban BKD Kabupaten Pulau Morotai, Ansar Tibu, SH, ketika dikonfirmasi i-malut.com, diruang kerjanya, Selasa, (23/1/2018) pagi tadi, membenarkan adanya keterbatasan dana tes TKD tersebut.

“Iya dananya hanya 200 juta, sehingga pihak Unkhair dalam hal ini sebagai Panitia mengeluhkan hal ini ke saya.” jelasnya, Selasa

Menurut Ansar, keluhan panitia ini sudah ditindak lanjuti tapi belum ada hasilnya sampai saat ini.

“Saya sudah melapor ke Sekda soal permintaan tambahan dana oleh panitia karna dianggap terlalu kecil dan tidak cukup, tapi kita masih menunggu Sekda yang masih berada diluar daerah. Tetapi saya berharap ini secepatnya dipenuhi agar tes ini tidak tersendat sendat prosesnya” harap Ansar.

Soal permintaan penambahan dana oleh Panitia ini juga di tanggapi positif oleh Akademisi UNIPAS Pulau Morotai, Irfan H Abd Rachman. Hemat Akademisi UNIPAS ini bahwa, permintaan tambahan anggaran oleh Panitia yang sebelumnya hanya sebesar 200 juta adalah sah-sah saja. Pemkab Pulau Morotai tidak ada alasan untuk tidak memenuhinya, karena akan beresiko.

“Jika tidak dipenuhi, saya kuatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya panitia bekerja tidak profesional dan tidak menutup kemungkinan, boleh jadi suap-menyuappun tidak bisa dihindari.” jelas Irfan penuh cemas.

Lebih lanjut Irfan mengatakan, secara pribadi Ia menilai, hingga saat ini gelombang protes terhadap pelaksanaan tes TKD masih saja dilakukan oleh sejumlah OKP dan masyarakat. Hal ini menunjukan adanya perhatian serius terhadap proses ini.

“Pemkab Morotai harus bisa memastikan, Panitia penyelenggara dapat bekerja secara profesional, transpran dan akuntabel dengan memenuhi permintaan mereka. Selama panitia dapat mempertanggungjawabkan anggran itu tidak masalah. “Harapnya.

Dia juga meminta, kalaupun Pemkab Morotai tidak dapat memenuhi permintaan anggaran oleh Panitia maka, baiknya tes ini ditiadakan atau dibatalkan, sehingga proses rekrutmen TKD hanya menyeleksi kelengkapan administrasi sesuai dengan yang disyaratkan.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER