Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Indari Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Halsel

i-malut.com, LABUHA – Kepala Desa Indari Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Jufri Arif, diduga melakukan penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2017 senilai ratusan juta rupiah. Atas dugaan tersebut, yang bersangkutan telah dilaporkan oleh masyarakat Desa Indari ke Kejaksaan Negeri Kab. Halsel, pada tanggal 2 januari 2017 dan diterima langsung oleh A Fadilah SH.

Hal ini disampaikan Saiful Arfa, salah satu tokoh masyarakat Desa Indari kepada i-malut.com, Rabu (24/01/2018) melalui saluran telepon. Saiful mengaku dirinya bersama masyarakat Desa Indari telah mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan guna melaporkan Jufri Arif karena yang bersangkutan di duga telah melakukan penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2017 senilai ratusan juta rupiah.

Lebih lanjut, kata Saiful, Kades Indari Jufri Ali tidak pernah melibatkan masyarakat pada pekerjaan pembangunan infrastruktur Desa di tahun 201, baik pada progres pekerjaan 40% maupun 60%,  sehingga semua pekerjaan infrastruktur fisik di Desa tersebut tidak terselesaikan 100%.

Bahkan menurut Saiful, laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa untuk pembangunan fisik yang dimasukkan ke DPMD Halsel diduga direkayasa. Ia menambahkan, pekerjaan fisik yang menggunakan Dana Desa tahun 2017 yang belum selesai dikerjakan diantaranya pembangunan MCK, Pembangunan Kantor Desa, Pembangunan Kantor Bumdes, dan Pekerjaan Air Bersih, yang hingga kini masih terbengkalai.

“Kami mendesak kepada Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan agar segera melakukan pemeriksaan terhadap kepala Desa Indari Jufri Arif yang diduga melakukan penyelewengan Dana Desa ratusan juta di tahun 2017.” pinta Saiful

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kab. Halsel, Ziko Exstrada, saat di konfirmasi, Rabu (24/01/2018) melalui saluran teleponnya, mengatakan, pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan akan memproses kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) yang di lakukan oleh Kades Indari, Jufri Arif.

“Sekarang kasus penyelewengan dana Desa masih didalami.” cetusnya Ziko

Sementara itu, Kepala Desa Indari kecamatan Bacan Barat Kab. Halsel, Jufri Arif, saat di konfirmasi melalui saluran teleponnya, Rabu (24/01/2018) membantah keras tuduhan tersebut. Menurut Jufri beberapa item yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan tersebut masih dalam proses pengerjaan.

“jadi itu tidak benar dan gedung Bumdes juga baru plesteran jadi keterlambatan pekerjaan fisik di Desa indari itu karena faktor tarik menarik yang mempengaruhi waktu pekerjaan kegiatan, bukan tidak selesai.” pungkas Jufri

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Indari Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Halsel

i-malut.com, LABUHA – Kepala Desa Indari Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Jufri Arif, diduga melakukan penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2017 senilai ratusan juta rupiah. Atas dugaan tersebut, yang bersangkutan telah dilaporkan oleh masyarakat Desa Indari ke Kejaksaan Negeri Kab. Halsel, pada tanggal 2 januari 2017 dan diterima langsung oleh A Fadilah SH.

Hal ini disampaikan Saiful Arfa, salah satu tokoh masyarakat Desa Indari kepada i-malut.com, Rabu (24/01/2018) melalui saluran telepon. Saiful mengaku dirinya bersama masyarakat Desa Indari telah mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan guna melaporkan Jufri Arif karena yang bersangkutan di duga telah melakukan penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2017 senilai ratusan juta rupiah.

Lebih lanjut, kata Saiful, Kades Indari Jufri Ali tidak pernah melibatkan masyarakat pada pekerjaan pembangunan infrastruktur Desa di tahun 201, baik pada progres pekerjaan 40% maupun 60%,  sehingga semua pekerjaan infrastruktur fisik di Desa tersebut tidak terselesaikan 100%.

Bahkan menurut Saiful, laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa untuk pembangunan fisik yang dimasukkan ke DPMD Halsel diduga direkayasa. Ia menambahkan, pekerjaan fisik yang menggunakan Dana Desa tahun 2017 yang belum selesai dikerjakan diantaranya pembangunan MCK, Pembangunan Kantor Desa, Pembangunan Kantor Bumdes, dan Pekerjaan Air Bersih, yang hingga kini masih terbengkalai.

“Kami mendesak kepada Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan agar segera melakukan pemeriksaan terhadap kepala Desa Indari Jufri Arif yang diduga melakukan penyelewengan Dana Desa ratusan juta di tahun 2017.” pinta Saiful

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kab. Halsel, Ziko Exstrada, saat di konfirmasi, Rabu (24/01/2018) melalui saluran teleponnya, mengatakan, pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan akan memproses kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) yang di lakukan oleh Kades Indari, Jufri Arif.

“Sekarang kasus penyelewengan dana Desa masih didalami.” cetusnya Ziko

Sementara itu, Kepala Desa Indari kecamatan Bacan Barat Kab. Halsel, Jufri Arif, saat di konfirmasi melalui saluran teleponnya, Rabu (24/01/2018) membantah keras tuduhan tersebut. Menurut Jufri beberapa item yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan tersebut masih dalam proses pengerjaan.

“jadi itu tidak benar dan gedung Bumdes juga baru plesteran jadi keterlambatan pekerjaan fisik di Desa indari itu karena faktor tarik menarik yang mempengaruhi waktu pekerjaan kegiatan, bukan tidak selesai.” pungkas Jufri

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER