Bupati Pangkas Dana Hibah, Kampus UNIPAS Morotai Terancam Ditutup

i-malut.com, MOROTAI – Janji Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Beny Laos akan memajukan pendidikan ketika terpilih menjadi Bupati Kabupaten Pulau Morotai ternyata hanya isapan jempol belaka. Fenomena ini ditanggapi serius mahasiswa Universitas Pasific (UNIPAS) beserta Dosennya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara di Unipas, saat menghubungi wartawan i-malut.com menyampaikan bahwa, Bupati Beny Laos kesanya hanya pandai membangun opini tanpa bukti.

“Dengan memangkas Dana Operasional Unipas yang bersumber dari Dana Hibah adalah bukti Bupati Pulau Morotai telah mengingkari Sabdanya ketika saat pilkada morotai berlangsung tahun 2017 waktu itu. Janjinya membangun 5000 lapangan kerja yang didalamnya meningkatkan sektor pendidikan gratis, untuk memaksimalkan pendidikan di Morotai yang merupakan program prioritas Bupati. Sesuai janji politik Bupati, bagi saya ini semua hanya siasat dan trik saja untuk memenangkan beliau sebagai Bupati di morotai.” sembur Jhulkifli Samania, Kamis (25/1/2018)

Lanjut dia, apa yang di ucapkan Bupati selama ini tidak benar dan hanya kamuflase belaka. Bupati harusnya paham bahwa pendidikan merupakan hal terpenting dalam hidup manusia. Manusia tanpa pendidikan tidak mampu menjadi manusia seutuhnya.

“Apalagi pendidikan merupakan sesuatu yang bersifat konstitusional. Negara menjaminkan setiap warga indonesia untuk berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak oleh pemerintah.” pungkasnya

Selaku Ketua HMJ Unipas, dirinya merasa perbuatan Pemda Morotai ibarat membunuh ikon pembangunan manusia, sebab dari semua yang dilakukan pemda justru mempersulit Generasi muda morotai.

“Padahal dari sekian Bupati, tidak pernah ada masalah tentang urusan pendidikan, karna kami merasakan itu sebelumnya. Dari sejumlah Bupati yang pernah menjabat di Mororai, Bupati Beny Laos yang paling parah kinerja dan kebijakannya. Pemda seolah-olah alergi dengan pendidikan untuk jenjang tinggi, saya berharap agar Bupati Morotai untuk bisa berpikir dua kali tentang morotai saat ini.” tegasnya penuh harap.

Sementara itu, Dosen Unipas Morotai mengutuk keras kebijakan Bupati Pulau Morotai yang tidak populis, dengan menghapus dana Hibah Unipas.

“Sebagai Akademisi Unipas Morotai, kami mengutuk keras kebijakan Bupati yang menghilangkan dana hibah, karna secara perlahan telah membunuh keberadaan Kampus Unipas di Pulau Morotai. ” kecam Fandi Latif, Dosen Fisip Unipas Morotai, diruang sidang DPRD Morotai, Kamis (25/1/2018)

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

Babinsa dekati Pemuda, untuk jauhi Miras

Sanana -- Baru-baru ini Serda. Rusman Soamole, Anggota TNI Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Pelita Jaya-Kec. Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula...

Kepada massa Aksi APHS, Ketua DPRD Tawarkan Forum...

Sanana -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Sinaryo Thes, menawarkan Forum Bersama (Forum Rakyat-red) saat beraudiensi dengan puluhan massa Aksi dari Aliansi Peduli Hai...

Jargon Aksi Nyentrik iringi APHS Demo Bupati FAM

Sanana -- Berbagai Spanduk dan Poster yang menjadi Jargon Aksi APHS (Aliansi Pemuda Hai Sua) pada aksi mereka yang ke II, di Kantor Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kantor...

Gelar Aksi di Kantor Dispora Malut, Sejumlah Atlet...

Sofifi -- Menuntut hak merupakan sesuatu yang wajar bagi setiap orang yang telah memenuhi kewajibannya, tak terkecuali para atlet Maluku Utara yang hingga saat ini uang sakunya selama dua...

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea, Kec. Sanana Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Pendemo teriakkan Fifian Adeningsih...

BERITA UTAMA

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea,...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

ARTIKEL TERKAIT

Bupati Pangkas Dana Hibah, Kampus UNIPAS Morotai Terancam Ditutup

i-malut.com, MOROTAI – Janji Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Beny Laos akan memajukan pendidikan ketika terpilih menjadi Bupati Kabupaten Pulau Morotai ternyata hanya isapan jempol belaka. Fenomena ini ditanggapi serius mahasiswa Universitas Pasific (UNIPAS) beserta Dosennya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara di Unipas, saat menghubungi wartawan i-malut.com menyampaikan bahwa, Bupati Beny Laos kesanya hanya pandai membangun opini tanpa bukti.

“Dengan memangkas Dana Operasional Unipas yang bersumber dari Dana Hibah adalah bukti Bupati Pulau Morotai telah mengingkari Sabdanya ketika saat pilkada morotai berlangsung tahun 2017 waktu itu. Janjinya membangun 5000 lapangan kerja yang didalamnya meningkatkan sektor pendidikan gratis, untuk memaksimalkan pendidikan di Morotai yang merupakan program prioritas Bupati. Sesuai janji politik Bupati, bagi saya ini semua hanya siasat dan trik saja untuk memenangkan beliau sebagai Bupati di morotai.” sembur Jhulkifli Samania, Kamis (25/1/2018)

Lanjut dia, apa yang di ucapkan Bupati selama ini tidak benar dan hanya kamuflase belaka. Bupati harusnya paham bahwa pendidikan merupakan hal terpenting dalam hidup manusia. Manusia tanpa pendidikan tidak mampu menjadi manusia seutuhnya.

“Apalagi pendidikan merupakan sesuatu yang bersifat konstitusional. Negara menjaminkan setiap warga indonesia untuk berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak oleh pemerintah.” pungkasnya

Selaku Ketua HMJ Unipas, dirinya merasa perbuatan Pemda Morotai ibarat membunuh ikon pembangunan manusia, sebab dari semua yang dilakukan pemda justru mempersulit Generasi muda morotai.

“Padahal dari sekian Bupati, tidak pernah ada masalah tentang urusan pendidikan, karna kami merasakan itu sebelumnya. Dari sejumlah Bupati yang pernah menjabat di Mororai, Bupati Beny Laos yang paling parah kinerja dan kebijakannya. Pemda seolah-olah alergi dengan pendidikan untuk jenjang tinggi, saya berharap agar Bupati Morotai untuk bisa berpikir dua kali tentang morotai saat ini.” tegasnya penuh harap.

Sementara itu, Dosen Unipas Morotai mengutuk keras kebijakan Bupati Pulau Morotai yang tidak populis, dengan menghapus dana Hibah Unipas.

“Sebagai Akademisi Unipas Morotai, kami mengutuk keras kebijakan Bupati yang menghilangkan dana hibah, karna secara perlahan telah membunuh keberadaan Kampus Unipas di Pulau Morotai. ” kecam Fandi Latif, Dosen Fisip Unipas Morotai, diruang sidang DPRD Morotai, Kamis (25/1/2018)

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM)...

Pilkada Halut Usai, DPRD Paripurna Penetapan Bupati dan...

Tobelo -- Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tahun 2020, kini...

Babinsa dekati Pemuda, untuk jauhi Miras

Sanana -- Baru-baru ini Serda. Rusman Soamole, Anggota TNI Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana yang bertugas sebagai...

Jargon Aksi Nyentrik iringi APHS Demo Bupati FAM

Sanana -- Berbagai Spanduk dan Poster yang menjadi Jargon Aksi APHS (Aliansi Pemuda Hai Sua)...

Siap Tabuh Genderang Perang, jika Bupati membawa Dendam

Sanana -- Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Kepulauan Sula...

Tak Punya Izin Usaha, SatPol PP Bongkar 7...

Ternate -- Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Ternate pada Senin (14/6) tadi...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...