Pasca Negosiasi, Akses Jalan Loloda-Galela Kembali Normal

i-malut.com, TOBELO – Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh 10 Desa di Galela Barat yang tergabung dalam petani penggarap lahan ex PT. Global Agronusa, yang berlangsung selama dua hari sejak Senin, 29 Januari 2018 kemarin hingga Selasa, 30 Januari 2018, yang menyebabkan akses jalan Galela-Loloda lumpuh total, kini sudah kembali normal.

Diawali dengan negosiasi secara persuasif melibatkan pihak Kodim 1508 Tobelo, Polres Halut, Kesbangpol, Camat dan Kepala Desa, akhirnya siang tadi tepat pukul 13:00 WIT, barulah masyarakat petani mulai membuka ases jalan yang menghubungkan Kecamatan Galela dengan Kecamatan Loloda.

Kepada i-malut.com, Kepala Kesbangpol Halut, Wenas Rompis, menjelaskan bahwa selama kurang lebih dua hari akses jalan Galela-Loloda maupun sebaliknya lumpuh total akibat aksi unjuk rasa yang dialkukan oleh petani penggarap lahan terhadap pihak persusahan PT. Global Agronusa.

“Dengan pendekatan yang kami lakukan, maka masyarakat tani tersebut dapat membuka akses jalan dan hingga saat ini kondisi keamanan kamtibmas aman dan kondusif.” ujar Wenas, Selasa (30/1/2018).

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Pasca Negosiasi, Akses Jalan Loloda-Galela Kembali Normal

i-malut.com, TOBELO – Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh 10 Desa di Galela Barat yang tergabung dalam petani penggarap lahan ex PT. Global Agronusa, yang berlangsung selama dua hari sejak Senin, 29 Januari 2018 kemarin hingga Selasa, 30 Januari 2018, yang menyebabkan akses jalan Galela-Loloda lumpuh total, kini sudah kembali normal.

Diawali dengan negosiasi secara persuasif melibatkan pihak Kodim 1508 Tobelo, Polres Halut, Kesbangpol, Camat dan Kepala Desa, akhirnya siang tadi tepat pukul 13:00 WIT, barulah masyarakat petani mulai membuka ases jalan yang menghubungkan Kecamatan Galela dengan Kecamatan Loloda.

Kepada i-malut.com, Kepala Kesbangpol Halut, Wenas Rompis, menjelaskan bahwa selama kurang lebih dua hari akses jalan Galela-Loloda maupun sebaliknya lumpuh total akibat aksi unjuk rasa yang dialkukan oleh petani penggarap lahan terhadap pihak persusahan PT. Global Agronusa.

“Dengan pendekatan yang kami lakukan, maka masyarakat tani tersebut dapat membuka akses jalan dan hingga saat ini kondisi keamanan kamtibmas aman dan kondusif.” ujar Wenas, Selasa (30/1/2018).

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER