Oknum Intel Polres Halsel Tak Ijinkan Wartawan Meliput RDP DPRD Halsel dengan Para Kades

i-malut.com, LABUHA – Aksi salah seorang oknum Intel Polres Halsel yang tidak mengijinkan wartawan untuk melakukan peliputan, mendapat kecam dari Komunitas Jurnalis Halsel (KJH). Pasalnya, tindakan tersebut dinilai telah menghalang-halangi wartawan saat meliput.

Kejadian itu bermula ketika para Kepala Desa yang usai melakukan demonstrasi di Kantor Bupati, Kantor BPKAD dan terakhir di Sekretariat DPRD Halsel di terima oleh Komisi I DPRD Halsel untuk melaksnakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). RDP tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Abdullah Madjid.

Ironisnya, oknum Intel Polres Halsel tak mengijinkan awak media untuk meliput jalannya RDP dengan alasan rapat itu tertutup. Alhasil, RDP yang seharusnya bersifat terbuka itu justru menimbulkan tanda tanya.

Wartawan, yang diusir saat ditemui di sekretariat DPRD menyampaikan, pihaknya tidak menerima perlakuan oknum Intel Halsel tersebut lantaran dirinya diminta untuk keluar dari ruangan.

“Keluar dulu. Ini rapat tertutup, sembari mendorong keluar” kata Sahril Samad, wartawan media online gamalamanews meniru perkataan dan tindakan oknum Intel Polres Halsel, Senin (5/1/2018)

Sahril menilai, hal ini terlalu politis. “Banyak kawan-kawan intel juga didalam, kenapa kami yang dikeluarkan,” ujarnya menyayangkan.

Pernyataan tegaspun datang dari Ketua KJ H Halsel, Irwan Marsaoly, yang kesal terhadap kejadian tersebut. Menurut Dia, tindakan Oknum Intelpol itu melecehkan profesi wartawan.

“Kita juga punya aturan, jadi jangan seenaknya mengusir wartawan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Halsel Gufran Mahmud, mengecam keras tindakan oknum anggota Intel Polres tersebut.

“Dalam tata tertib Dewan, pembahasan tertutup hanya diterapkan pada rapat pembahasan keuangan negara, karena jangan sampai mengganggu stabilitas publik,” ujarnya.

Menurutnya, Alokasi Dana Desa sudah ditetapkan dalam dokumen APBD tahun berjalan. Karena itu, pembahasan terkait anggaran tersebut tak perlu lagi ditutup-tutupi.

“Pertemuan ini seharusnya dipublikasikan. Secara pribadi saya menyayangkan sikap Komisi I dan oknum Intel tersebut,” tegas Gufran.

Sementara itu, Kapolres Halsel, AKBP Irfan SP Marpaung mengaku, belum menerima informasi terkait adanya pengusiran awak media dari lokasi RDP. Ia berjanji akan mengusutnya.

“Saya cek terlebih dahulu kebenaran dan kronologisnya,” tandasnya.

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Oknum Intel Polres Halsel Tak Ijinkan Wartawan Meliput RDP DPRD Halsel dengan Para Kades

i-malut.com, LABUHA – Aksi salah seorang oknum Intel Polres Halsel yang tidak mengijinkan wartawan untuk melakukan peliputan, mendapat kecam dari Komunitas Jurnalis Halsel (KJH). Pasalnya, tindakan tersebut dinilai telah menghalang-halangi wartawan saat meliput.

Kejadian itu bermula ketika para Kepala Desa yang usai melakukan demonstrasi di Kantor Bupati, Kantor BPKAD dan terakhir di Sekretariat DPRD Halsel di terima oleh Komisi I DPRD Halsel untuk melaksnakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). RDP tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Abdullah Madjid.

Ironisnya, oknum Intel Polres Halsel tak mengijinkan awak media untuk meliput jalannya RDP dengan alasan rapat itu tertutup. Alhasil, RDP yang seharusnya bersifat terbuka itu justru menimbulkan tanda tanya.

Wartawan, yang diusir saat ditemui di sekretariat DPRD menyampaikan, pihaknya tidak menerima perlakuan oknum Intel Halsel tersebut lantaran dirinya diminta untuk keluar dari ruangan.

“Keluar dulu. Ini rapat tertutup, sembari mendorong keluar” kata Sahril Samad, wartawan media online gamalamanews meniru perkataan dan tindakan oknum Intel Polres Halsel, Senin (5/1/2018)

Sahril menilai, hal ini terlalu politis. “Banyak kawan-kawan intel juga didalam, kenapa kami yang dikeluarkan,” ujarnya menyayangkan.

Pernyataan tegaspun datang dari Ketua KJ H Halsel, Irwan Marsaoly, yang kesal terhadap kejadian tersebut. Menurut Dia, tindakan Oknum Intelpol itu melecehkan profesi wartawan.

“Kita juga punya aturan, jadi jangan seenaknya mengusir wartawan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Halsel Gufran Mahmud, mengecam keras tindakan oknum anggota Intel Polres tersebut.

“Dalam tata tertib Dewan, pembahasan tertutup hanya diterapkan pada rapat pembahasan keuangan negara, karena jangan sampai mengganggu stabilitas publik,” ujarnya.

Menurutnya, Alokasi Dana Desa sudah ditetapkan dalam dokumen APBD tahun berjalan. Karena itu, pembahasan terkait anggaran tersebut tak perlu lagi ditutup-tutupi.

“Pertemuan ini seharusnya dipublikasikan. Secara pribadi saya menyayangkan sikap Komisi I dan oknum Intel tersebut,” tegas Gufran.

Sementara itu, Kapolres Halsel, AKBP Irfan SP Marpaung mengaku, belum menerima informasi terkait adanya pengusiran awak media dari lokasi RDP. Ia berjanji akan mengusutnya.

“Saya cek terlebih dahulu kebenaran dan kronologisnya,” tandasnya.

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER