Usai Geledah Ruangan Bupati Haltim, Hendri; Pekan Depan Rudi Kembali Diperiksa

i-malut.com, MABA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), pada Senin (5/2/2018), Kedatangan tamu istimewa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). kedatangan Penyidik KPK tersebut terkait dengan penetapan Bupati Haltim, Rudy Erawan sebagai tersangka dugaan suap.

Sebanyak 7 orang tim penyidik KPK tiba di Kantor Bupati, pagi tadi sekitar pukul 9.30 WIT. Tim penyidik KPK yang dipimpin langsung AKBP Hendri N Christian langsung melakukan penggeledahan diruangan bupati yang terletak dilantai dua Kantor Bupati. Selain ruangan milik orang nomor satu di Pemkab Haltim itu, penyidik KPK juga menggeledah sejumlah ruangan diantaranya, Badan Kepegawain Daerah (BKD). Penyidik KPK terlihat berulang kali keluar masuk ruangan BKD, terakhir tim penyidik KPK masuk keruangan tersebut pada Pukul 11.30 WIT.

Setelah ruangan BKD, tim penyidik KPK menggeledah ruangan Bagian Umum pada pukil 11.47 WIT. Penyidik KPK terlihat keluar masuk di ruang tersebut untuk mencari dokumen penting berupa Daftar Gaji Bupati, Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD) serta SK Pelantik dan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati periode 2005-2010, 2010-2015, dan 2015-2020.

“Mereka (KPK), minta daftar gaji, SPPD serta SK Pelantikan,” kata Kepala BKD Kab. Haltim, Ismail Mahmud, Senin (5/2/2018)

Selain itu, tim penyidik KPK juga meminta keterangan ke sejumlah pimpinan SKPD, salah satu diantaranya adalah, Kepala Inspektorat Enda Nurhayati. Tidak diketahui apa yang dibicarakan oleh tim penyidik KPK bersama sejumlah pimpinan SKPD di ruang rapat Bupati tersebut. Pasalnya, para awak media dilarang untuk masuk ke dalam ruangan.

Setalah kurang lebih 7 jam menggeledah Kantor Bupati Kab. Haltim, tim penyidik KPK barulah keluar dari kantor Bupati pada pukul 16.05 WIT. Tampak terlihat sejumlah dokumen penting yang dibawah oleh tim penyidik KPK. Selanjutnya pada pukul 16.18 WIT, tim penyidik KPK menuju ke Rumah Dinas Bupati yang terletak diperumahan DPRD Desa Soagiamalaha Kecamatan Kota Maba.

Tidak terlalu lama, tim penyidik KPK keluar dari Rumah Dinas Bupati, tepatnya pukul 17.00 WIT. Tidak ada dokumen penting yang ditemukan oleh tim penyidik KPK di dalam Rumah Bupati tersebut.

Asiten III Bidang Umum Pemkab Haltim, Tamrin Bahara yang mendampingi penydidik KPK mengklaim, tidak ada data atau dokumen terkait dengan kasus suap yang ditemukan penyidik.

“Hanya dua dokumen yang dibawa oleh (penyidik) KPK, yakni SK pemberhentian Wakil Bupati 2010, dan SK Pelantikan Bupati 2010-2015, serta SPJ (surat pertangngung jawaban) gaji Bupati (bulan) Januari sampai Desember 2015,” sebut Tamrin, Senin

Ketua Tim Penyidik KPK, Hendri N Christian juga menyebutkan hal yang sama. “(hanya)Dokumen Gaji Pak Bupati,” kata Hendri singkat, saat dicegat awak media di Kantor Bupati Haltim.

Pasca penetapan Rudy Erawan sebagai tersangka oleh KPK kata Hendri, hingga saat ini belum ada penahan terhadap Rudy. Sementara itu, untuk jadwal pemeriksaan Rudy sebagai tersangka Hendri mengatakan akan dilaksanakan pada senin pekan depan.

“Suda ada (jadwal), tanggal 12 Februari pemeriksaan hari senin,” beber Hendri, sambil meminta kepada para awak media untuk menanyakan langsung kasus tersebut ke Febri, juru bicara KPK.

Rep/Red : (All)

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6) tadi, resmi mengangkat Tommy S Pangi sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Kristen Nehemia Galela. Jabatan...

Kekuasaan

Aspek normatif, atau kritik-nilai analisis keputusan terlihat ketika kita menyadari bahwa pengetahuan yang relevan dengan keputusan mencakup antara dinamika "tujuan" dan "cara" yang sifatnya Valuatif. (Duncan MacRay, Jr "The...

Siap Tabuh Genderang Perang, jika Bupati membawa Dendam

Sanana -- Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Arif Umasugi yang juga merupakan ASN Senior di Pemda Sula, menyebut perbuatan pencopotan...

Dukung Program Pemerintah Soal Literasi Digital, Dit Intelkam...

Ternate –– Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intekam) Polda Maluku Utara gelar kegiatan Coffee Morning dengan tema, "Literasi Digital Solution Smart Island Dan Smart Goverment Provinsi Maluku Utara", bertempat...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh,...

Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana menjadi Pelaksana Program Serbuan Vaksin...

Sanana -- Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Sanana-Kodim 1510/Sula, Kapten. Abdul Malik Fudji, baru-baru ini menggelar rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Program Serbuan Vaksin bagi Masyarakat, yang menjadi Program TNI-AD. Rapat yang...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap) bagi perangkat desa, terhitung sekitar bulan Februari hingga Juni 2021 belum dibayar atau menunggak...

Fraksi-PD DPRD Kepsul Angkat bicara terkait Mutasi massal...

Sanana -- Akhirnya DPRD Kepsul angkat bicara terkait Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Walau belum secara kelembagaan, namun yang dilakukan Fraksi Partai...

PDAM Tegaskan Pihak X-Walikota Ternate Secepatnya Lunasi Tunggakan...

Ternate -- Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate telah memutuskan pelayanan air bersih dilingkup instansi X-Walikota Ternate. Pemutusan tersebut dilatarbelakangi banyaknya tunggakan rekening air yang belum dibayar senilai 200...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

ARTIKEL TERKAIT

Usai Geledah Ruangan Bupati Haltim, Hendri; Pekan Depan Rudi Kembali Diperiksa

-

i-malut.com, MABA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), pada Senin (5/2/2018), Kedatangan tamu istimewa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). kedatangan Penyidik KPK tersebut terkait dengan penetapan Bupati Haltim, Rudy Erawan sebagai tersangka dugaan suap.

Sebanyak 7 orang tim penyidik KPK tiba di Kantor Bupati, pagi tadi sekitar pukul 9.30 WIT. Tim penyidik KPK yang dipimpin langsung AKBP Hendri N Christian langsung melakukan penggeledahan diruangan bupati yang terletak dilantai dua Kantor Bupati. Selain ruangan milik orang nomor satu di Pemkab Haltim itu, penyidik KPK juga menggeledah sejumlah ruangan diantaranya, Badan Kepegawain Daerah (BKD). Penyidik KPK terlihat berulang kali keluar masuk ruangan BKD, terakhir tim penyidik KPK masuk keruangan tersebut pada Pukul 11.30 WIT.

Setelah ruangan BKD, tim penyidik KPK menggeledah ruangan Bagian Umum pada pukil 11.47 WIT. Penyidik KPK terlihat keluar masuk di ruang tersebut untuk mencari dokumen penting berupa Daftar Gaji Bupati, Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD) serta SK Pelantik dan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati periode 2005-2010, 2010-2015, dan 2015-2020.

“Mereka (KPK), minta daftar gaji, SPPD serta SK Pelantikan,” kata Kepala BKD Kab. Haltim, Ismail Mahmud, Senin (5/2/2018)

Selain itu, tim penyidik KPK juga meminta keterangan ke sejumlah pimpinan SKPD, salah satu diantaranya adalah, Kepala Inspektorat Enda Nurhayati. Tidak diketahui apa yang dibicarakan oleh tim penyidik KPK bersama sejumlah pimpinan SKPD di ruang rapat Bupati tersebut. Pasalnya, para awak media dilarang untuk masuk ke dalam ruangan.

Setalah kurang lebih 7 jam menggeledah Kantor Bupati Kab. Haltim, tim penyidik KPK barulah keluar dari kantor Bupati pada pukul 16.05 WIT. Tampak terlihat sejumlah dokumen penting yang dibawah oleh tim penyidik KPK. Selanjutnya pada pukul 16.18 WIT, tim penyidik KPK menuju ke Rumah Dinas Bupati yang terletak diperumahan DPRD Desa Soagiamalaha Kecamatan Kota Maba.

Tidak terlalu lama, tim penyidik KPK keluar dari Rumah Dinas Bupati, tepatnya pukul 17.00 WIT. Tidak ada dokumen penting yang ditemukan oleh tim penyidik KPK di dalam Rumah Bupati tersebut.

Asiten III Bidang Umum Pemkab Haltim, Tamrin Bahara yang mendampingi penydidik KPK mengklaim, tidak ada data atau dokumen terkait dengan kasus suap yang ditemukan penyidik.

“Hanya dua dokumen yang dibawa oleh (penyidik) KPK, yakni SK pemberhentian Wakil Bupati 2010, dan SK Pelantikan Bupati 2010-2015, serta SPJ (surat pertangngung jawaban) gaji Bupati (bulan) Januari sampai Desember 2015,” sebut Tamrin, Senin

Ketua Tim Penyidik KPK, Hendri N Christian juga menyebutkan hal yang sama. “(hanya)Dokumen Gaji Pak Bupati,” kata Hendri singkat, saat dicegat awak media di Kantor Bupati Haltim.

Pasca penetapan Rudy Erawan sebagai tersangka oleh KPK kata Hendri, hingga saat ini belum ada penahan terhadap Rudy. Sementara itu, untuk jadwal pemeriksaan Rudy sebagai tersangka Hendri mengatakan akan dilaksanakan pada senin pekan depan.

“Suda ada (jadwal), tanggal 12 Februari pemeriksaan hari senin,” beber Hendri, sambil meminta kepada para awak media untuk menanyakan langsung kasus tersebut ke Febri, juru bicara KPK.

Rep/Red : (All)

BERITA LAINNYA

UNUTARA Sebagai Pelopor Kampus Multi Toleransi di Maluku...

Ternate -- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XII provinsi Maluku-Maluku Utara telah menyelenggarakan evaluasi...

Ningsih jadikan TSK Pimpin Dinas Pendidikan Kepsul

Sanana -- Entah apa yang ada dibenak Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus (FAM) menjadikan seorang...

Gaji Guru dan PTT Disdik Kota Ternate Cair,...

Ternate -- Gaji Guru dan PTT Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate telah mencairkan. Hal tersebut...

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6)...

Bentuk Pemerintahan Desa, Kades Terpilih undang Babinsa Wainin

Sanana -- Langkah bijak dilakukan Usmono Gay, Kades Wainin Terpilih pada Pilkades Serentak Tahun 2021...

Dianggap Buat Terobosan Diawal kepemimpinan, Ketua DPC Gerindra...

Labuha - DPC Partai Gerindra Halmahera Selatan (Halsel), mengapresiasi kebijakan Bupati Usman Sidik terkait penataan...

TERPOPULER

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

Ningsih jadikan TSK Pimpin Dinas Pendidikan Kepsul

Sanana -- Entah apa yang ada dibenak Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus (FAM) menjadikan seorang Tersangka (TSK-red) pada suatu...