Badan Penangulangan Bencana Daerah Halut Bentuk Desa Tangguh Bencana

i-malut.com, TOBELO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menggerakkan seluruh kekuatan dalam rangka membentuk desa tangguh bencana. Dari 198 Desa di Kabupaten Halmahera Utara, sudah 120 desa telah dibentuk desa tangguh bencana.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Abner Manery, kepada i-malut.com, lewat sambungan telepon menjelaskan, BPBD Kabupaten Halmahera Utara sejak beberapa bulan lalu telah melakukan pembentukan desa tangguh bencana, dalam rangka mempermudah jangkauan informasi ketika terjadi bencana di desa masing masing.

Menurut Apner, bahwa mereka yang di rekrut di desa sebanyak 5 orang yang di beri tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Kami bekali mereka dengan diklat singkat terkait dengan bagaimana langkah-langkah penanggulangan dan sistem informasi, sehingga kami akan melengkapi mereka dengan Hotel Tenggo (HT). berharap bahwa apa yang terjadi di desa agar secepatnya disampaikan kepada kami.” ujar Abner, Rabu (7/2/2018)

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap-siagaan, Fredy Salama mengatakan, “BPBD Halut sudah menerima hasil analisa dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada beberapa potensi bahaya bencana di Kabupaten Halut, walaupun tahun kemarin BPBD belum mengetahuinya karena kita belum mengantongi data hasil analisa potensi bahaya untuk setiap bencana tapi, belum lama ini BPBD Halut sudah menerima Hasil analisa pemetaan potensi bahaya bencana,” tutur Fredy.

Hasil pemetaan potensi bahaya bencana yang terjadi di Kabupaten Halut menurut Fredy, diantaranya potensi bencana dengan kategori bencana Rendah seperti Banjir, letusan Gunung api Dukono, letusan gunung api Ibu. Sedangkan untuk kategori bencana Sedang diantaranya, kebakaran hutan dan lahan, juga tanah longsor. Sementara untuk kategori bencana Tinggi yaitu Banjir Bandang, Cuaca ekstrim, Gelombang ekstrim, Gelombang ekatrim dan abrasi, Gempa Bumi, Kekeringan dan Tsunami, jadi untuk mengantisipasi akan adanya bencana yang terjadi maka BPBD Kabupaten Halut, sudah membentuk Desa Tangguh Bencana.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Badan Penangulangan Bencana Daerah Halut Bentuk Desa Tangguh Bencana

i-malut.com, TOBELO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menggerakkan seluruh kekuatan dalam rangka membentuk desa tangguh bencana. Dari 198 Desa di Kabupaten Halmahera Utara, sudah 120 desa telah dibentuk desa tangguh bencana.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Abner Manery, kepada i-malut.com, lewat sambungan telepon menjelaskan, BPBD Kabupaten Halmahera Utara sejak beberapa bulan lalu telah melakukan pembentukan desa tangguh bencana, dalam rangka mempermudah jangkauan informasi ketika terjadi bencana di desa masing masing.

Menurut Apner, bahwa mereka yang di rekrut di desa sebanyak 5 orang yang di beri tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Kami bekali mereka dengan diklat singkat terkait dengan bagaimana langkah-langkah penanggulangan dan sistem informasi, sehingga kami akan melengkapi mereka dengan Hotel Tenggo (HT). berharap bahwa apa yang terjadi di desa agar secepatnya disampaikan kepada kami.” ujar Abner, Rabu (7/2/2018)

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap-siagaan, Fredy Salama mengatakan, “BPBD Halut sudah menerima hasil analisa dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada beberapa potensi bahaya bencana di Kabupaten Halut, walaupun tahun kemarin BPBD belum mengetahuinya karena kita belum mengantongi data hasil analisa potensi bahaya untuk setiap bencana tapi, belum lama ini BPBD Halut sudah menerima Hasil analisa pemetaan potensi bahaya bencana,” tutur Fredy.

Hasil pemetaan potensi bahaya bencana yang terjadi di Kabupaten Halut menurut Fredy, diantaranya potensi bencana dengan kategori bencana Rendah seperti Banjir, letusan Gunung api Dukono, letusan gunung api Ibu. Sedangkan untuk kategori bencana Sedang diantaranya, kebakaran hutan dan lahan, juga tanah longsor. Sementara untuk kategori bencana Tinggi yaitu Banjir Bandang, Cuaca ekstrim, Gelombang ekstrim, Gelombang ekatrim dan abrasi, Gempa Bumi, Kekeringan dan Tsunami, jadi untuk mengantisipasi akan adanya bencana yang terjadi maka BPBD Kabupaten Halut, sudah membentuk Desa Tangguh Bencana.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER