Operasi Pekat Polres Halut Menuai Protes

i-malut.com, TOBELO – Kegiatan operasi pekat yang dilakukan oleh Anggota Polres Halmahera Utara (Halut), Rabu 07/02/2018 malam, Meski tujuannya baik untuk memberantas penyakit masyarakat seperti Miras, Narkoba dan lainya, namun operasi Pekat yang dilaksankan pihak Mapolres Halut yang dipimpin Kasat Tahti Iptu Enos Sangel pada Rabu malam membuat sebagian warga di Pusat Kota Tobelo resah dan menyesalkan sikap pihak Kepolisian.

Pasalnya, dari Operasi Pekat yang dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIT,  menimpa Ridho yang juga berprofesi sebagai jurnalis pada salah satu media ternama di Maluku Utara.  Ridho yang sementara lelap tertidur, tiba-tiba dibangunkan dengan paksa  dengan cara mengetuj pintu dan jendela kamar oleh sejumlah oknum aparat kepolisian .

Penggrebekan dengan tanpa memperlihatkan surat tugas oleh aparat kepolisian yang terjadi di kos-kosan Depan Hotel Zhafira, Kampung Cina, Kota Tobelo, pada saat operasi pekat itu, dilakukan oleh aparat kepolisian yang berjumlah 15 orang yang datang disaat penghuni kosan sudah tertidur.

Kepada  i-malut.com Ridho menyesalkan dan mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh petugas operasi pekat.

“Ini orang sudah tidur, tiba-tiba datang membangunkan penghuni kosan yang sudah tertidur. apa maksudnya, operasi macam apa begini,”ungkap Ridho dan sebagian penghuni kos dengan nada kesal, kamis (8/2/2018).

Warga setempat yang melihat kegiatan operasi Pekat itu menilai kegiatan itu sudah tergolong unsur tindakan tidak menyenangkan. Selain itu langkah-langkah yang dilakukan oleh para petugas jelas-jelas keluar dari Standar Operasi (SOP) sehingga terkesan tidak Provesional karena mengganggu kenyamanan warga yang sudah tertidur.

“Saya kaget mendengar suara pintu dan jendela kamar saya di ketuk dengan sangat keras secara bersamaan, saya bergegas bangun dari tidur lalu saya membuka pintu kamar. Saat pintu dibuka ternyata diluar kamar ada kurang lebih 15 anggota dari Polres Halut berdiri di depan kamar saya berseragam lengkap, tanpa banyak basah basi sejumlah anggota itu tiba-tiba mengutus tiga orang anggota yang ada dan langsung masuk dalam kamar saya, lalu memeriksa seisi kamar saya tanpa memperlihatkan surat tugas operasi terlebih dahulu kepada saya,”ungkap warga setempat yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Atas kejadian itu, warga berharap Kapolres Halut dapat melakukan evaluasi anggotanya, agar setiap operasi Pekat setidaknya mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik atau tempat yang mencurigakan sesuai laporan masyarakat baru mengambil langkah penggrebekan.

“Operasi Pekat itu perlu dan penting untuk dilakukan guna memberantas penyakit masyarakat, tapi Polisi harus gunakan cara yang Provesional, jangan bergerak semena-mena dan terkesan warga yang sudah tidur pun digrebek ibarat Polisi mau meringkus pelaku ‘teroris’. Kan ada Intel jadi sebelum operasi sudah harus tahu titik yang mencurigakan untuk dilakukan penggrebekan, bukan asal main dobrak pintu warga yang sudah tertidur di waktu larut malam seperti begini,” ungkap sejumlah warga yang juga terkena operasi terbut.

Sementara itu Kapolres Halut AKBP Irvan Indarata melalui Wakapolres Halut Kompol Ipnu Hajar,  menyampaikan bahwa apa yang dilakukan anggota saat melakukan operasi Pekat memang diakui terkadang keluar dari SOP, karena itu pihaknya langsung melakukan efaluasi atas operasi yang dilaksanakan. Kapolres melalui Wakapolres berjanji memberikan teguran keras atas anggotanya yang melanggar standar operasi (SOP) dalam operasi.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Operasi Pekat Polres Halut Menuai Protes

i-malut.com, TOBELO – Kegiatan operasi pekat yang dilakukan oleh Anggota Polres Halmahera Utara (Halut), Rabu 07/02/2018 malam, Meski tujuannya baik untuk memberantas penyakit masyarakat seperti Miras, Narkoba dan lainya, namun operasi Pekat yang dilaksankan pihak Mapolres Halut yang dipimpin Kasat Tahti Iptu Enos Sangel pada Rabu malam membuat sebagian warga di Pusat Kota Tobelo resah dan menyesalkan sikap pihak Kepolisian.

Pasalnya, dari Operasi Pekat yang dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIT,  menimpa Ridho yang juga berprofesi sebagai jurnalis pada salah satu media ternama di Maluku Utara.  Ridho yang sementara lelap tertidur, tiba-tiba dibangunkan dengan paksa  dengan cara mengetuj pintu dan jendela kamar oleh sejumlah oknum aparat kepolisian .

Penggrebekan dengan tanpa memperlihatkan surat tugas oleh aparat kepolisian yang terjadi di kos-kosan Depan Hotel Zhafira, Kampung Cina, Kota Tobelo, pada saat operasi pekat itu, dilakukan oleh aparat kepolisian yang berjumlah 15 orang yang datang disaat penghuni kosan sudah tertidur.

Kepada  i-malut.com Ridho menyesalkan dan mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh petugas operasi pekat.

“Ini orang sudah tidur, tiba-tiba datang membangunkan penghuni kosan yang sudah tertidur. apa maksudnya, operasi macam apa begini,”ungkap Ridho dan sebagian penghuni kos dengan nada kesal, kamis (8/2/2018).

Warga setempat yang melihat kegiatan operasi Pekat itu menilai kegiatan itu sudah tergolong unsur tindakan tidak menyenangkan. Selain itu langkah-langkah yang dilakukan oleh para petugas jelas-jelas keluar dari Standar Operasi (SOP) sehingga terkesan tidak Provesional karena mengganggu kenyamanan warga yang sudah tertidur.

“Saya kaget mendengar suara pintu dan jendela kamar saya di ketuk dengan sangat keras secara bersamaan, saya bergegas bangun dari tidur lalu saya membuka pintu kamar. Saat pintu dibuka ternyata diluar kamar ada kurang lebih 15 anggota dari Polres Halut berdiri di depan kamar saya berseragam lengkap, tanpa banyak basah basi sejumlah anggota itu tiba-tiba mengutus tiga orang anggota yang ada dan langsung masuk dalam kamar saya, lalu memeriksa seisi kamar saya tanpa memperlihatkan surat tugas operasi terlebih dahulu kepada saya,”ungkap warga setempat yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Atas kejadian itu, warga berharap Kapolres Halut dapat melakukan evaluasi anggotanya, agar setiap operasi Pekat setidaknya mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik atau tempat yang mencurigakan sesuai laporan masyarakat baru mengambil langkah penggrebekan.

“Operasi Pekat itu perlu dan penting untuk dilakukan guna memberantas penyakit masyarakat, tapi Polisi harus gunakan cara yang Provesional, jangan bergerak semena-mena dan terkesan warga yang sudah tidur pun digrebek ibarat Polisi mau meringkus pelaku ‘teroris’. Kan ada Intel jadi sebelum operasi sudah harus tahu titik yang mencurigakan untuk dilakukan penggrebekan, bukan asal main dobrak pintu warga yang sudah tertidur di waktu larut malam seperti begini,” ungkap sejumlah warga yang juga terkena operasi terbut.

Sementara itu Kapolres Halut AKBP Irvan Indarata melalui Wakapolres Halut Kompol Ipnu Hajar,  menyampaikan bahwa apa yang dilakukan anggota saat melakukan operasi Pekat memang diakui terkadang keluar dari SOP, karena itu pihaknya langsung melakukan efaluasi atas operasi yang dilaksanakan. Kapolres melalui Wakapolres berjanji memberikan teguran keras atas anggotanya yang melanggar standar operasi (SOP) dalam operasi.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER