Sukardi Sebut Postingannya di FB Mendukung AGK-YA adalah Sikap Pribadi

i-malut.com, TERNATE – Polimik di Internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) nampaknya belum juga berahir.

Setelah diangkatnya Ike Masita Tunas sebagai Ketua DPD Partai Hanura Malut menggantikan Basri Salama, polimik diinternalpun mulai bergulir, dari saling claim sampai dengan saling hujat dan saling ancam.

Belum lama ini, Sukardi Marsaoly, pengurus DPD Partai Hanura Malut diancam diberhentikan dari partai karena mengunggah status di facebook yang menyebutkan dirinya mendukung Balon AGK-YA.

“Keputusan Partai telah selesai dan Rekomendasi Partai Hanura Ke BUR-JADI adalah final, serta tadak bisa diotak atik lagi.” kata Sukardi Marsaoly, melalui release yang disampaikan kepada i-malut.com, Kamis (8/2/2018)

Terkait dengan postingannya di facebook (FB), Kata Sukardi, itu adalah pilihan politiknya secara pribadi mendukung AGK-YA, Bukan atas nama Partai Hanura.

Menurut Dia, harus di bedakan perihal postingannya di FB itu. Kemudian menyankut pemecatan seorang kaders partai itu bukan kewenangan DPD, dan juga ada mekanismenya yang diatur dalam AD/ART yang harus diputuskan melalui Mahkama partai.

“Sesuai Surat Keputusan DPP Nomor : SKEP/014/DPP-HANURA/I/2018, Basri Salama sudah bukan lagi Ketua DPD Maluku Utara. Ketua DPD Partai Hanura di Maluku Utara saat ini  adalah Ike Masita Tunas sesuai Hasil Munaslub II yang merupakan keputusan tertunggi partai. Sama halnya dengan keputusan organisasi manapun bahwa Munas adalah keputusan tingkat tertinggi.” ungkapnya.

Sukardi mengakui, soal Hanura sebagai partai pengusung BUR-JADI, katanya sampai hari belum ada pencabutan/pembatalan rekomendasi secara resmi. Olehnya itu dirinya berharap pihak-pihak agar Jangan membuat kegaduhan jika tidak memahami persoalan Hukum dan Politik.

“Partai ini namanya Hati Nurani Rakyat, jadi harus punya etika dan santun. Kita punya budaya adat se atoran dan itu harus sama2 kita jaga, tidak boleh saling menyalahkan dan apalagi mengancam. Jadilah politisi yang baik, selalu mendengar hati nurani kaders dan Rakyat. Karena merekalah yang bisa menentukan nasip karier politik kita sebagai politisi, tidak usah kita berpolemik dengan isu yang tidak masuk akal. Ya kita tunggu saja putusan Hukum tetap di PTUN yang sedang berjalan.” semburnya mengakhiri.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Sukardi Sebut Postingannya di FB Mendukung AGK-YA adalah Sikap Pribadi

i-malut.com, TERNATE – Polimik di Internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) nampaknya belum juga berahir.

Setelah diangkatnya Ike Masita Tunas sebagai Ketua DPD Partai Hanura Malut menggantikan Basri Salama, polimik diinternalpun mulai bergulir, dari saling claim sampai dengan saling hujat dan saling ancam.

Belum lama ini, Sukardi Marsaoly, pengurus DPD Partai Hanura Malut diancam diberhentikan dari partai karena mengunggah status di facebook yang menyebutkan dirinya mendukung Balon AGK-YA.

“Keputusan Partai telah selesai dan Rekomendasi Partai Hanura Ke BUR-JADI adalah final, serta tadak bisa diotak atik lagi.” kata Sukardi Marsaoly, melalui release yang disampaikan kepada i-malut.com, Kamis (8/2/2018)

Terkait dengan postingannya di facebook (FB), Kata Sukardi, itu adalah pilihan politiknya secara pribadi mendukung AGK-YA, Bukan atas nama Partai Hanura.

Menurut Dia, harus di bedakan perihal postingannya di FB itu. Kemudian menyankut pemecatan seorang kaders partai itu bukan kewenangan DPD, dan juga ada mekanismenya yang diatur dalam AD/ART yang harus diputuskan melalui Mahkama partai.

“Sesuai Surat Keputusan DPP Nomor : SKEP/014/DPP-HANURA/I/2018, Basri Salama sudah bukan lagi Ketua DPD Maluku Utara. Ketua DPD Partai Hanura di Maluku Utara saat ini  adalah Ike Masita Tunas sesuai Hasil Munaslub II yang merupakan keputusan tertunggi partai. Sama halnya dengan keputusan organisasi manapun bahwa Munas adalah keputusan tingkat tertinggi.” ungkapnya.

Sukardi mengakui, soal Hanura sebagai partai pengusung BUR-JADI, katanya sampai hari belum ada pencabutan/pembatalan rekomendasi secara resmi. Olehnya itu dirinya berharap pihak-pihak agar Jangan membuat kegaduhan jika tidak memahami persoalan Hukum dan Politik.

“Partai ini namanya Hati Nurani Rakyat, jadi harus punya etika dan santun. Kita punya budaya adat se atoran dan itu harus sama2 kita jaga, tidak boleh saling menyalahkan dan apalagi mengancam. Jadilah politisi yang baik, selalu mendengar hati nurani kaders dan Rakyat. Karena merekalah yang bisa menentukan nasip karier politik kita sebagai politisi, tidak usah kita berpolemik dengan isu yang tidak masuk akal. Ya kita tunggu saja putusan Hukum tetap di PTUN yang sedang berjalan.” semburnya mengakhiri.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER