Peringati HPN 2018, Kajih Gandeng Lembaga Negara Perangi Hoax

Kapolda Warning Oknum Penyebar Ujaran Kebenciaan

i-malut.com, TERNATE – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 18 tahun 2018, Komunitas Hukum dan Kriminal (Kajih) Maluku Utara (Malut), melaksanakan kegiatan dan gandeng lembaga Negara perangi Hoax, karena merupakan salah satu daerah yang ikut dalam kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 2018. Berdasarkan statistik Malut termasuk daerah dengan tingkat kerawanan pemilu cukup tinggi. Media sosial (medso) dianggap sebagai sarana yang paling rawan dengan berbagai isu yang tidak jelas sumbernya.

Hal itu mendorong Komunitas Jurnalis Hukum dan Kriminal (KAJIH) Malut menggagas kegiatan perangi hoax dan anti hoax menuju Pilkada damai. Kegiatan yang berlangsung di taman Nukila itu diawali dengan senam zumba bersama warga sebelum dibuka dengan resmi oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Achmad Juri. Selain Kapolda, Danrem 152 Babullah yang diwakili, Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, Dandim 1501 Ternate Letkok Inf. Abdul Rajak Rangkuti, Kapolres Ternate, perwakilan Danlanal Ternate serta pejabat utama Polda Malut.

Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo dalam pidatonya mengatakan, pers memiliki peran besar sejak zaman kolonialisme, yang membakar serta menyatukan rakyat Indonesia melalui pemberitaan. Untuk itu lanjutnya di momentum Pilkada, pers harus membangkitkan masyarakat untuk menolak politik uang serta meminimalisir isu sara.

“Karena kita sadar bahwa isu sara sering kali terjadi dalam momentum pilkadata maka pers adalah kekuatannya, “kata Syahrani.

Lanjut dia, tidak menepis akan isu suku agama dan ras (sara) selalu bertebaran di medsos. Isu hoax tersebut kata Syahrani hanya bisa diantisipasi dengan berita profesional dari media.

“Masyarakat lebih percaya pers daripada isu di medsos, “akunnya.

Sementara Kapolda Malut Brigjen Pol. Achmad Juri menuturkan, melalui hari pers ini, media bisa mengawal pemerintah dan lembaga negara untuk memenuhu tujuan negara yakni melindungi segenap bangsa dan turut serta mencerdasakan bangsa.

Menurut Jendral asal Jawa Timur itu, juga berharap pers bisa menjadi sumber utama dalam menjaga netralitas dalam meredam isu hoax serta bisa mencerahkan semua pikiran berbagai elemen.

“Agar semua kegiatan bisa berjalan aman dan sukses, tanpa ada hambatan yang merugikan, “jelasnya.

Orang nomor satu di korps Bhayangkara itu mengaku saat ini media sosial masih sering dijadikan oleh oknum tertentu untuk menyebar informasi palsu terutama pada memontem pemilu. Meski begitu kata Achmad media masih menjadi rujukan informasi yang benar karena mengedenpakan kebenaran melalui konfirmasi.

“Di momen yang baik, setidaknya rekan-rekan media bisa menjadi rujukan konfirmasi kebenaran informasi yang ada di Malut dan kita harus perangi hoax, “tegasnya.

Kata Achmad, memerangi hoax harus di mulai dari diri sendiri terutama dalam bersikap. “Dengan selalu mengendenpakan kepala dingin, dan pertama dari diri kita, jangan membuat tulisan yang sara,

“Paparnya sembari mengaku polda juga telah membentuk satuan khusus yang menangani hoax. “Ini untuk orang-orang yang pengecualian tadi saya peringatkan agar bisa menahan diri dan tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar, karena ancaman hukumannya 5 tahun, “tegasnya lagi.

Sementara Dewan Pembina KAJIH, Irman Saleh mengatakan, eksistensi seorang jurnalis terletak pada tulisannya. Untuk itu, kata Irman wartawan memiliki tanggung jawab sebagai media agar tetap mengendepankan independen dalam pemberitaan.

Harapan dia, berharap melalui momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) wartawan bisa menjadi media yang mendamaikan.

“Saya tekankan kepada adik-adik saya untuk selalu menjaga netralitas serta tidak mudah menangkap isu yang memberi dampak terhadap masyarakat, “pungkas redaktur Hukum dan Kriminal Malut Post.

Rep/Red : (sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Peringati HPN 2018, Kajih Gandeng Lembaga Negara Perangi Hoax

Kapolda Warning Oknum Penyebar Ujaran Kebenciaan

i-malut.com, TERNATE – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 18 tahun 2018, Komunitas Hukum dan Kriminal (Kajih) Maluku Utara (Malut), melaksanakan kegiatan dan gandeng lembaga Negara perangi Hoax, karena merupakan salah satu daerah yang ikut dalam kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 2018. Berdasarkan statistik Malut termasuk daerah dengan tingkat kerawanan pemilu cukup tinggi. Media sosial (medso) dianggap sebagai sarana yang paling rawan dengan berbagai isu yang tidak jelas sumbernya.

Hal itu mendorong Komunitas Jurnalis Hukum dan Kriminal (KAJIH) Malut menggagas kegiatan perangi hoax dan anti hoax menuju Pilkada damai. Kegiatan yang berlangsung di taman Nukila itu diawali dengan senam zumba bersama warga sebelum dibuka dengan resmi oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Achmad Juri. Selain Kapolda, Danrem 152 Babullah yang diwakili, Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, Dandim 1501 Ternate Letkok Inf. Abdul Rajak Rangkuti, Kapolres Ternate, perwakilan Danlanal Ternate serta pejabat utama Polda Malut.

Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo dalam pidatonya mengatakan, pers memiliki peran besar sejak zaman kolonialisme, yang membakar serta menyatukan rakyat Indonesia melalui pemberitaan. Untuk itu lanjutnya di momentum Pilkada, pers harus membangkitkan masyarakat untuk menolak politik uang serta meminimalisir isu sara.

“Karena kita sadar bahwa isu sara sering kali terjadi dalam momentum pilkadata maka pers adalah kekuatannya, “kata Syahrani.

Lanjut dia, tidak menepis akan isu suku agama dan ras (sara) selalu bertebaran di medsos. Isu hoax tersebut kata Syahrani hanya bisa diantisipasi dengan berita profesional dari media.

“Masyarakat lebih percaya pers daripada isu di medsos, “akunnya.

Sementara Kapolda Malut Brigjen Pol. Achmad Juri menuturkan, melalui hari pers ini, media bisa mengawal pemerintah dan lembaga negara untuk memenuhu tujuan negara yakni melindungi segenap bangsa dan turut serta mencerdasakan bangsa.

Menurut Jendral asal Jawa Timur itu, juga berharap pers bisa menjadi sumber utama dalam menjaga netralitas dalam meredam isu hoax serta bisa mencerahkan semua pikiran berbagai elemen.

“Agar semua kegiatan bisa berjalan aman dan sukses, tanpa ada hambatan yang merugikan, “jelasnya.

Orang nomor satu di korps Bhayangkara itu mengaku saat ini media sosial masih sering dijadikan oleh oknum tertentu untuk menyebar informasi palsu terutama pada memontem pemilu. Meski begitu kata Achmad media masih menjadi rujukan informasi yang benar karena mengedenpakan kebenaran melalui konfirmasi.

“Di momen yang baik, setidaknya rekan-rekan media bisa menjadi rujukan konfirmasi kebenaran informasi yang ada di Malut dan kita harus perangi hoax, “tegasnya.

Kata Achmad, memerangi hoax harus di mulai dari diri sendiri terutama dalam bersikap. “Dengan selalu mengendenpakan kepala dingin, dan pertama dari diri kita, jangan membuat tulisan yang sara,

“Paparnya sembari mengaku polda juga telah membentuk satuan khusus yang menangani hoax. “Ini untuk orang-orang yang pengecualian tadi saya peringatkan agar bisa menahan diri dan tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar, karena ancaman hukumannya 5 tahun, “tegasnya lagi.

Sementara Dewan Pembina KAJIH, Irman Saleh mengatakan, eksistensi seorang jurnalis terletak pada tulisannya. Untuk itu, kata Irman wartawan memiliki tanggung jawab sebagai media agar tetap mengendepankan independen dalam pemberitaan.

Harapan dia, berharap melalui momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) wartawan bisa menjadi media yang mendamaikan.

“Saya tekankan kepada adik-adik saya untuk selalu menjaga netralitas serta tidak mudah menangkap isu yang memberi dampak terhadap masyarakat, “pungkas redaktur Hukum dan Kriminal Malut Post.

Rep/Red : (sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER