Irfan: Pemerintahan Beny-Asrun Hanya Melahirkan Generasi Hedonis

i-malut.com, MOROTAI – Lauching Logo Hut Morotai yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai mendapat tanggapan miring dari dosen muda UNIPAS, Irfan Hi Abd Rahman.

Menurutnya kegiatan tersebut tidak subtansial dan terkesan asal tampil beda dengan pemerintahan sebelumnya.

“Kegiatan ini mestinya dilakukan ditempat umum agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat morotai, tidak seperti dilakukan saat ini kegiatanya, dilaksanakan di aula dengan undangan didominasi kalangan ASN kab pulau morotai.” jelasnya, Senin (12/2/2018) malam tadi

Lanjut irfan, Subtansi dari lauching adalah meluncurkan sesuatu yang baru atau diperkenalkan produk tertentu ke halayak ramai.

“Saya pribadi menyayangkan begitu lemah kesadaran pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat morotai terutama kaum muda. logo HUT mestinya dapat disayembarakan dilevel kabupaten, agar potensi kreativitas kaum muda dapat dikekembangkan karena banyak kaum muda kita, yang memiliki kemampuan desain grafis yang tidak kalah dengan pemuda diluar morotai, potensi ini harus diwadai pemerintah daerah” cetusnya

Bagi Irfan, menjadi satu keuntungan jika sayembara dibuka untuk umum dan diikuti oleh pemuda morotai, bahkan hasil desain mereka jauh memiliki makna filosofi masyarakat morotai yang kaya akan nilai dan semangat juang saat morotai diperjuangkan menjadi daerah otonomi baru di Provinsi Maluku Utara, karena mereka lahir dan besar di pulau morotai.

“Melihat Semangat dari pemerintaan Beny Laos dan Asrun Padoma dengan mengusung jargon merubah kebiasan lama menyongsong morotai baru patut dikritisi, karena setidaknya lauching Logo Hut Morotai telah menunjukan inkonsistensi dari makna merubah dan baru itu sendiri.” paparnya.

Tambah Irfan, Kalau kebiasan lama hanya dimaknai pada hal-hal yang bersifat serimoni seperti ini, maka ending akhir dari merubah tidak lebih dari melahirkan generasi hedonis serta suka berfoya-foya.

“Apakah hedonis itu yang di maksud baru?, karena makna berubah tidak serta-merta melahirkan sesuatu yang baru dan baik serta bermanfaat bagi rakyat banyak, boleh jadi merubah ke pada hal-hal yang bersifat buruk seprti merubah maysrakat dari tidak hedonis ke masyarakat hedonis, masyarkat kritis menjadi masyarakat yang pasif” Semburnya.

Karena itu, dosen muda potensial ini berharap agar pemda harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Pemda Morotai harus mengerti kalau masyarakat saat ini mendambakan adanya perubahan yang bersifat fundamental seperti perbaikan pendapatan masyarakat, pembukaan lapangan pekerjaan, pelayanan birokrasi yang proaktif melayani dengan tulus dan ikhlas, bukan sekedar Lauching Logo Hut kemudian diangap telah merubah.” cetusnya mengakhiri.

Rep/Red : (lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Irfan: Pemerintahan Beny-Asrun Hanya Melahirkan Generasi Hedonis

i-malut.com, MOROTAI – Lauching Logo Hut Morotai yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai mendapat tanggapan miring dari dosen muda UNIPAS, Irfan Hi Abd Rahman.

Menurutnya kegiatan tersebut tidak subtansial dan terkesan asal tampil beda dengan pemerintahan sebelumnya.

“Kegiatan ini mestinya dilakukan ditempat umum agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat morotai, tidak seperti dilakukan saat ini kegiatanya, dilaksanakan di aula dengan undangan didominasi kalangan ASN kab pulau morotai.” jelasnya, Senin (12/2/2018) malam tadi

Lanjut irfan, Subtansi dari lauching adalah meluncurkan sesuatu yang baru atau diperkenalkan produk tertentu ke halayak ramai.

“Saya pribadi menyayangkan begitu lemah kesadaran pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat morotai terutama kaum muda. logo HUT mestinya dapat disayembarakan dilevel kabupaten, agar potensi kreativitas kaum muda dapat dikekembangkan karena banyak kaum muda kita, yang memiliki kemampuan desain grafis yang tidak kalah dengan pemuda diluar morotai, potensi ini harus diwadai pemerintah daerah” cetusnya

Bagi Irfan, menjadi satu keuntungan jika sayembara dibuka untuk umum dan diikuti oleh pemuda morotai, bahkan hasil desain mereka jauh memiliki makna filosofi masyarakat morotai yang kaya akan nilai dan semangat juang saat morotai diperjuangkan menjadi daerah otonomi baru di Provinsi Maluku Utara, karena mereka lahir dan besar di pulau morotai.

“Melihat Semangat dari pemerintaan Beny Laos dan Asrun Padoma dengan mengusung jargon merubah kebiasan lama menyongsong morotai baru patut dikritisi, karena setidaknya lauching Logo Hut Morotai telah menunjukan inkonsistensi dari makna merubah dan baru itu sendiri.” paparnya.

Tambah Irfan, Kalau kebiasan lama hanya dimaknai pada hal-hal yang bersifat serimoni seperti ini, maka ending akhir dari merubah tidak lebih dari melahirkan generasi hedonis serta suka berfoya-foya.

“Apakah hedonis itu yang di maksud baru?, karena makna berubah tidak serta-merta melahirkan sesuatu yang baru dan baik serta bermanfaat bagi rakyat banyak, boleh jadi merubah ke pada hal-hal yang bersifat buruk seprti merubah maysrakat dari tidak hedonis ke masyarakat hedonis, masyarkat kritis menjadi masyarakat yang pasif” Semburnya.

Karena itu, dosen muda potensial ini berharap agar pemda harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Pemda Morotai harus mengerti kalau masyarakat saat ini mendambakan adanya perubahan yang bersifat fundamental seperti perbaikan pendapatan masyarakat, pembukaan lapangan pekerjaan, pelayanan birokrasi yang proaktif melayani dengan tulus dan ikhlas, bukan sekedar Lauching Logo Hut kemudian diangap telah merubah.” cetusnya mengakhiri.

Rep/Red : (lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER