Satgas Yonif RK-732/BNU Mediasi Sengketa Lahan antara Desa Dumdum Pante dan Desa Makeling Kecamatan Kao Teluk

i-malut.com, TOBELO – Permasalahan batas Lahan yang diributkan warga Desa Dumdum Pante dan Desa Makaeling Kecamatan Kao Teluk akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah sebelumnya pada Minggu 11/2/2018, terjadi keributan antar warga terkait kepemilikan sebidang tanah yang berlokasi dibelakang Kantor Desa Dumdum Pante Kecamatan Kao Teluk.

Keributan antara warga desa makaeling dengan desa Dumdum pante atas kepemilikan lahan dikarenakan masalah komunikasi (miskomunikasi) yang mengakibatkan warga masyarakat di kedua desa tersebut sempat bersih tegang saling mempertahankan lahan, sehingga terjadi ketegangan antar dua desa pada hari minggu 11/02/2018.

Menyikapi permasalahan tersebut, Dansatgas Yonif RK-723 Banau Letkol. Inf. Reymond Sitanggang, segera mengambil langkah tegas dengan melakukan mediasi antar warga desa dumdum Pante dan Desa Makaeling . Kegiatan mediasi ini adalah merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan kedua desa.

Mediasi dua antara dua desa tersebut dilakukan pada senin 12/02/2018 bertempat di kantor Camat Kao Teluk, yang dihadiri langsung oleh Dansatgas Letkol Inf. Reymond Sitanggang, Camat Kao Teluk Alfaid, Kapolsub Sektor Kao Teluk Ipda Kolombush, Kades Makaeling Fauzi, Kades Dumdum Pantai Salmon Betek, Ketua BPD Dumdum Pantai Yadi, Dan SSK I Lettu Inf Danil S, beserta Pemilik lahan tanah Dumdum pantai Ernest Forhomen dan Ebenhaeser, para tokoh desa serta beberapa masyarakat.

Camat Kao Teluk Alfarid mengatakan bahwa persoalan ini harus diselesaikan dengan baik dan kepala dingin sebab dikhawatirkan bisa membawa dampak isu besar serta konflik SARA karena terdapat dua komunitas antara dua desa tersebut, padahal ini hanya masalah sepeleh hanya masalah batas dan kepemilikan lahan tanah tersebut.

“Hari ini kita harus cari solusi untuk menyelesaikan permasalahan desa Makaeling dan Dumdum Pantai, Sekali lagi ini hanya mis komunikasi jadi mari kita selesaikan secara kekeluargaan.” ujar Alfarid, Senin (12/2/2018), saat rapat mediasi berlangsung

Sementara itu Dansatgas Yonif RK-732/BNU Letkol Inf Raymond Sitanggang , dalam arahanya kepada masyarakat kedua desa, menegaskan bahwa, agar masalah tersebut adapat doselesaikan dengan kepala dingin. Semua konflik di Indonesia terjadi karena rasa kecemburuan sosial.

“Sebelum kita menuduh orang, kita seharusnya bersyukur dulu agar apa yang kita miliki tidak percuma baik untuk diri sendiri atau keluarga. Kalau kita hanya berpikir untuk diselesaikan dengan cara hukum rimba, maka tidak akan ada yang dapat untung dan tidak akan selesai.” tegas Raymon, Senin

Oleh karena kata Raymon, tujuan dari keberaan satgas adalah untuk menciptakan rasa aman dan damai didaerah ini.

Pada kesempatan itu, Kades dumdum pantai, Salmon Betek dan Kades Makaeling Fauzi bersepakat untuk meninjau lokasi guna mengetahui batas-batas lahan tersebut untuk seterusnya mencari solusinya. Karna yang menjadi permasalahan adalah perumahan buruh dan lahan dibelakang kantor desa dumdum pantai.

Sementara itu Pemilik tanah Ernest Forhomen yang berdomisili di desa dumdum pantai,  menjelaskan bahwa dirinya sudah lama tinggal daerah tersebut dan tahu asal usul tanah (turun temurun) ditempat itu.

“Masalah ini sudah lama, padahal sudah ditentukan batas-batasnya dan lahan ini sudah ada pembagian.” kata Ernest, Senin

Menurut Ernets lahan tersebut boleh dipakai, tetapi harus ada koordinasi dan komunikasi,

“Kalau desa Makaeling ingin lahan tersebut dihibahkan, maka saya akan koordinasi dulu dengan keluarga saya yang lain karena lahan tersebut merupakan lahan warisan leluhur” ujarnya

Untuk diketahui, rapat mediasi terkait pengelolaan lahan tersebut menghasilkan kesepakan diantaranya :

  1. Lahan dibelakang kantor Desa Makaeling, merupakan lahan milik Deesa Dumdum Pantai.
  2. Pemilik lahan Desa Dumdum Pantai Ernest meminta ganti rugi Rp. 50 juta apabilaMakaeling ingin mengelola lahan tsb namun masih dalam penawaran.
  3. Kades Makaeling akan menyampaikan kepada warga Desa Makaeling terkait ganti rugi tersebut.
  4. Akan diadakan koordinasi kembali apabila warga Desa Makaeling menyetujui ganti rugi tersebut.
  5. Kades Makaeling selaku perwakilan Desa Makaeling meminta maaf kepada pihak pemilik lahan Desa Dumdum Pantai Bpk Ernest yang berlokasi dibelakang Kantor Desa Makaeling bahwa tidak bisa memberikan keputusan saat ini karena harus berkoordinasi dengan warganya saat ini.
  6. Untuk pembangunan di lahan sengketa tersebut sementara dihentikan.
  7. Koordinasi selanjutnya dilakukan oleh perangkat kedua Desa yang bersengketa dalam waktu dekat
  8. Apabila sudah ada keputusan maka Camat Kao Teluk, Alfarid akan membuat pernyataan hitam diatas putih.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Satgas Yonif RK-732/BNU Mediasi Sengketa Lahan antara Desa Dumdum Pante dan Desa Makeling Kecamatan Kao Teluk

i-malut.com, TOBELO – Permasalahan batas Lahan yang diributkan warga Desa Dumdum Pante dan Desa Makaeling Kecamatan Kao Teluk akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah sebelumnya pada Minggu 11/2/2018, terjadi keributan antar warga terkait kepemilikan sebidang tanah yang berlokasi dibelakang Kantor Desa Dumdum Pante Kecamatan Kao Teluk.

Keributan antara warga desa makaeling dengan desa Dumdum pante atas kepemilikan lahan dikarenakan masalah komunikasi (miskomunikasi) yang mengakibatkan warga masyarakat di kedua desa tersebut sempat bersih tegang saling mempertahankan lahan, sehingga terjadi ketegangan antar dua desa pada hari minggu 11/02/2018.

Menyikapi permasalahan tersebut, Dansatgas Yonif RK-723 Banau Letkol. Inf. Reymond Sitanggang, segera mengambil langkah tegas dengan melakukan mediasi antar warga desa dumdum Pante dan Desa Makaeling . Kegiatan mediasi ini adalah merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan kedua desa.

Mediasi dua antara dua desa tersebut dilakukan pada senin 12/02/2018 bertempat di kantor Camat Kao Teluk, yang dihadiri langsung oleh Dansatgas Letkol Inf. Reymond Sitanggang, Camat Kao Teluk Alfaid, Kapolsub Sektor Kao Teluk Ipda Kolombush, Kades Makaeling Fauzi, Kades Dumdum Pantai Salmon Betek, Ketua BPD Dumdum Pantai Yadi, Dan SSK I Lettu Inf Danil S, beserta Pemilik lahan tanah Dumdum pantai Ernest Forhomen dan Ebenhaeser, para tokoh desa serta beberapa masyarakat.

Camat Kao Teluk Alfarid mengatakan bahwa persoalan ini harus diselesaikan dengan baik dan kepala dingin sebab dikhawatirkan bisa membawa dampak isu besar serta konflik SARA karena terdapat dua komunitas antara dua desa tersebut, padahal ini hanya masalah sepeleh hanya masalah batas dan kepemilikan lahan tanah tersebut.

“Hari ini kita harus cari solusi untuk menyelesaikan permasalahan desa Makaeling dan Dumdum Pantai, Sekali lagi ini hanya mis komunikasi jadi mari kita selesaikan secara kekeluargaan.” ujar Alfarid, Senin (12/2/2018), saat rapat mediasi berlangsung

Sementara itu Dansatgas Yonif RK-732/BNU Letkol Inf Raymond Sitanggang , dalam arahanya kepada masyarakat kedua desa, menegaskan bahwa, agar masalah tersebut adapat doselesaikan dengan kepala dingin. Semua konflik di Indonesia terjadi karena rasa kecemburuan sosial.

“Sebelum kita menuduh orang, kita seharusnya bersyukur dulu agar apa yang kita miliki tidak percuma baik untuk diri sendiri atau keluarga. Kalau kita hanya berpikir untuk diselesaikan dengan cara hukum rimba, maka tidak akan ada yang dapat untung dan tidak akan selesai.” tegas Raymon, Senin

Oleh karena kata Raymon, tujuan dari keberaan satgas adalah untuk menciptakan rasa aman dan damai didaerah ini.

Pada kesempatan itu, Kades dumdum pantai, Salmon Betek dan Kades Makaeling Fauzi bersepakat untuk meninjau lokasi guna mengetahui batas-batas lahan tersebut untuk seterusnya mencari solusinya. Karna yang menjadi permasalahan adalah perumahan buruh dan lahan dibelakang kantor desa dumdum pantai.

Sementara itu Pemilik tanah Ernest Forhomen yang berdomisili di desa dumdum pantai,  menjelaskan bahwa dirinya sudah lama tinggal daerah tersebut dan tahu asal usul tanah (turun temurun) ditempat itu.

“Masalah ini sudah lama, padahal sudah ditentukan batas-batasnya dan lahan ini sudah ada pembagian.” kata Ernest, Senin

Menurut Ernets lahan tersebut boleh dipakai, tetapi harus ada koordinasi dan komunikasi,

“Kalau desa Makaeling ingin lahan tersebut dihibahkan, maka saya akan koordinasi dulu dengan keluarga saya yang lain karena lahan tersebut merupakan lahan warisan leluhur” ujarnya

Untuk diketahui, rapat mediasi terkait pengelolaan lahan tersebut menghasilkan kesepakan diantaranya :

  1. Lahan dibelakang kantor Desa Makaeling, merupakan lahan milik Deesa Dumdum Pantai.
  2. Pemilik lahan Desa Dumdum Pantai Ernest meminta ganti rugi Rp. 50 juta apabilaMakaeling ingin mengelola lahan tsb namun masih dalam penawaran.
  3. Kades Makaeling akan menyampaikan kepada warga Desa Makaeling terkait ganti rugi tersebut.
  4. Akan diadakan koordinasi kembali apabila warga Desa Makaeling menyetujui ganti rugi tersebut.
  5. Kades Makaeling selaku perwakilan Desa Makaeling meminta maaf kepada pihak pemilik lahan Desa Dumdum Pantai Bpk Ernest yang berlokasi dibelakang Kantor Desa Makaeling bahwa tidak bisa memberikan keputusan saat ini karena harus berkoordinasi dengan warganya saat ini.
  6. Untuk pembangunan di lahan sengketa tersebut sementara dihentikan.
  7. Koordinasi selanjutnya dilakukan oleh perangkat kedua Desa yang bersengketa dalam waktu dekat
  8. Apabila sudah ada keputusan maka Camat Kao Teluk, Alfarid akan membuat pernyataan hitam diatas putih.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER