Tolak PT Elnusa, Supir Angkutan BBM Mogok Kerja

i-malut.com, TOBELO – Supir angkutan bahan Bakar minyak yang tergabung dalam Solidaritas supir angkutan bahan Bakar Minyak (BBM),(19/02/2017) melakukan aksi demo dan mogok kerja di depan depot PT Pertamina Tobelo.

Aksi mogok kerja para supir angkut BBM ini dalam rangka menolak kehadiran perusahan PT. Elnusa di Tobelo, yang merupakan anak perusahan dari PT pertamina. Menurut para supir, penolakan PT Elnusa di Tobelo disebabkan adanya dugaan diskriminasi kepada buruh supir lokal yang selama ini sudah melakukan tugas sebagai supir pengangkut BBM milik pertamina.

Koordinator solidaritas Supir angkutan BBM, Herman kepada i-malut.com, mengatakan pihak PT. ELNUSA selain melakukan diskriminasi,juga diduga melakukan monopoli terhadap beberapa perusahan perusahan lokal seperti PT.Tobelo Lestarari, PT. Kao Indah Permai, PT.Cakratama Mega Lestari dan beberapa APMS. Untuk itu,Herman dan pihak supir angkut BBM lainnya mendesak agar PT.Alnusa keluar dari Tobelo. Jika tidak mereka mengancam akan melakukan mogok kerja sampai PT. ELNUSA meninggalkan Tobelo.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karna dengan adanya aksi ini pendistribusian minyak terhambat,” ucap Herman.

Sementara,menanggapi aksi mogok kerja para supir BBM,salah satu perwakilan PT Pertamina,Tomas mengatakan, tuntutan para supir agkutan BBM ini akan disampaikan kepada pihak managamen Pertemina.

“Saya akan sampaikan ini kepada Managamen supaya bisa mengambil langkah terbaik, karena bagi kami buruh supir adalah ujung tombak dari pertamina yang sudah bertahun-tahun berkeja disini,” jelas Tomas salah satu Perwakilan PT Pertamina. Juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Halmahera Utara, Halmahera Timur, Hamahera Barat dan Kota Sofifi.

Dilain sisi, Kodinator lapangan (Korlap) Edy Yauw, juga mendesak PT.Pertamina, segera mengambil langkah tegas terhadap keberadaan PT.ELNUSA yang berada di Tobelo.
” Tuntutan kami dari buruh supir hanya satu, meminta agar PT.ELNUSA segera meninggalkan Tobelo,” tegas Edy.

Dengan mogok kerja, para buruh supir pengangkut BBM ini,juga berdampak pada pelayanan BBM ke masyarakat, terutama pada pepelayanan BBM di beberapa Kabupaten seperti kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Barat dan Sofifi.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tolak PT Elnusa, Supir Angkutan BBM Mogok Kerja

i-malut.com, TOBELO – Supir angkutan bahan Bakar minyak yang tergabung dalam Solidaritas supir angkutan bahan Bakar Minyak (BBM),(19/02/2017) melakukan aksi demo dan mogok kerja di depan depot PT Pertamina Tobelo.

Aksi mogok kerja para supir angkut BBM ini dalam rangka menolak kehadiran perusahan PT. Elnusa di Tobelo, yang merupakan anak perusahan dari PT pertamina. Menurut para supir, penolakan PT Elnusa di Tobelo disebabkan adanya dugaan diskriminasi kepada buruh supir lokal yang selama ini sudah melakukan tugas sebagai supir pengangkut BBM milik pertamina.

Koordinator solidaritas Supir angkutan BBM, Herman kepada i-malut.com, mengatakan pihak PT. ELNUSA selain melakukan diskriminasi,juga diduga melakukan monopoli terhadap beberapa perusahan perusahan lokal seperti PT.Tobelo Lestarari, PT. Kao Indah Permai, PT.Cakratama Mega Lestari dan beberapa APMS. Untuk itu,Herman dan pihak supir angkut BBM lainnya mendesak agar PT.Alnusa keluar dari Tobelo. Jika tidak mereka mengancam akan melakukan mogok kerja sampai PT. ELNUSA meninggalkan Tobelo.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karna dengan adanya aksi ini pendistribusian minyak terhambat,” ucap Herman.

Sementara,menanggapi aksi mogok kerja para supir BBM,salah satu perwakilan PT Pertamina,Tomas mengatakan, tuntutan para supir agkutan BBM ini akan disampaikan kepada pihak managamen Pertemina.

“Saya akan sampaikan ini kepada Managamen supaya bisa mengambil langkah terbaik, karena bagi kami buruh supir adalah ujung tombak dari pertamina yang sudah bertahun-tahun berkeja disini,” jelas Tomas salah satu Perwakilan PT Pertamina. Juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Halmahera Utara, Halmahera Timur, Hamahera Barat dan Kota Sofifi.

Dilain sisi, Kodinator lapangan (Korlap) Edy Yauw, juga mendesak PT.Pertamina, segera mengambil langkah tegas terhadap keberadaan PT.ELNUSA yang berada di Tobelo.
” Tuntutan kami dari buruh supir hanya satu, meminta agar PT.ELNUSA segera meninggalkan Tobelo,” tegas Edy.

Dengan mogok kerja, para buruh supir pengangkut BBM ini,juga berdampak pada pelayanan BBM ke masyarakat, terutama pada pepelayanan BBM di beberapa Kabupaten seperti kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Barat dan Sofifi.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER