Tahun ini Status RSUD Maba Dipastikan Meningkat

imalut.com, MABA – untuk mewujudkan Pelayanan Medis yang bermutu dan berkualitas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) bakal mengupayakan kemajuan pelayanan khusunya tenaga medis serta fasilitas RSUD. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Maba dr. Dwi Handoko, Rabu (21/2/2018).

“Fasilitas Rumah Sakit di tahun 2018 ini, kita sudah berupaya dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Di bulan januari kemarin, kita sudah bisa mengfungsikan Radiologi, artinya Pasien sudah bisa ronsen di RS Haltim, tidak perlu jauh-jauh ke ternate,” tukasnya

Lanjut Dia, untuk kedepannya, pasien penderita anemia yang perlu transfusi darah juga tidak perlu ke ternate karena di bulan maret atau april sudah bisa terlayani di RSUD Kab. Haltim.

Selain itu, kepada awak media Dwi juga mengatakan bahwa, di tahun 2018 ini masih ada target lain yang akan dicapai diantaranya Ruang ICU dan Ruang Bedah.

“Dan masih ada target-target lain yang bisa di capai di 2018 ini, salah satunya ICU dan nanti di triwulan 3 Operasi suda bisa berjalan di RS ini.” katanya

Namun untuk pelayanan dibeberapa bidang medis, dirinya mengaku bahwa RSUD Maba masih kekurangan tenaga yang juga tidak kalah pentingnya dengan bidang lain oleh karena kurangnya sarana dan prasana di bidang tersebut.

“Kita masih belum ada Tenaga Bedah, Dokter Anak, dan Anastesi. Itu yang perlu kita cari di 2018 tapi dalam hal ini pemda sudah menyiapkan porsi tersebut, ” ujarnya

Lanjut Dwi, pihaknya belum bisa mengontrak tenaga medis yang dibutuhkan jika sarana dan prasaranya belum ada. Untuk itu pihaknya berharap agar saranya dan prasarana pendukung dapat segera disiapkan.

Dwi juga mengaku bahwa RSUD maba masih butuh Penambahan bangunan berupa ruang isolasi untuk pasien yang mengidap penyakit menular yang beresiko menyebarkan infeksi.

“Kita butuh isolasi, tempat isolasi itu perawatan khusus bagi penyakit yang sekiranya bisa menyebarkan infeksi, salah satunya TBC”. jelasnya

Selain itu pihaknya berharap pemda terus mendukung upaya-upaya yang telah di laksanakan di tahun ini sehingga status kelas RSUD maba dari kelas D bisa berubah ke kelas C.

“Kita buka satu blok dari pusat. Dengan kapasitas 25 tempat tidur sehingga target 100 tempat tidur bisa tercapai dan kalau daerah mendukung RS ini bisa jadi kelas Tipe C.” tutup Dwi

Rep/Red : (All)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tahun ini Status RSUD Maba Dipastikan Meningkat

imalut.com, MABA – untuk mewujudkan Pelayanan Medis yang bermutu dan berkualitas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) bakal mengupayakan kemajuan pelayanan khusunya tenaga medis serta fasilitas RSUD. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Maba dr. Dwi Handoko, Rabu (21/2/2018).

“Fasilitas Rumah Sakit di tahun 2018 ini, kita sudah berupaya dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Di bulan januari kemarin, kita sudah bisa mengfungsikan Radiologi, artinya Pasien sudah bisa ronsen di RS Haltim, tidak perlu jauh-jauh ke ternate,” tukasnya

Lanjut Dia, untuk kedepannya, pasien penderita anemia yang perlu transfusi darah juga tidak perlu ke ternate karena di bulan maret atau april sudah bisa terlayani di RSUD Kab. Haltim.

Selain itu, kepada awak media Dwi juga mengatakan bahwa, di tahun 2018 ini masih ada target lain yang akan dicapai diantaranya Ruang ICU dan Ruang Bedah.

“Dan masih ada target-target lain yang bisa di capai di 2018 ini, salah satunya ICU dan nanti di triwulan 3 Operasi suda bisa berjalan di RS ini.” katanya

Namun untuk pelayanan dibeberapa bidang medis, dirinya mengaku bahwa RSUD Maba masih kekurangan tenaga yang juga tidak kalah pentingnya dengan bidang lain oleh karena kurangnya sarana dan prasana di bidang tersebut.

“Kita masih belum ada Tenaga Bedah, Dokter Anak, dan Anastesi. Itu yang perlu kita cari di 2018 tapi dalam hal ini pemda sudah menyiapkan porsi tersebut, ” ujarnya

Lanjut Dwi, pihaknya belum bisa mengontrak tenaga medis yang dibutuhkan jika sarana dan prasaranya belum ada. Untuk itu pihaknya berharap agar saranya dan prasarana pendukung dapat segera disiapkan.

Dwi juga mengaku bahwa RSUD maba masih butuh Penambahan bangunan berupa ruang isolasi untuk pasien yang mengidap penyakit menular yang beresiko menyebarkan infeksi.

“Kita butuh isolasi, tempat isolasi itu perawatan khusus bagi penyakit yang sekiranya bisa menyebarkan infeksi, salah satunya TBC”. jelasnya

Selain itu pihaknya berharap pemda terus mendukung upaya-upaya yang telah di laksanakan di tahun ini sehingga status kelas RSUD maba dari kelas D bisa berubah ke kelas C.

“Kita buka satu blok dari pusat. Dengan kapasitas 25 tempat tidur sehingga target 100 tempat tidur bisa tercapai dan kalau daerah mendukung RS ini bisa jadi kelas Tipe C.” tutup Dwi

Rep/Red : (All)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER