Warga Minta PLN Bobong Segera Mengganti Uang Pemasangan Meteran

i-malut.com, LEDE – Akibat tidak menikmati listrik pasca pemasangan meteran oleh pihak PLN beberapa tahun lalu, sejumlah warga Desa Tolong Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu (pultab), mendesak kepada pihak PLN Ranting Taliabu untuk mengganti uang pemasangan istalasi yang telah dibayarkan.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa pamasangan intalasi listrik oleh pihak PLN pada rumah warga Desa Tolong berjumlah sebanyak 42 meteran, namum hingga kina warga Desa Tolong belum menikmati penerangan.

Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat karena sejauh ini tidak ada upaya dari pihak PLN memberikan penerangan. Daya/kapasitas meteran yang dipasang bervariasi mulai dari 450 Kwh hingga 900 Kwh dengan biaya pemasangan 2.500.000/450 Kwh dan 4.000.000/900kwh, semuanya dibayarkan kepada pihak PLN dengan cash dan juga cicilan.

Salah satu warga Desa Tolong, Yanto Ratu, yang juga merupakan pelanggan PLN kepada wartawan dirumahnya, mengatakan bahwa, dirinya merasa kecawa dengan pihak PLN Ranting Bobong. Pasalnya pada awal pemasangan, dirinya dijanjikan oleh “Sumardin” salah satu petugas PLN Ranting Bobong bahwa lampu akan menyala siang dan malam.

“Namun yang kami nikmati hanyalah 1 malam saja”. ujar Yanto, Selasa (6/3/2018)

Yanto menyesalkan, jika memang (pihak PLN) belum sanggup menyalakan lampu listrik, kenapa datang kepada masyarakat untuk menawarkan pemasangan instalasi. Yang lebih aneh lagi, kata Yanto, pihak PLN sudah meminta pembayaran kepada kami masyarakat,

“Jujur saya pribadi sudah membayar sebanyak 2.500.000 untuk 450 Kwh, itu masih ada bukti pembayarannya berupa kwitansi”. ungkap Yanto

Sementara itu, menurut Yanto, ada beberapa warga juga mengeluhkan hal yang sama terkait pemasangan (instalasi) ini.

“Kami hanya mendapatkan listrik alias penerangan hanya satu kali saja namun sudah kurang lebih lima tahun ini tidak lagi ada penerangan, jadi untuk itu kami meminta pihak PLN agar dapat memberikan kepastian kepada kami dan kalau tidak kembalikan uang kami, ” tegasnya mengakhiri.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Warga Minta PLN Bobong Segera Mengganti Uang Pemasangan Meteran

i-malut.com, LEDE – Akibat tidak menikmati listrik pasca pemasangan meteran oleh pihak PLN beberapa tahun lalu, sejumlah warga Desa Tolong Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu (pultab), mendesak kepada pihak PLN Ranting Taliabu untuk mengganti uang pemasangan istalasi yang telah dibayarkan.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa pamasangan intalasi listrik oleh pihak PLN pada rumah warga Desa Tolong berjumlah sebanyak 42 meteran, namum hingga kina warga Desa Tolong belum menikmati penerangan.

Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat karena sejauh ini tidak ada upaya dari pihak PLN memberikan penerangan. Daya/kapasitas meteran yang dipasang bervariasi mulai dari 450 Kwh hingga 900 Kwh dengan biaya pemasangan 2.500.000/450 Kwh dan 4.000.000/900kwh, semuanya dibayarkan kepada pihak PLN dengan cash dan juga cicilan.

Salah satu warga Desa Tolong, Yanto Ratu, yang juga merupakan pelanggan PLN kepada wartawan dirumahnya, mengatakan bahwa, dirinya merasa kecawa dengan pihak PLN Ranting Bobong. Pasalnya pada awal pemasangan, dirinya dijanjikan oleh “Sumardin” salah satu petugas PLN Ranting Bobong bahwa lampu akan menyala siang dan malam.

“Namun yang kami nikmati hanyalah 1 malam saja”. ujar Yanto, Selasa (6/3/2018)

Yanto menyesalkan, jika memang (pihak PLN) belum sanggup menyalakan lampu listrik, kenapa datang kepada masyarakat untuk menawarkan pemasangan instalasi. Yang lebih aneh lagi, kata Yanto, pihak PLN sudah meminta pembayaran kepada kami masyarakat,

“Jujur saya pribadi sudah membayar sebanyak 2.500.000 untuk 450 Kwh, itu masih ada bukti pembayarannya berupa kwitansi”. ungkap Yanto

Sementara itu, menurut Yanto, ada beberapa warga juga mengeluhkan hal yang sama terkait pemasangan (instalasi) ini.

“Kami hanya mendapatkan listrik alias penerangan hanya satu kali saja namun sudah kurang lebih lima tahun ini tidak lagi ada penerangan, jadi untuk itu kami meminta pihak PLN agar dapat memberikan kepastian kepada kami dan kalau tidak kembalikan uang kami, ” tegasnya mengakhiri.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER