Launcing 3 Iven Pariwisata di Maluku Utara, Menpar Arief Yahya: Iventnya Harus Bertaraf Internasional

i-malut.com, Jakarta – Maluku Utara dikenal sebagai daerah yang memiliki keaneka ragam budaya, adat istiadat serta wisata bahari yang mempesona. Dengan memiliki keaneka ragam budaya itu, maka melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia telah mengagendakan tiga (3) event Pariwisata di Provinsi Maluku Utara (Malut) yakni, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan menjadi bagian dari 100 event wisata wonderfull Indonesia di Tahun 2018 ini.

Lounching Ivent Pariwisata Maluku Utara

”Alhamdulillah pada tahun ini Maluku Utara akan melaksanakan tiga event wisata yakni, festival kora-kora di Kota Ternate, festival Teluk Jailolo di Halmahera Barat dan festival Tidore di Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Plt. Gubernur Maluku Utara M. Natsir Thaib, dalam sambutannya pada acara lounching event pariwisata Maluku Utara, bertempat di gedung Sapta Pesona balairung Soesilo Seodarman Kementerian Pariwisata, Selasa malam (13/03).

Dirinya mengungkapkan, keindahan destinasi wisata yang beragam dengan keunikan budayanya maka, Maluku Utara memiliki ciri khas tersendiri untuk pengembangan destinasi wisata yang sangat diyakini akan diminati oleh wisatawan domestic dan mancanegara untuk berkunjung ke negeri para raja ini.

”Sejarah membuktikan bahwa akar budaya masyarakat Moloku Kei Raha yang merupakan negeri para raja, senantiasa terpelihara hingga saat ini. Hal itu dapat kita lihat dari beragam festival budaya yang dilaksanakan adalah merupakan ranah dari pergumulan identitas etnik,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, Maluku Utara tidak saja sebagai daerah destinasi wisata budaya dan wisata bahari, namun juga sebagai sumber informasi keilmuan oleh bangsa asing.

”Pada tahun 1858 seorang antropolog berkebangsaan Inggris, Alfred Russel Wallace pernah tinggal di Ternate dan menulis sebuah surat kepada Carles Darwin, surat itu diberinama surat dari Ternate. Dari surat itulah cikal bakal Carles Darwin menerbitkan bukunya origin of species, Carles Darwin kemudian dikenal sebagai bapak evolusi,” ujarnya.

Terkait dengan event pariwisata tersebut di atas, dirinya berharap semua kepala daerah di Maluku Utara, termasuk pemerintah Provinisi, para steckholders, pihak kesultanan agra dapat bersama-sama menyukseskan tiga agenda pariwisata tersebut.

”Harapan saya, kepada seluruh Bupati/Walikota, Anggota legislatif pusat dan daerah, pihak Kesultanan dan tentunya Kementerian Pariwisata untuk dapat meningkatkan pariwisata di Maluku Utara,” pintahnya.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dalam sambutannya mengatakan bahwa, terdapat 33 ivent pariwisata yang ada di Maluku Utara, 3 diantaranya telah masuk dalam 100 top ivent nasional yakni, festival kora-kora, FTJ dan festival Tidore.

”Yang terpenting dalam ivent ini adalah profesional tepat waktu, kurasinya harus kuat, koreografinya harus bagus,” ungkap Menpar.

Dirinya mengingatkan, kalender ivent yang telah ditetapkan ini tidak usah dirubah-rubah pelaksanaannya.

”Ada dan atau tidak ada Bupati/Walikota iventnya tetap jalan. Kelemahan kita selama ini adalah tidak memiliki kalender ivent, tetapi Alhamdulillah saat ini sudah punya kalender ivent dan kita tetap jalankan,” katanya.

Menpar juga mewajibkan kepada tiga daerah di Maluku Utara yang menyelenggarakan ivent ini, agar dapat mempelajari daerah lain yang sukses menggelar ivent yang sama namun bertaraf internasional.

”Saya mewajibkan fashion ivent harus nasional seperti Jember fashion carnaval, musiknya harus bagus, koreografi harus bagus dan bertrf internasional. Untuk itu kami akan mengundang para ahli fashion, ahli musik dan ahli koreografi untuk melakukan rapat bersama,” akunya.

Ivent pariwisata yang akan dilaksanakan di tiga daerah ini, sesuai harapan Menpar harus masuk dalam standar nasional ivent.

”Kalau masuk dalam kategori standar ivent nasional, dari 100 top ivent, terdapat 60 persen adalah ivent budaya, sisanya adalah ivent alam adventure dan lain sebagainya,” jelasnya.

Hal itu menurut Menpar adalah untuk meningkatkan indeks perkapita pada masyarakat di wilayah Maluku Utara.

”Tidak saja indeks kebahagiaan yang tinggi di Maluku Utara, akan tetapi tingkat kesejahteraan juga harus tinggi,” katanya.

Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa, khusus untuk daerah yang masuk dalam 10 daerah kategori Bali baru, termasuk Morotai dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Rumus untuk pengebangan daerah kawasan Bali baru adalah 3A (atraksi, aksesibilitas dan amenity),” jelasnya.

Sekadar diketahui, lounching ivent pariwisata Maluku Utara yang mengangkat tema Maluku Utara mengguncang dunia, tampak hadiri Menpar Arief Yahya, Plt. Gubernur Malut M. Natsir Thaib, Bupati Halbar Dany Missi, Wabup Tikep Muhammad Senen, Plt. Walikota Ternate Abdullah Taher, Bupati Morotai Bany Laos, Plt. Bupt Haltim Muh. Din, Wabup Halteng Abd Odeyani, Ketua DPRD Malut Alien Mus, Sultan Ternate, Sultan Tidore, Anggota DPD Dapil Malut Basri Salama, Anggota DPR RI Dapil Malut Irene Y. Roba Putri, Kadis Parwisata Malut, Karo KKP Malut Armin Zakaria, dan sejumlah pimpinan SKPD Pemprov dan Kabupaten/Kota.

Rep/Red : (Lsh)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Launcing 3 Iven Pariwisata di Maluku Utara, Menpar Arief Yahya: Iventnya Harus Bertaraf Internasional

i-malut.com, Jakarta – Maluku Utara dikenal sebagai daerah yang memiliki keaneka ragam budaya, adat istiadat serta wisata bahari yang mempesona. Dengan memiliki keaneka ragam budaya itu, maka melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia telah mengagendakan tiga (3) event Pariwisata di Provinsi Maluku Utara (Malut) yakni, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan menjadi bagian dari 100 event wisata wonderfull Indonesia di Tahun 2018 ini.

Lounching Ivent Pariwisata Maluku Utara

”Alhamdulillah pada tahun ini Maluku Utara akan melaksanakan tiga event wisata yakni, festival kora-kora di Kota Ternate, festival Teluk Jailolo di Halmahera Barat dan festival Tidore di Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Plt. Gubernur Maluku Utara M. Natsir Thaib, dalam sambutannya pada acara lounching event pariwisata Maluku Utara, bertempat di gedung Sapta Pesona balairung Soesilo Seodarman Kementerian Pariwisata, Selasa malam (13/03).

Dirinya mengungkapkan, keindahan destinasi wisata yang beragam dengan keunikan budayanya maka, Maluku Utara memiliki ciri khas tersendiri untuk pengembangan destinasi wisata yang sangat diyakini akan diminati oleh wisatawan domestic dan mancanegara untuk berkunjung ke negeri para raja ini.

”Sejarah membuktikan bahwa akar budaya masyarakat Moloku Kei Raha yang merupakan negeri para raja, senantiasa terpelihara hingga saat ini. Hal itu dapat kita lihat dari beragam festival budaya yang dilaksanakan adalah merupakan ranah dari pergumulan identitas etnik,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, Maluku Utara tidak saja sebagai daerah destinasi wisata budaya dan wisata bahari, namun juga sebagai sumber informasi keilmuan oleh bangsa asing.

”Pada tahun 1858 seorang antropolog berkebangsaan Inggris, Alfred Russel Wallace pernah tinggal di Ternate dan menulis sebuah surat kepada Carles Darwin, surat itu diberinama surat dari Ternate. Dari surat itulah cikal bakal Carles Darwin menerbitkan bukunya origin of species, Carles Darwin kemudian dikenal sebagai bapak evolusi,” ujarnya.

Terkait dengan event pariwisata tersebut di atas, dirinya berharap semua kepala daerah di Maluku Utara, termasuk pemerintah Provinisi, para steckholders, pihak kesultanan agra dapat bersama-sama menyukseskan tiga agenda pariwisata tersebut.

”Harapan saya, kepada seluruh Bupati/Walikota, Anggota legislatif pusat dan daerah, pihak Kesultanan dan tentunya Kementerian Pariwisata untuk dapat meningkatkan pariwisata di Maluku Utara,” pintahnya.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dalam sambutannya mengatakan bahwa, terdapat 33 ivent pariwisata yang ada di Maluku Utara, 3 diantaranya telah masuk dalam 100 top ivent nasional yakni, festival kora-kora, FTJ dan festival Tidore.

”Yang terpenting dalam ivent ini adalah profesional tepat waktu, kurasinya harus kuat, koreografinya harus bagus,” ungkap Menpar.

Dirinya mengingatkan, kalender ivent yang telah ditetapkan ini tidak usah dirubah-rubah pelaksanaannya.

”Ada dan atau tidak ada Bupati/Walikota iventnya tetap jalan. Kelemahan kita selama ini adalah tidak memiliki kalender ivent, tetapi Alhamdulillah saat ini sudah punya kalender ivent dan kita tetap jalankan,” katanya.

Menpar juga mewajibkan kepada tiga daerah di Maluku Utara yang menyelenggarakan ivent ini, agar dapat mempelajari daerah lain yang sukses menggelar ivent yang sama namun bertaraf internasional.

”Saya mewajibkan fashion ivent harus nasional seperti Jember fashion carnaval, musiknya harus bagus, koreografi harus bagus dan bertrf internasional. Untuk itu kami akan mengundang para ahli fashion, ahli musik dan ahli koreografi untuk melakukan rapat bersama,” akunya.

Ivent pariwisata yang akan dilaksanakan di tiga daerah ini, sesuai harapan Menpar harus masuk dalam standar nasional ivent.

”Kalau masuk dalam kategori standar ivent nasional, dari 100 top ivent, terdapat 60 persen adalah ivent budaya, sisanya adalah ivent alam adventure dan lain sebagainya,” jelasnya.

Hal itu menurut Menpar adalah untuk meningkatkan indeks perkapita pada masyarakat di wilayah Maluku Utara.

”Tidak saja indeks kebahagiaan yang tinggi di Maluku Utara, akan tetapi tingkat kesejahteraan juga harus tinggi,” katanya.

Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa, khusus untuk daerah yang masuk dalam 10 daerah kategori Bali baru, termasuk Morotai dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Rumus untuk pengebangan daerah kawasan Bali baru adalah 3A (atraksi, aksesibilitas dan amenity),” jelasnya.

Sekadar diketahui, lounching ivent pariwisata Maluku Utara yang mengangkat tema Maluku Utara mengguncang dunia, tampak hadiri Menpar Arief Yahya, Plt. Gubernur Malut M. Natsir Thaib, Bupati Halbar Dany Missi, Wabup Tikep Muhammad Senen, Plt. Walikota Ternate Abdullah Taher, Bupati Morotai Bany Laos, Plt. Bupt Haltim Muh. Din, Wabup Halteng Abd Odeyani, Ketua DPRD Malut Alien Mus, Sultan Ternate, Sultan Tidore, Anggota DPD Dapil Malut Basri Salama, Anggota DPR RI Dapil Malut Irene Y. Roba Putri, Kadis Parwisata Malut, Karo KKP Malut Armin Zakaria, dan sejumlah pimpinan SKPD Pemprov dan Kabupaten/Kota.

Rep/Red : (Lsh)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER