Fandi : Bupati Benny Laos Tidak Punya Nawaitu Mencerdaskan Orang Morotai

i-malut.com, MOROTAI – Pendidikan merupakan investasi bagi peradaban pembangunan didaerah, sehingga kehadiran institusi pendidikan merupakan tuntutan untuk mampu menjawab persoalan tersebut. Universitas Pasifik(UNIPAS) Pulau Morotai merupakan universitas yang masih belia diwilayah maluku utara, Tepatnya baru berusia empat tahun, kelahiran UNIPAS-pun atas dasar inisiasi pemerintah kabupaten pulau morotai, pada saat itu dibawah pimpinan Bupati Defenitif Rusli Sibua, saat itu. dengan tujuan yaitu mendorong dan mengembangkan sumberdaya manusia di morotai. atas dasar tersebut sehingga UNIPAS menjadi prioritas penganggaran dalam mengagregasi segala kebutuhan kampus demi mendorong mutu pendidikan.

“Tak tanggung-tanggung dimasa sebelumnya hibah dari pemda ke UNIPAS berkisar 5 Milyar. Namun kondisi tersebut berbeda dengan masa pemerintahan saat ini yang dinahkodai Bapak Benny Laos. dengan dalih efisiensi anggaran, hibah kampuspun ditiadakan dan dialihkan pada pembangunan fisik”. ungkap Dekan Tehnik Unipas, Fandi Hi Latif saat di hubungi lewat mesengger, Jumat (16/3/18).

Dalam releasenya, Fandi menyesalkan tindakan Bupati tersebut. Menurutnya, Bupati Morotai tidak memiliki nawaitu dalam mencerdaskan orang morotai, karena Dana hibah sebesar Rp 5 milyar yang selama ini dikucurkan sekarang ditiadakan.

“Maksudnya apa Bupati lakukan ini kalau bukan membodohi masyarakat morotai” semburnya.

Selain itu juga, dalam rangka memastikan kejelasan anggaran hibah, pihak kampus berkonsultasi dengan Bupati kembali pada, kamis (15/3/ 2018) kemarin, Namun Bupati gagal ditemui.

“Bupati ada sibuk layani tamunya dari luar, sementara nginap di resort Moro Madoto, jadi tidak berada di kantor”ungkap salah satu pejabat yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Sehingga para civitas akademisi Unipas diterima oleh Asisten II, Kabag Perintahan merangkap Kepala BPMD, dan Kaban Keuangan. Namun kata Fandi, sungguh sangat miris, karena pelayanan yang ada pada sekretariat daerah Kab. Pulau Morotai. Setingkat kursi dan minuman saja minim.

“Kami diterima namun sebagian besar para pimpinan kampus tidak disediakan tempat duduk dengan alasan bahwa sebagian besar kursi sekretariat sudah dibawa ke Morotai Utara dalam rangka Persiapan Ulang Tahun Pemda” jelasnya.

Dekan FKIP Rais Tawa, yg lagi berdiri, bersama teman teman dosen yang duduk dilantai saat bertandang ke kantor bupati pulau morotai. Para Dosen Unipas diperlakukan tidak manusiawi, duduk di lantai bagaikan pengemis. kamis 15/03/18 di sekertariat Kantor Bupati.

Bagi pihaknya, lanjut Fandi, ini sebuah penghinaan yang dilakukan oleh Pemda terhadap kampus, karena nyaris untuk setingkat air dan tempat duduk saja tidak ada.

“Pemerintahan macam apa ini.” kesal Fandi.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Fandi : Bupati Benny Laos Tidak Punya Nawaitu Mencerdaskan Orang Morotai

i-malut.com, MOROTAI – Pendidikan merupakan investasi bagi peradaban pembangunan didaerah, sehingga kehadiran institusi pendidikan merupakan tuntutan untuk mampu menjawab persoalan tersebut. Universitas Pasifik(UNIPAS) Pulau Morotai merupakan universitas yang masih belia diwilayah maluku utara, Tepatnya baru berusia empat tahun, kelahiran UNIPAS-pun atas dasar inisiasi pemerintah kabupaten pulau morotai, pada saat itu dibawah pimpinan Bupati Defenitif Rusli Sibua, saat itu. dengan tujuan yaitu mendorong dan mengembangkan sumberdaya manusia di morotai. atas dasar tersebut sehingga UNIPAS menjadi prioritas penganggaran dalam mengagregasi segala kebutuhan kampus demi mendorong mutu pendidikan.

“Tak tanggung-tanggung dimasa sebelumnya hibah dari pemda ke UNIPAS berkisar 5 Milyar. Namun kondisi tersebut berbeda dengan masa pemerintahan saat ini yang dinahkodai Bapak Benny Laos. dengan dalih efisiensi anggaran, hibah kampuspun ditiadakan dan dialihkan pada pembangunan fisik”. ungkap Dekan Tehnik Unipas, Fandi Hi Latif saat di hubungi lewat mesengger, Jumat (16/3/18).

Dalam releasenya, Fandi menyesalkan tindakan Bupati tersebut. Menurutnya, Bupati Morotai tidak memiliki nawaitu dalam mencerdaskan orang morotai, karena Dana hibah sebesar Rp 5 milyar yang selama ini dikucurkan sekarang ditiadakan.

“Maksudnya apa Bupati lakukan ini kalau bukan membodohi masyarakat morotai” semburnya.

Selain itu juga, dalam rangka memastikan kejelasan anggaran hibah, pihak kampus berkonsultasi dengan Bupati kembali pada, kamis (15/3/ 2018) kemarin, Namun Bupati gagal ditemui.

“Bupati ada sibuk layani tamunya dari luar, sementara nginap di resort Moro Madoto, jadi tidak berada di kantor”ungkap salah satu pejabat yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Sehingga para civitas akademisi Unipas diterima oleh Asisten II, Kabag Perintahan merangkap Kepala BPMD, dan Kaban Keuangan. Namun kata Fandi, sungguh sangat miris, karena pelayanan yang ada pada sekretariat daerah Kab. Pulau Morotai. Setingkat kursi dan minuman saja minim.

“Kami diterima namun sebagian besar para pimpinan kampus tidak disediakan tempat duduk dengan alasan bahwa sebagian besar kursi sekretariat sudah dibawa ke Morotai Utara dalam rangka Persiapan Ulang Tahun Pemda” jelasnya.

Dekan FKIP Rais Tawa, yg lagi berdiri, bersama teman teman dosen yang duduk dilantai saat bertandang ke kantor bupati pulau morotai. Para Dosen Unipas diperlakukan tidak manusiawi, duduk di lantai bagaikan pengemis. kamis 15/03/18 di sekertariat Kantor Bupati.

Bagi pihaknya, lanjut Fandi, ini sebuah penghinaan yang dilakukan oleh Pemda terhadap kampus, karena nyaris untuk setingkat air dan tempat duduk saja tidak ada.

“Pemerintahan macam apa ini.” kesal Fandi.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER