Karya Muhamad Kasuba, LaCak MALARIA Center Halsel Masuk 5 Besar Dunia

i-malut.com, LABUHA – Forum World Summit on the Information Society (WSIS) PBB adalah forum dunia yang diinisiasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2003 di Geneva. Tujuan utamanya adalah untuk menjembatani gap penggunaan information technology antara negara miskin/berkembang dan negara-negara maju.

Masyarakat Maluku Utara patut berbangga, dengan Mantan Bupati Halmahera selatan DR. Hi Muhamad kasuba yang mencangangan program Malaria Centre sehingga tahun 2018 Kabupaten Halmahera Selatan diundang untuk Menghadiri penghargaan WSIS 2018 dan kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara menyisihkan 700 peserta dari berbagai negara. Hanya 5 peserta yakni Indonesia, China dan Argentina yang berhasil masuk dalam 5 program terbaik kategori E-Health.

Program LaCak (Lapor Cepat Kasus) MALARIA yang diinisiasi Dinas Kesehatan dibawah Malaria Centre Kabupaten Halmahera Selatan ini adalah program yang diusung tim Halsel hingga berhasil menembus 5 besar di WSIS PBB. Program LaCak Malaria sudah banyak sekali mendapatkan penghargaan tingkat nasional maupun internasional, ini berkat kerja keras DR. H. Mauhamad kasuba, semasa menjadi Bupati Halsel dua periode.

Dan penghargaan atas inovasi di bidang kesehatan khususnya penanggulangan penyakit malaria itu, telah diterima langsung Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba di Markas PBB, Jenewa Swiss, pada tanggal 20 Maret tahun 2018 yang didampingi oleh Ketua PKK Halsel Hj. Nurlaila Muhamad, dan kadis kesehatan Halsel, Ahmad Rajak.

Kabag Humas dan Protokoler Setda Halsel, Mujibur Rahman mengatakan, untuk penerimaan penghargaan tersebut, Bupati berangkat ke Jenewa Swiss pada tanggal 17 Maret pekan kemarin

“Ini merupakan salah satu hasil inovasi pelaporan Kabupaten Halsel dalam mengikuti kompetisi Global WSIS Prizes 2018. Dan Halsel masuk dalam lima besar dunia ini sangat luar biasa, karena di Indonesia hanya dua yaitu Kabupaten Halsel dan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada katagori e-Health,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel, Firmansyah SKM. M.Kes mengatakan, di tahun lalu, Halsel juga masuk nominasi pada ketegori yang sama, hanya saja saat itu Halsel kalah voting, dan di tahun ini berhasil masuk di lima besar dan diundang ke Swiss oleh salah satu lembaga PBB yang menyelenggaran kegiatan ini.

“Ada 17 karya inovasi dari Indonesia tapi yang lolos dan menjadi champion itu hanya 12. Dan untuk kategori e-Health hanya ada dua wakil Indonesia yakni dari Pemda Halsel dan dari UGM,” jelasnya.

Menurutnya, Lacak malaria merupakan inovasi sistem pelaporan yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan baik dari polindes, Pustu dan Puskesmas atas kasus malaria yang ditemukan di lapangan atau pada saat dilakukan pengobatan.

“Jadi ketika ada temuan ada kasus atau penderita malaria maka dapat dilaporkan melalui sistem ini (Lacak,red), dan langsung masuk ke pusat data. Detik itu juga dilaporkan maka detik itu pula diketahui sehingga langsung diambil tindakan. Jadi kalau sebelumnya laporan itu bisa diterima sekitar satu bulan, maka dengan sistem Lacak ini, laporan langsung diterima saat itu juga,”jelasnya.

Inovasi sistem pelaporan yang dimiliki Kabupaten Halsel ini, merupakan satu-satunya di Indonesia, dan bahkan banyak pihak yang tertarik dan ingin mengadopsinya. Belum lama ini juga, Kadis Kesehatan Kabupaten Halsel di undang ke NTT untuk mempresentasikan sistem pelaporan ini, Pihaknya berharap, sistem ini dapat ditiru atau diterapkan juga pada pelaporan kasus penyakit lainnya atau bahkan bisa juga untuk pelaporan atas pelaksanaan pembangunan.

“Jadi bisa diadopsi untuk pelaporan di bidang lainnya,” cetusnya

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Karya Muhamad Kasuba, LaCak MALARIA Center Halsel Masuk 5 Besar Dunia

i-malut.com, LABUHA – Forum World Summit on the Information Society (WSIS) PBB adalah forum dunia yang diinisiasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2003 di Geneva. Tujuan utamanya adalah untuk menjembatani gap penggunaan information technology antara negara miskin/berkembang dan negara-negara maju.

Masyarakat Maluku Utara patut berbangga, dengan Mantan Bupati Halmahera selatan DR. Hi Muhamad kasuba yang mencangangan program Malaria Centre sehingga tahun 2018 Kabupaten Halmahera Selatan diundang untuk Menghadiri penghargaan WSIS 2018 dan kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara menyisihkan 700 peserta dari berbagai negara. Hanya 5 peserta yakni Indonesia, China dan Argentina yang berhasil masuk dalam 5 program terbaik kategori E-Health.

Program LaCak (Lapor Cepat Kasus) MALARIA yang diinisiasi Dinas Kesehatan dibawah Malaria Centre Kabupaten Halmahera Selatan ini adalah program yang diusung tim Halsel hingga berhasil menembus 5 besar di WSIS PBB. Program LaCak Malaria sudah banyak sekali mendapatkan penghargaan tingkat nasional maupun internasional, ini berkat kerja keras DR. H. Mauhamad kasuba, semasa menjadi Bupati Halsel dua periode.

Dan penghargaan atas inovasi di bidang kesehatan khususnya penanggulangan penyakit malaria itu, telah diterima langsung Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba di Markas PBB, Jenewa Swiss, pada tanggal 20 Maret tahun 2018 yang didampingi oleh Ketua PKK Halsel Hj. Nurlaila Muhamad, dan kadis kesehatan Halsel, Ahmad Rajak.

Kabag Humas dan Protokoler Setda Halsel, Mujibur Rahman mengatakan, untuk penerimaan penghargaan tersebut, Bupati berangkat ke Jenewa Swiss pada tanggal 17 Maret pekan kemarin

“Ini merupakan salah satu hasil inovasi pelaporan Kabupaten Halsel dalam mengikuti kompetisi Global WSIS Prizes 2018. Dan Halsel masuk dalam lima besar dunia ini sangat luar biasa, karena di Indonesia hanya dua yaitu Kabupaten Halsel dan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada katagori e-Health,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel, Firmansyah SKM. M.Kes mengatakan, di tahun lalu, Halsel juga masuk nominasi pada ketegori yang sama, hanya saja saat itu Halsel kalah voting, dan di tahun ini berhasil masuk di lima besar dan diundang ke Swiss oleh salah satu lembaga PBB yang menyelenggaran kegiatan ini.

“Ada 17 karya inovasi dari Indonesia tapi yang lolos dan menjadi champion itu hanya 12. Dan untuk kategori e-Health hanya ada dua wakil Indonesia yakni dari Pemda Halsel dan dari UGM,” jelasnya.

Menurutnya, Lacak malaria merupakan inovasi sistem pelaporan yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan baik dari polindes, Pustu dan Puskesmas atas kasus malaria yang ditemukan di lapangan atau pada saat dilakukan pengobatan.

“Jadi ketika ada temuan ada kasus atau penderita malaria maka dapat dilaporkan melalui sistem ini (Lacak,red), dan langsung masuk ke pusat data. Detik itu juga dilaporkan maka detik itu pula diketahui sehingga langsung diambil tindakan. Jadi kalau sebelumnya laporan itu bisa diterima sekitar satu bulan, maka dengan sistem Lacak ini, laporan langsung diterima saat itu juga,”jelasnya.

Inovasi sistem pelaporan yang dimiliki Kabupaten Halsel ini, merupakan satu-satunya di Indonesia, dan bahkan banyak pihak yang tertarik dan ingin mengadopsinya. Belum lama ini juga, Kadis Kesehatan Kabupaten Halsel di undang ke NTT untuk mempresentasikan sistem pelaporan ini, Pihaknya berharap, sistem ini dapat ditiru atau diterapkan juga pada pelaporan kasus penyakit lainnya atau bahkan bisa juga untuk pelaporan atas pelaksanaan pembangunan.

“Jadi bisa diadopsi untuk pelaporan di bidang lainnya,” cetusnya

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER