Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai Mulai Dibangun dan Rencana Diresmikan Presiden RI 

i-malut.com, MOROTAI – Masyarakat Pulau Morotai bersuka cita menyambut pembangunan kawasan ekonomi khusus yang digalakkan pemerintah pusat dan mulai dibangun oleh PT. Jababeka Morotai sebagai mitra yang ditunjuk Pempus.

KEK Morotai sendiri telah dicanangkan sejak tahun 2014, sebagaimna diatur dalam PP RI nomor 50 tahun 2014. tetapi pengembangan baru berjalan awal januari 2018, dengan melalui beberapa tahapan awal yakni survei, pembersihan, penataan dan saat ini sudah masuk pada tahapan mulai membangun.

Kordinator lapangan pembebasan, PT. Jababeka Morotai, Akbar Mangoda, saat dihubungi i-malut.com via WhatsApp, Selasa (20/03), membenarkan bahwa pembangunan tahap awal KEK morotai suda dimulai, namun membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemda morotai.

“Dalam percepatan pembangunan KEK Morotai sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyrakat dan lebih khususnya Pemda Kab. Pulau Morotai.” jelas Akbar.

Tahap satu pembangunan KEK Morotai, oleh PT. Jababeka Morotai

Akbar yang biasa disapa Aco mengatakan, KEK Morotai sangat menentukan Perekonomian masyrakat morotai. faktanya saat ini pengembangan pembangunan tahap satu yang sudah jalan di antaranya, Pembangunan Homestay, Ruko, kantor Administrator KEK, jalan dan infrastruktur lainnya, telah menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak.

“Baru di tahap awal pembangunan PT. Jaba Beka sudah lakukan pemberdayakan masyarakar morotai, kurang lebih 200 tenaga kerja pertukangan yang dipekerjakan.” jelasnya.

Tenaga kerja tersebut kata Aco, bukan hanya dari satu desa tetapi dari beberapa desa di morotai Selatan.

“Tenaga kerja kita serap dari beberapa desa, diantaranya tenaga kerja dari Desa Daruba, Falila, Dehegila, Joubela, Usbar, Sabatai baru dan Desa Nakamura.” ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan kata Aco, tenaga kerja akan terus bertambah, bila volume pekerjaannya bertambah. Namun untuk semntra masih diberikan kesempatan belajar, karna dimana konstruksi bangunannya mengunakan sistem pembangunan Baja Ringan yang mana tukang disini belum banyak berpengalaman dengan pekerjaan bertmatrial baja.

Pembangun KEK tahap satu ini terpusat di Desa Falila, Kecamatan Morotai Selatan, dengan lahan seluas 10 Hektar. Sehingga koordinator lapangan Akbar Mangoda berharap, pada pekerjaan tahap II dan tahap selanjutnya masyarakat Morotai sudah bisa masuk dalam pekerjaan tenaga skill.

“Karna untuk pekerjaan pembangunan tahap II, banyak pembangunan yang akan rencana dibangun, diantranya Lapangan Golf dan tambahan pembangunan Homestay.” ucap Akbar meyakinkan.

Setiap tahapan pembangunan, kata Aco, memiliki target waktu.

“Pembangunan tahap pertama ini target pekerjaan hanya sampai di bulan juni dan rencana di resmikan langsung oleh Bpk Presiden RI.” jelas Aco mengahirinya.

Rep/Red :(Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai Mulai Dibangun dan Rencana Diresmikan Presiden RI 

i-malut.com, MOROTAI – Masyarakat Pulau Morotai bersuka cita menyambut pembangunan kawasan ekonomi khusus yang digalakkan pemerintah pusat dan mulai dibangun oleh PT. Jababeka Morotai sebagai mitra yang ditunjuk Pempus.

KEK Morotai sendiri telah dicanangkan sejak tahun 2014, sebagaimna diatur dalam PP RI nomor 50 tahun 2014. tetapi pengembangan baru berjalan awal januari 2018, dengan melalui beberapa tahapan awal yakni survei, pembersihan, penataan dan saat ini sudah masuk pada tahapan mulai membangun.

Kordinator lapangan pembebasan, PT. Jababeka Morotai, Akbar Mangoda, saat dihubungi i-malut.com via WhatsApp, Selasa (20/03), membenarkan bahwa pembangunan tahap awal KEK morotai suda dimulai, namun membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemda morotai.

“Dalam percepatan pembangunan KEK Morotai sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyrakat dan lebih khususnya Pemda Kab. Pulau Morotai.” jelas Akbar.

Tahap satu pembangunan KEK Morotai, oleh PT. Jababeka Morotai

Akbar yang biasa disapa Aco mengatakan, KEK Morotai sangat menentukan Perekonomian masyrakat morotai. faktanya saat ini pengembangan pembangunan tahap satu yang sudah jalan di antaranya, Pembangunan Homestay, Ruko, kantor Administrator KEK, jalan dan infrastruktur lainnya, telah menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak.

“Baru di tahap awal pembangunan PT. Jaba Beka sudah lakukan pemberdayakan masyarakar morotai, kurang lebih 200 tenaga kerja pertukangan yang dipekerjakan.” jelasnya.

Tenaga kerja tersebut kata Aco, bukan hanya dari satu desa tetapi dari beberapa desa di morotai Selatan.

“Tenaga kerja kita serap dari beberapa desa, diantaranya tenaga kerja dari Desa Daruba, Falila, Dehegila, Joubela, Usbar, Sabatai baru dan Desa Nakamura.” ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan kata Aco, tenaga kerja akan terus bertambah, bila volume pekerjaannya bertambah. Namun untuk semntra masih diberikan kesempatan belajar, karna dimana konstruksi bangunannya mengunakan sistem pembangunan Baja Ringan yang mana tukang disini belum banyak berpengalaman dengan pekerjaan bertmatrial baja.

Pembangun KEK tahap satu ini terpusat di Desa Falila, Kecamatan Morotai Selatan, dengan lahan seluas 10 Hektar. Sehingga koordinator lapangan Akbar Mangoda berharap, pada pekerjaan tahap II dan tahap selanjutnya masyarakat Morotai sudah bisa masuk dalam pekerjaan tenaga skill.

“Karna untuk pekerjaan pembangunan tahap II, banyak pembangunan yang akan rencana dibangun, diantranya Lapangan Golf dan tambahan pembangunan Homestay.” ucap Akbar meyakinkan.

Setiap tahapan pembangunan, kata Aco, memiliki target waktu.

“Pembangunan tahap pertama ini target pekerjaan hanya sampai di bulan juni dan rencana di resmikan langsung oleh Bpk Presiden RI.” jelas Aco mengahirinya.

Rep/Red :(Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER