Plt Kepsek SMU-N 6 Bantah Soal Dugaan 7 Siswa Siluman Peserta Ujian

i-malut.com, TERNATE – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (kepsek) SMU Negeri 6 Kota Ternate, Arus Laesa membantah kabar adanya 7 siswa siluman yang diduga  diikut sertakan sebagai peserta ujian tahun ini.

Sebelumnya, tujuh siswa yang diduga siswa siluman tersebut diantaranya Fahmi Mukaram, Indrila Said, Safira Sahrudin, Sukri Rauf, Wa Ode Deliarti, Wahyuni Iswan, dan Yogi Hendrawan Abas.

Siswa yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan data siswa biodata ujian (bio-UN) sebanyak 45 siswa. Akan tetapi memasuki waktu pelaksaan ujian, terdapat 5 siswa yang tidak diikutkan sebagai peserta ujian dikarenakan 5 siswa tersebut tidak mengumpulkan atau melengkapi administrasi sebagai peserta ujian.

“Tidak benar dan tidak ada siswa siluman di SMA N 6. Bukan 7 siswa tapi yang betul itu 5 siswa saja,” kata Arus Laesa kepada i-malut.com, Rabu (21/3/2018) melalui via whatsApp.

Lanjut dia, dari 5 siswa tersebut, dua diantaranya yakni Sukri Rauf dan Indrilia Said sudah menikah. Sementara Wa Ode Deliarti adalah siswa mutasi dari Sulawesi Tengah, namun yang bersangkutan hanya datang ke sekolah dua kali, dan tidak pernah datang ke sekolah sampai pada pelaksaan ujian.

Sedangkan untuk Yogi Hendrawan Abas, pihak sekolah sudah melakukan koordinasi dan konfirmasi kepada orang tuanya, akan tetapi yang bersangkutan selalu datang sekolah senin-kamis sehingga itu, dilihat dari faktor kehadirannya tidak mencukupi 80 persen.

Untuk Fahmi Mukaram, sebelumnya tidak mengikuti dua mata pelajaran menjelang dua hari akhir pelaksaan semester di kelas XI lalu. Namun setelah Fahmi Mukaram diikutkan dalam proses mengulang atau remidial dan dinyatakan naik kelas 3, yang bersangkutan melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Yogi Hendrawan Abas yaitu datang ke sekolah sesuka hati alias datang ke sekolah senin-kamis.

“Ke-5 siswa itu merupakan siswa reguler di SMA N 6 dan data Dapodik mereka terbaca di sistem. Akan tetapi sesuai aturan sekolah, siswa yang sudah menikah dan kehadirannya tidak mencapai 80 persen itu tidak bisa diikutkan dalam ujian. Sedangkan untuk dua siswa yang sudah menikah itu tidak aktif lagi bulan November 2017,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, sebenarnya 7 siswa itu siswa SMA 6 ternate, tidak ada siswa dari luar yang ikut ujian malahan 5 siswa yang terdata itu tidak mengikuti ujian dari simulasi sampai sekarang atau tidak ikut. Terkait dengan fahmi mukaram dia di kelas XI semester genap 2 hari terakhir tidak ikut semester,

“Tidak mungkin divonis tidak naik kelas, bisa lewat mengulang atau remedial. ” jelasnya.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Plt Kepsek SMU-N 6 Bantah Soal Dugaan 7 Siswa Siluman Peserta Ujian

i-malut.com, TERNATE – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (kepsek) SMU Negeri 6 Kota Ternate, Arus Laesa membantah kabar adanya 7 siswa siluman yang diduga  diikut sertakan sebagai peserta ujian tahun ini.

Sebelumnya, tujuh siswa yang diduga siswa siluman tersebut diantaranya Fahmi Mukaram, Indrila Said, Safira Sahrudin, Sukri Rauf, Wa Ode Deliarti, Wahyuni Iswan, dan Yogi Hendrawan Abas.

Siswa yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan data siswa biodata ujian (bio-UN) sebanyak 45 siswa. Akan tetapi memasuki waktu pelaksaan ujian, terdapat 5 siswa yang tidak diikutkan sebagai peserta ujian dikarenakan 5 siswa tersebut tidak mengumpulkan atau melengkapi administrasi sebagai peserta ujian.

“Tidak benar dan tidak ada siswa siluman di SMA N 6. Bukan 7 siswa tapi yang betul itu 5 siswa saja,” kata Arus Laesa kepada i-malut.com, Rabu (21/3/2018) melalui via whatsApp.

Lanjut dia, dari 5 siswa tersebut, dua diantaranya yakni Sukri Rauf dan Indrilia Said sudah menikah. Sementara Wa Ode Deliarti adalah siswa mutasi dari Sulawesi Tengah, namun yang bersangkutan hanya datang ke sekolah dua kali, dan tidak pernah datang ke sekolah sampai pada pelaksaan ujian.

Sedangkan untuk Yogi Hendrawan Abas, pihak sekolah sudah melakukan koordinasi dan konfirmasi kepada orang tuanya, akan tetapi yang bersangkutan selalu datang sekolah senin-kamis sehingga itu, dilihat dari faktor kehadirannya tidak mencukupi 80 persen.

Untuk Fahmi Mukaram, sebelumnya tidak mengikuti dua mata pelajaran menjelang dua hari akhir pelaksaan semester di kelas XI lalu. Namun setelah Fahmi Mukaram diikutkan dalam proses mengulang atau remidial dan dinyatakan naik kelas 3, yang bersangkutan melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Yogi Hendrawan Abas yaitu datang ke sekolah sesuka hati alias datang ke sekolah senin-kamis.

“Ke-5 siswa itu merupakan siswa reguler di SMA N 6 dan data Dapodik mereka terbaca di sistem. Akan tetapi sesuai aturan sekolah, siswa yang sudah menikah dan kehadirannya tidak mencapai 80 persen itu tidak bisa diikutkan dalam ujian. Sedangkan untuk dua siswa yang sudah menikah itu tidak aktif lagi bulan November 2017,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, sebenarnya 7 siswa itu siswa SMA 6 ternate, tidak ada siswa dari luar yang ikut ujian malahan 5 siswa yang terdata itu tidak mengikuti ujian dari simulasi sampai sekarang atau tidak ikut. Terkait dengan fahmi mukaram dia di kelas XI semester genap 2 hari terakhir tidak ikut semester,

“Tidak mungkin divonis tidak naik kelas, bisa lewat mengulang atau remedial. ” jelasnya.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER