Air PDAM Tidak Mengalir, Sungai Jadi Solusi Masyarakat

i-malut.com, MOROTAI – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pulau Morotai sudah tiga hari tidak mengalirkan air ke rumah rumah pelanggan.Padaal air bersih menjadi kebutuhan dasar manusia, kejadian ini terhitung sejak kamis 22 sampai sabtu 24/03 sore ini pun belum mengalir airnya.

Sesuai pantauan i-malut.com, sejak hari kamis sampai sabtu 24/03 sore ini, desa-desa dalam pusat Kota Daruba mengalami hal yang sama, baik itu Desa Darame, Gotalamo, Yayasan, Wawama, Pandanga dan Juanga.

Krisis air ini membuat masyarakat berbondong-bondong menuju sungai trans SP 3, sebagai alternatif untuk mandi dan cuci pakaian.

Pantauan i-malut.com, sejak jam 09 pagi sampai siang jam 01 WIT, puluhan masyarakat menyerbu sungai SP 3, ada yang menggunakan damtruk, mobil open cup, bentor dan motor roda dua.

“Air PAM sudah tiga hari tidak mengalir, terpaksa kami ke sungai untuk mandi dan cuci pakaian” ungkap ibu Nurmala, didampingi ibu-ibu lainnya, saat ditemui ditepi sungai pada sabtu 24/03/2018, pagi.

Selain ibu Nurmala dari Desa Gotalamo, Ibu Fadila dari Desa Daruba Pante juga menyampaikan keluhan yang sama.

“Di Daruba Pante juga sama, air PAM sudah tiga hari tidak mengalir, sejak hari kamis sampai sabtu hari ini”cetusnya penuh kesal.

Menurut Ibu Fadila, mereka kecewa dengan manajemen PDAM yang terkesan tidak bertanggung jawab.

“Sebenarnya PDAM harus sampaikan jauh sebelumnya kalau memang ada kerusakan atau ada perbaikan, sehingga masyarakat tahu, bukan diam-diam kemudian airnya tidak dialirkan, tanpa pemberitahuan apa masalah” semburnya.

Pihak PDAM sendiri belum dapat dikonfirmasi, karna saat i-malut.com bertandang ke kantor PDAM pada Sabtu jam 10 pagi, kantornya tutup.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Air PDAM Tidak Mengalir, Sungai Jadi Solusi Masyarakat

i-malut.com, MOROTAI – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pulau Morotai sudah tiga hari tidak mengalirkan air ke rumah rumah pelanggan.Padaal air bersih menjadi kebutuhan dasar manusia, kejadian ini terhitung sejak kamis 22 sampai sabtu 24/03 sore ini pun belum mengalir airnya.

Sesuai pantauan i-malut.com, sejak hari kamis sampai sabtu 24/03 sore ini, desa-desa dalam pusat Kota Daruba mengalami hal yang sama, baik itu Desa Darame, Gotalamo, Yayasan, Wawama, Pandanga dan Juanga.

Krisis air ini membuat masyarakat berbondong-bondong menuju sungai trans SP 3, sebagai alternatif untuk mandi dan cuci pakaian.

Pantauan i-malut.com, sejak jam 09 pagi sampai siang jam 01 WIT, puluhan masyarakat menyerbu sungai SP 3, ada yang menggunakan damtruk, mobil open cup, bentor dan motor roda dua.

“Air PAM sudah tiga hari tidak mengalir, terpaksa kami ke sungai untuk mandi dan cuci pakaian” ungkap ibu Nurmala, didampingi ibu-ibu lainnya, saat ditemui ditepi sungai pada sabtu 24/03/2018, pagi.

Selain ibu Nurmala dari Desa Gotalamo, Ibu Fadila dari Desa Daruba Pante juga menyampaikan keluhan yang sama.

“Di Daruba Pante juga sama, air PAM sudah tiga hari tidak mengalir, sejak hari kamis sampai sabtu hari ini”cetusnya penuh kesal.

Menurut Ibu Fadila, mereka kecewa dengan manajemen PDAM yang terkesan tidak bertanggung jawab.

“Sebenarnya PDAM harus sampaikan jauh sebelumnya kalau memang ada kerusakan atau ada perbaikan, sehingga masyarakat tahu, bukan diam-diam kemudian airnya tidak dialirkan, tanpa pemberitahuan apa masalah” semburnya.

Pihak PDAM sendiri belum dapat dikonfirmasi, karna saat i-malut.com bertandang ke kantor PDAM pada Sabtu jam 10 pagi, kantornya tutup.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...