Tugas Ganda, Direktur RSUD Maba Disorot LSM Ampera

i-malut.com, MABA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Dr. Dwi Handoko di Nilai mengabaikan Tugas dan Tanggung jawab atau tidak disiplin dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya Pimpinan RS tersebut hanya beraktifatas 3 Hari dalam 1 minggu. Hal ini di ungkapkan Oleh M. Rifai Latif, Kepala Bidang Kesehatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ampera Haltim. Jum’at (30/3/2018)

Kepada i-malut.com, Rifai mengatakan bahwa, Dokter Dwi Handoko selain sebagai Direktur RSUD Maba, dirinya juga sebagai tenaga pengajar di Salah satu Universitas yang berada di Maluku Utara tepatnya di Kota ternate yakni Universitas Khairun (Unkhair) Sebagai Dosen Fisiologi di Fakultas Kedokteran dan Juga Sebagai Dokter di RSUD Chasan Bhoesori yang Beralamat di Kelurahan Tanah Tinggi Kota Ternate. Oleh karena itu Hal ini diduga berpengaruh pada pelayanan yang berkaitan dengan administrasi dan pelayanan medis lainya.

“Direktur RSUD Maba Dwi Handoko hanya berkantor dari hari Senin sampai Rabu”. cetusnya

“Jika Pak Direktur hanya aktif dari senin sampai rabu itu nanti tidak akan efektif dalam sistem pelayanan baik administrasi maupun pelayanan medis.” tambahnya

Lebih lanjut Kata Rifai, Dwi Handoko selain sebagai Direktur RSUD Maba, Dia juga mendapatkan Insentif dari pemerintah Daerah (Pemda) Haltim sehingga Jika Direktur RSUD Maba dalam melaksanakan Tugas dan tanggung jawab Harus Lebih Profesional.

“Selain Dia direktur (RSUD), dia juga mendapat insentif kurang lebih Rp. 30 Juta Perbulan jadi sebagai pimpinan beliau harus lebih professional dalam bertugas.”katanya

Rifai juga mempertanyakan, yang bersangkutan adalah ASN di Haltim kok bisa buka praktek di RS lain dan tenaga pengajar di salah satu Universitas di ternate.

Untuk itu pihaknya berharap kepada Direktur RSUD Maba Dr. Dwi Handoko agar lebih serius dalam menyikapi terkait dengan pekerjaannya.

“Jadi beliau seharusnya konsisten minimal harus memilih jadi Dosen di Unkhair atau Direktur di RS Maba”. ujarnya

Selain itu Pihaknya juga meminta kepada Pemda agar mengevaluasi terkait dengan masalah tersebut.

“Oleh karena itu kami meminta Pemda untuk mengevaluasi Direktur rumah Sakit.” tutupnya

Rep/Red : (All)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tugas Ganda, Direktur RSUD Maba Disorot LSM Ampera

i-malut.com, MABA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Dr. Dwi Handoko di Nilai mengabaikan Tugas dan Tanggung jawab atau tidak disiplin dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya Pimpinan RS tersebut hanya beraktifatas 3 Hari dalam 1 minggu. Hal ini di ungkapkan Oleh M. Rifai Latif, Kepala Bidang Kesehatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ampera Haltim. Jum’at (30/3/2018)

Kepada i-malut.com, Rifai mengatakan bahwa, Dokter Dwi Handoko selain sebagai Direktur RSUD Maba, dirinya juga sebagai tenaga pengajar di Salah satu Universitas yang berada di Maluku Utara tepatnya di Kota ternate yakni Universitas Khairun (Unkhair) Sebagai Dosen Fisiologi di Fakultas Kedokteran dan Juga Sebagai Dokter di RSUD Chasan Bhoesori yang Beralamat di Kelurahan Tanah Tinggi Kota Ternate. Oleh karena itu Hal ini diduga berpengaruh pada pelayanan yang berkaitan dengan administrasi dan pelayanan medis lainya.

“Direktur RSUD Maba Dwi Handoko hanya berkantor dari hari Senin sampai Rabu”. cetusnya

“Jika Pak Direktur hanya aktif dari senin sampai rabu itu nanti tidak akan efektif dalam sistem pelayanan baik administrasi maupun pelayanan medis.” tambahnya

Lebih lanjut Kata Rifai, Dwi Handoko selain sebagai Direktur RSUD Maba, Dia juga mendapatkan Insentif dari pemerintah Daerah (Pemda) Haltim sehingga Jika Direktur RSUD Maba dalam melaksanakan Tugas dan tanggung jawab Harus Lebih Profesional.

“Selain Dia direktur (RSUD), dia juga mendapat insentif kurang lebih Rp. 30 Juta Perbulan jadi sebagai pimpinan beliau harus lebih professional dalam bertugas.”katanya

Rifai juga mempertanyakan, yang bersangkutan adalah ASN di Haltim kok bisa buka praktek di RS lain dan tenaga pengajar di salah satu Universitas di ternate.

Untuk itu pihaknya berharap kepada Direktur RSUD Maba Dr. Dwi Handoko agar lebih serius dalam menyikapi terkait dengan pekerjaannya.

“Jadi beliau seharusnya konsisten minimal harus memilih jadi Dosen di Unkhair atau Direktur di RS Maba”. ujarnya

Selain itu Pihaknya juga meminta kepada Pemda agar mengevaluasi terkait dengan masalah tersebut.

“Oleh karena itu kami meminta Pemda untuk mengevaluasi Direktur rumah Sakit.” tutupnya

Rep/Red : (All)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER