Direktur RSUD Maba Akui Miliki Tugas Ganda

i-malut.com, MABA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Dr. Dwi Handoko mengakui bahwa dirinya mengemban tugas ganda, yakni selaku Direktur di RSUD Maba, sebagai Dokter di RSUD Chaesan Boeshori dan Tenaga Pengajar atau Dosen di Universitas Khairun Ternate.

“Saya tidak memungkiri bahwa memang tugas saya bukan hanya satu sebagai direktur disini (RSUD Maba) sebagai mana yang telah diamanati saat ini, tapi saya tetap fokus.” ungkap Dr. Dwi Handoko, saat di konfirmasi i-malut.com Rabu (5/4/2018).

Dirinya mengaku bahwa, apa yang dilakukannya tidak terlepas dari ketentuan undang-undang (UU) Profesi Kedokteran.

“Dokterkan di ijinkan praktek di 3 tempat, undang undang sudah mengatur itu,”tukasnya

“Yang namanya Dokter itu harus menjaga keahliannya manakala kasusnya sedikit tidak ada tindakan saya harus cari ditempat lain, kalau tidak keahlian saya hilang atau mati begitu juga kalu dokter ahli yang lain manakalah kasusnya sedikit, mereka akan berfikir untuk mencari tindakan yang kompoten.” tambahnya

Selain itu berkaitan dengan tugas lainnya, Dwi mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintahan baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.

“Berkaitan dengan tugas mengajar di Unkhair ya itulah kita berfikir untuk semuanya, Tentu saya sudah koordinasi dengan atasan, bukan langka sendiri”. Ujarnya

Selain itu dalam melaksanakan tugas diluar dari Jabatannya sebagai Direktur, Dwi mengaku tetap memantau situasi di Rumah Sakit Maba walaupun dirinya berada diluar Kota Maba.

“Sekalipun saya mengajar tapi saya juga pantau di Haltim. Yang perlu di fikirkan Dokter Ahli itu adalah ada kompetensi yang harus di jaga”. Cetusnya

Ketika ditanya jika dirinya diminta untuk memilih sebagai Direktur atau Tenaga Pengajar, Dwi Handoko dirinya mengatakan masih ingin membangun RSUD Maba lebih baik lagi jika masih diberi amanat.

“Kalau saya di minta untuk jadi Direktur atau tenaga pengajar, fokus saya sudah tidak jadi Direktur ya saya sih tidak apa-apa tapi kalau masih di Amanatkan, saya masih akan membangun RS ini. Maaf ya ini baru saya kalau dokter lain ya pasti sudah pergi.”Tegasnya

Rep/Red : (All)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Direktur RSUD Maba Akui Miliki Tugas Ganda

i-malut.com, MABA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Dr. Dwi Handoko mengakui bahwa dirinya mengemban tugas ganda, yakni selaku Direktur di RSUD Maba, sebagai Dokter di RSUD Chaesan Boeshori dan Tenaga Pengajar atau Dosen di Universitas Khairun Ternate.

“Saya tidak memungkiri bahwa memang tugas saya bukan hanya satu sebagai direktur disini (RSUD Maba) sebagai mana yang telah diamanati saat ini, tapi saya tetap fokus.” ungkap Dr. Dwi Handoko, saat di konfirmasi i-malut.com Rabu (5/4/2018).

Dirinya mengaku bahwa, apa yang dilakukannya tidak terlepas dari ketentuan undang-undang (UU) Profesi Kedokteran.

“Dokterkan di ijinkan praktek di 3 tempat, undang undang sudah mengatur itu,”tukasnya

“Yang namanya Dokter itu harus menjaga keahliannya manakala kasusnya sedikit tidak ada tindakan saya harus cari ditempat lain, kalau tidak keahlian saya hilang atau mati begitu juga kalu dokter ahli yang lain manakalah kasusnya sedikit, mereka akan berfikir untuk mencari tindakan yang kompoten.” tambahnya

Selain itu berkaitan dengan tugas lainnya, Dwi mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintahan baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.

“Berkaitan dengan tugas mengajar di Unkhair ya itulah kita berfikir untuk semuanya, Tentu saya sudah koordinasi dengan atasan, bukan langka sendiri”. Ujarnya

Selain itu dalam melaksanakan tugas diluar dari Jabatannya sebagai Direktur, Dwi mengaku tetap memantau situasi di Rumah Sakit Maba walaupun dirinya berada diluar Kota Maba.

“Sekalipun saya mengajar tapi saya juga pantau di Haltim. Yang perlu di fikirkan Dokter Ahli itu adalah ada kompetensi yang harus di jaga”. Cetusnya

Ketika ditanya jika dirinya diminta untuk memilih sebagai Direktur atau Tenaga Pengajar, Dwi Handoko dirinya mengatakan masih ingin membangun RSUD Maba lebih baik lagi jika masih diberi amanat.

“Kalau saya di minta untuk jadi Direktur atau tenaga pengajar, fokus saya sudah tidak jadi Direktur ya saya sih tidak apa-apa tapi kalau masih di Amanatkan, saya masih akan membangun RS ini. Maaf ya ini baru saya kalau dokter lain ya pasti sudah pergi.”Tegasnya

Rep/Red : (All)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER