Soal Pemangkasan Dana MTQ, Sekda Morotai Buat Pembelaan

i-malut.com, MOROTAI – Terkait pemberitaan yang dimuat i-malut.com pada selasa 03 April 2018 dengan judul tidak ada dana, seleksi MTQ tingkat kecamatan di tunda, rupanya mengusik ketenangan Sekda Kabupaten pulau morotai, Muhammad Karie.

Setelah membaca judul dan isi berita tersebut, Sekda Pulau Morotai langsung menghubungi i-malut.com lewat telpon seluler pada selasa 03/04/2018 malam, guna meluruskan soal keberadaan dana MTQ tersebut.

Karena Asep, begitu Sekda biasa di sapa, menganggap Kabag Kesra tidak memahami proses yang terjadi.

“Kabag kesra keliru, bahkan tidak memahami, padahal dana seleksi MTQ tingkat kecamatan ada, tapi tidak di plot lansung ke Kecamatan seperti tahun sebelumnya, tetapi tahun ini di inklud masuk ke DPA bagian kesra, sekertariat kantor Bupati, untuk seluruh dana MTQ” Jelasnya.

Namun kata asep, besaran dananya dikurangi dari tahun sebelumnya, karna menghitung kebutuhan anggaran sebelumnya terlalu besar.

“Tahun sebelumnya memang anggaran MTQ per-kecamatan lebih besar, yakni 50 juta rupiah, namun setelah kami evaluasi anggaran MTQ secara keseluruhan tingkatannya, ternyata terlalu besar, sehingga tahun ini kami kurangi anggarannya. Untuk tingkat kecamatan sebesar 35 juta rupiah per-kecamatan” jelasnya.

Jadi tidak benar kata sekda, jika seleksi MTQ ditunda karena tidak ada dana, tetapi seleksi di tunda dari jadwal sebelumnya karena bertepatan dengan HUT Kabupaten Morotai saat itu.

“Kita tunda seleksinya sampai minggu ke empat bulan april ini bukan soal dana, tapi ada dua alasan, pertama di bulan maret barusan bertepatan dengan HUT Kabupaten, kedua minggu pertama sampai minggu ketiga bulan ini ada ujian sekolah, karena sebagian peserta MTQ mengikuti ujian” Alasan sekda mengakhiri klarifikasinya.

Kendati demikian, Camat Morotai Selatan Nardi Barakati ketika dikonfirmasi, Selasa (3/4/2018) sore kemarin mengatakan bahwa ditundanya seleksi MTQ di tingkat kecamatan akibat tidak tersedianya dana.

i-malut.com juga mendapat keterangan berbeda sebelumnya soal dana MTQ dan penundaan seleksi, dari Kabag Kesra, Hi Safrudin Asrakal, ketika di konfirmasi kemarin di ruang kerjanya. “Dana MTQ yang ada di Kesra itu di peruntukkan buat MTQ tingkat Kabupaten dan MTQ tingkat provinsi, sedangkan untuk kecamatan ditunda karena kendala anggaran” kata Kabag kesra.

Dua penjelasan berbeda bisa membingungkan masyarakat bahkan bisa menimbulkan multi tafsir di masyarakat, untuk itu i-malut.com mengkonfirmasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, dari partai PKS, Rasmin Fabanyo , pada Rabu (04/4/2018) lewat mesengger. Menurut Rasmin, memang benar Bupati memangkas dana MTQ karena alasan efisiensi anggaran, tapi tidak menghilangkan anggarannya.

“Setau saya anggaran seleksi MTQ tingkat kecamatan saat ini tidak dianggarkan lagi di RKA tiap kecamatan, tetapi sudah di inklud masuk ke kabupaten, tepatnya di bagian kesra” jelasnya.

Lanjut Rasmin, memang di pemerintahan sebelumnya tiap Kecamatan dianggarkan 50 juta rupiah, bersumber dari Dana Hibah, sehingga di totalkan dengan dana MTQ tingkat Kabupaten menjadi 1,3 Milyar, namun saat ini bupati beralasan efisiensi anggaran sehingga di pangkas menjadi 800 juta untuk semua tingkatan MTQ.

“Jadi semua dana MTQ melekat di bagian kesra, soal kesra mau anggarkan perkecamatan besarannya berapa, itu tergantung kesra, yang pastinya anggaran itu ada” tegasnya.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Soal Pemangkasan Dana MTQ, Sekda Morotai Buat Pembelaan

i-malut.com, MOROTAI – Terkait pemberitaan yang dimuat i-malut.com pada selasa 03 April 2018 dengan judul tidak ada dana, seleksi MTQ tingkat kecamatan di tunda, rupanya mengusik ketenangan Sekda Kabupaten pulau morotai, Muhammad Karie.

Setelah membaca judul dan isi berita tersebut, Sekda Pulau Morotai langsung menghubungi i-malut.com lewat telpon seluler pada selasa 03/04/2018 malam, guna meluruskan soal keberadaan dana MTQ tersebut.

Karena Asep, begitu Sekda biasa di sapa, menganggap Kabag Kesra tidak memahami proses yang terjadi.

“Kabag kesra keliru, bahkan tidak memahami, padahal dana seleksi MTQ tingkat kecamatan ada, tapi tidak di plot lansung ke Kecamatan seperti tahun sebelumnya, tetapi tahun ini di inklud masuk ke DPA bagian kesra, sekertariat kantor Bupati, untuk seluruh dana MTQ” Jelasnya.

Namun kata asep, besaran dananya dikurangi dari tahun sebelumnya, karna menghitung kebutuhan anggaran sebelumnya terlalu besar.

“Tahun sebelumnya memang anggaran MTQ per-kecamatan lebih besar, yakni 50 juta rupiah, namun setelah kami evaluasi anggaran MTQ secara keseluruhan tingkatannya, ternyata terlalu besar, sehingga tahun ini kami kurangi anggarannya. Untuk tingkat kecamatan sebesar 35 juta rupiah per-kecamatan” jelasnya.

Jadi tidak benar kata sekda, jika seleksi MTQ ditunda karena tidak ada dana, tetapi seleksi di tunda dari jadwal sebelumnya karena bertepatan dengan HUT Kabupaten Morotai saat itu.

“Kita tunda seleksinya sampai minggu ke empat bulan april ini bukan soal dana, tapi ada dua alasan, pertama di bulan maret barusan bertepatan dengan HUT Kabupaten, kedua minggu pertama sampai minggu ketiga bulan ini ada ujian sekolah, karena sebagian peserta MTQ mengikuti ujian” Alasan sekda mengakhiri klarifikasinya.

Kendati demikian, Camat Morotai Selatan Nardi Barakati ketika dikonfirmasi, Selasa (3/4/2018) sore kemarin mengatakan bahwa ditundanya seleksi MTQ di tingkat kecamatan akibat tidak tersedianya dana.

i-malut.com juga mendapat keterangan berbeda sebelumnya soal dana MTQ dan penundaan seleksi, dari Kabag Kesra, Hi Safrudin Asrakal, ketika di konfirmasi kemarin di ruang kerjanya. “Dana MTQ yang ada di Kesra itu di peruntukkan buat MTQ tingkat Kabupaten dan MTQ tingkat provinsi, sedangkan untuk kecamatan ditunda karena kendala anggaran” kata Kabag kesra.

Dua penjelasan berbeda bisa membingungkan masyarakat bahkan bisa menimbulkan multi tafsir di masyarakat, untuk itu i-malut.com mengkonfirmasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, dari partai PKS, Rasmin Fabanyo , pada Rabu (04/4/2018) lewat mesengger. Menurut Rasmin, memang benar Bupati memangkas dana MTQ karena alasan efisiensi anggaran, tapi tidak menghilangkan anggarannya.

“Setau saya anggaran seleksi MTQ tingkat kecamatan saat ini tidak dianggarkan lagi di RKA tiap kecamatan, tetapi sudah di inklud masuk ke kabupaten, tepatnya di bagian kesra” jelasnya.

Lanjut Rasmin, memang di pemerintahan sebelumnya tiap Kecamatan dianggarkan 50 juta rupiah, bersumber dari Dana Hibah, sehingga di totalkan dengan dana MTQ tingkat Kabupaten menjadi 1,3 Milyar, namun saat ini bupati beralasan efisiensi anggaran sehingga di pangkas menjadi 800 juta untuk semua tingkatan MTQ.

“Jadi semua dana MTQ melekat di bagian kesra, soal kesra mau anggarkan perkecamatan besarannya berapa, itu tergantung kesra, yang pastinya anggaran itu ada” tegasnya.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER