1.992 Mahasiswa UNIPAS Terancam Tidak Bisa Lanjutkan Kuliah

i-malut.com, MOROTAI – Universitas Pasific (UNIPAS) Kabupaten Pulau Morotai adalah satu-satunya Kampus yang di dirikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, pada 4 tahun silam, oleh Bupati Definitif pertama Rusli Sebua, dan menjadi kampus ke banggaan masyarakat pulau morotai. Bahkan menjadi primadona karena satu-satunya di morotai. hal ini terlihat antusias masyarakat Morotai dan luar Morotai yang mendaftar saat penerimaan mahasiswa pertama menembus kurang lebih seribu mahasiswa.

Namun UNIPAS baru saja beranjak untuk berjalan lebih cepat dan meraih cita citanya, sudah di cekal “ayah kandungnya” sendiri yakni Pemda Kabupaten Pulau Morotai dalam hal ini Bupati Definitif kedua yakni Benny Laos.

Bagaimana tidak, kampus yang baru seumur jagung, otomatis dari sisi pembiayaan masih bergantung ke Pemerintah Daerah sebagai pelopor pendiri UNIPAS. Tapi miris, kampus yang sebelumnya di infus dengan dana 3,5 milyar pertahun, kini dihilangkan total, padahal kampus ini masih kurang gizi.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Definitif kedua Kabupaten Pulau Morotai berpendapat lain

“Saya tetap berkomitmen memajukan pendidikan di Morotai, baik PAUD, SD, SMP, SMA dan UNIPAS, hanya pola kita berbeda, saya ingin sekali mendayung satu dua pulau terjangkau, maka saya hilangkan Dana Hibah untuk unipas” jelas Benny, gitu loh. Saat pertemuan dengan civitas UNIPAS pada kamis 04/04/2018 sore di kampus UNIPAS.

Maksudnya kata Bupati, dia tidak mau bantu UNIPAS dengan memberikan dana begitu saja, sehingga hanya menguntungkan kampus saja, akan tetapi dana itu diberi ke masyarakat morotai yang masuk kuliah di UNIPAS, sehingga dana itulah yang dipakai sebagai biaya operasional UNIPAS, jadi sama-sama di untungkan, baik UNIPAS maupun masyarakat morotai.

Selain itu Bupati juga mengusulkan agar UNIPAS membuka kursus komputer, nanti dia mewajibkan setiap Dinas untuk mendaftar dan dibiayai oleh pemda.

“Nanti pak sekda sampaikan tiap dinas wajib mengutuskan pegawainya sebanyak 10 orang untuk belajar komputer di UNIPAS, biayanya dari pemda” janjinya

“Namun saya butuh data soal pembiayaan UNIPAS secara menyeluruh, agar keputusan yang saya ambil benar-benar terukur karena terencana dengan baik” harapnya.

Untuk itu kata Benny Laos, pertemuan dilanjutkan hari sabtu minggu ini di markas besar (Mabes) benny laos.

Namun pola yang dipakai Bupati menangani masalah UNIPAS ditentang keras oleh para dosen. Menurut Dekan FISIP, Parto Sumtaki, soal pembiayaan UNIPAS menjadi tanggung jawab Pemda Morotai, untuk itu harus ada kearifan membangun UNIPAS sebagai episentrum morotai, karena tidak ada investasi pendidikan yang rugi.

“Kenapa pembiayaan ke Perusda yang selalu merugi terus dilakukan, bahkan saat ini lebih besar, kok pembiayaan ke UNIPAS di hilangkan? Padahal UNIPAS selama ini selalu menjaga eksistensinya, kinerjanya dalam mengelola keuangan pun tidak bermasalah, sehingga tidak pernah kolaps” sembur Parto mempertanyakan.

Selain itu, Rektor UNIPAS Kabupaten Pulau Morotai, Sulami Sibua, memberi stetmen yang sangat keras. Menurut Rektor, masalah operasional adalah masalah yang sangat serius serta menguras tenaga dan pikiran Rektor dan para Dosen.

“Sebenarnya tugas Rektor dan Dosen bukan mengurus dana operasional UNIPAS, tapi ini tugas yayasan, namun masalahnya semakin kritis kalau kita terus biarkan kampus ini bisa tutup, hal ini yang kami tidak inginkankan, karena kami sangat mencintai kampus ini dan ingin berbakti memajukan morotai, atas dasar ini kami menyurati pemda untuk audens agar mencari solusi terhadap masalah keuangan yang di hadapi UNIPAS setelah Pemda memutuskan bantuannya” tegasnya.

Maaf bapak-bapak sekalian,”ditujukan ke Bupati, Sekda dan para Kadis yang turut serta”,

Lanjut sulami, kita harus bersyukur dan berteri makasih kepada seluruh Dosen yang telah berbakti di UNIPAS dan mempertahankan eksistensi UNIPAS, padahal gaji para dosen sangat kecil dan tidak cukup untuk membiayai mereka hidup di morotai.

“Gaji para Dosen hanya 2 juta rupiah perbulan, ini sangat kecil dan memprihatinkan, begitu juga dengan uang makan mereka sangat kecil hanya 10 ribu rupiah perorang perhari,yang kecil ini juga membuat kita pusing putar otak tuk membayar mereka” semburnya.

Rektor Unipas, Sulami Sibua, juga menegaskan,”bila dalam pertemuan ini kita tidak menemukan solusi, maka tidak ada jalan lain, terpaksa kampus Unipas kita Tutup untuk sementar”.

Sesuai pantauan i-malut.com, berjalan alot dan panasnya pertemuan tersebut, sedikit menggugah hati Bupati. hal ini terlihat Bupati perintahkan Sekda dan sejumlah Kadis segera menangani masalah yang ada.

Kendati demikian, Rektor kembali mengingatkan para pembantu Bupati.

“Sekedar saya ingatkan bahwa perintah Bupati adalah kebijakan yang harus ditindak lanjuti, jangan Bupatinya bilang A kadisnya buat B, seperti sebelumnya Bupati telah berjanji memberi bantuan ke tiap mahasiswa, tapi ketika ini kami kejar, kami di pimpong sana sini, endingnya nol, ini jangan terjadi lagi” celoteh Rektor mengingatkan.

Tetapi soal bantuan Pemda ke UNIPAS, Bupati tetap pada pola pendiriannya.

“Saya tunggu datanya dari UNIPAS, terutama Master Plan, didalamnya masalah pembiyaan opersasional secara menyeluruh apa saja dan berapa besaran anggaran yang di butuhkan akan kita putuskan pada pertemuan berikut, hari Sabtu, (6/4/2018) di Mabes Benny Laos”. tantangnya.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

1.992 Mahasiswa UNIPAS Terancam Tidak Bisa Lanjutkan Kuliah

i-malut.com, MOROTAI – Universitas Pasific (UNIPAS) Kabupaten Pulau Morotai adalah satu-satunya Kampus yang di dirikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, pada 4 tahun silam, oleh Bupati Definitif pertama Rusli Sebua, dan menjadi kampus ke banggaan masyarakat pulau morotai. Bahkan menjadi primadona karena satu-satunya di morotai. hal ini terlihat antusias masyarakat Morotai dan luar Morotai yang mendaftar saat penerimaan mahasiswa pertama menembus kurang lebih seribu mahasiswa.

Namun UNIPAS baru saja beranjak untuk berjalan lebih cepat dan meraih cita citanya, sudah di cekal “ayah kandungnya” sendiri yakni Pemda Kabupaten Pulau Morotai dalam hal ini Bupati Definitif kedua yakni Benny Laos.

Bagaimana tidak, kampus yang baru seumur jagung, otomatis dari sisi pembiayaan masih bergantung ke Pemerintah Daerah sebagai pelopor pendiri UNIPAS. Tapi miris, kampus yang sebelumnya di infus dengan dana 3,5 milyar pertahun, kini dihilangkan total, padahal kampus ini masih kurang gizi.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Definitif kedua Kabupaten Pulau Morotai berpendapat lain

“Saya tetap berkomitmen memajukan pendidikan di Morotai, baik PAUD, SD, SMP, SMA dan UNIPAS, hanya pola kita berbeda, saya ingin sekali mendayung satu dua pulau terjangkau, maka saya hilangkan Dana Hibah untuk unipas” jelas Benny, gitu loh. Saat pertemuan dengan civitas UNIPAS pada kamis 04/04/2018 sore di kampus UNIPAS.

Maksudnya kata Bupati, dia tidak mau bantu UNIPAS dengan memberikan dana begitu saja, sehingga hanya menguntungkan kampus saja, akan tetapi dana itu diberi ke masyarakat morotai yang masuk kuliah di UNIPAS, sehingga dana itulah yang dipakai sebagai biaya operasional UNIPAS, jadi sama-sama di untungkan, baik UNIPAS maupun masyarakat morotai.

Selain itu Bupati juga mengusulkan agar UNIPAS membuka kursus komputer, nanti dia mewajibkan setiap Dinas untuk mendaftar dan dibiayai oleh pemda.

“Nanti pak sekda sampaikan tiap dinas wajib mengutuskan pegawainya sebanyak 10 orang untuk belajar komputer di UNIPAS, biayanya dari pemda” janjinya

“Namun saya butuh data soal pembiayaan UNIPAS secara menyeluruh, agar keputusan yang saya ambil benar-benar terukur karena terencana dengan baik” harapnya.

Untuk itu kata Benny Laos, pertemuan dilanjutkan hari sabtu minggu ini di markas besar (Mabes) benny laos.

Namun pola yang dipakai Bupati menangani masalah UNIPAS ditentang keras oleh para dosen. Menurut Dekan FISIP, Parto Sumtaki, soal pembiayaan UNIPAS menjadi tanggung jawab Pemda Morotai, untuk itu harus ada kearifan membangun UNIPAS sebagai episentrum morotai, karena tidak ada investasi pendidikan yang rugi.

“Kenapa pembiayaan ke Perusda yang selalu merugi terus dilakukan, bahkan saat ini lebih besar, kok pembiayaan ke UNIPAS di hilangkan? Padahal UNIPAS selama ini selalu menjaga eksistensinya, kinerjanya dalam mengelola keuangan pun tidak bermasalah, sehingga tidak pernah kolaps” sembur Parto mempertanyakan.

Selain itu, Rektor UNIPAS Kabupaten Pulau Morotai, Sulami Sibua, memberi stetmen yang sangat keras. Menurut Rektor, masalah operasional adalah masalah yang sangat serius serta menguras tenaga dan pikiran Rektor dan para Dosen.

“Sebenarnya tugas Rektor dan Dosen bukan mengurus dana operasional UNIPAS, tapi ini tugas yayasan, namun masalahnya semakin kritis kalau kita terus biarkan kampus ini bisa tutup, hal ini yang kami tidak inginkankan, karena kami sangat mencintai kampus ini dan ingin berbakti memajukan morotai, atas dasar ini kami menyurati pemda untuk audens agar mencari solusi terhadap masalah keuangan yang di hadapi UNIPAS setelah Pemda memutuskan bantuannya” tegasnya.

Maaf bapak-bapak sekalian,”ditujukan ke Bupati, Sekda dan para Kadis yang turut serta”,

Lanjut sulami, kita harus bersyukur dan berteri makasih kepada seluruh Dosen yang telah berbakti di UNIPAS dan mempertahankan eksistensi UNIPAS, padahal gaji para dosen sangat kecil dan tidak cukup untuk membiayai mereka hidup di morotai.

“Gaji para Dosen hanya 2 juta rupiah perbulan, ini sangat kecil dan memprihatinkan, begitu juga dengan uang makan mereka sangat kecil hanya 10 ribu rupiah perorang perhari,yang kecil ini juga membuat kita pusing putar otak tuk membayar mereka” semburnya.

Rektor Unipas, Sulami Sibua, juga menegaskan,”bila dalam pertemuan ini kita tidak menemukan solusi, maka tidak ada jalan lain, terpaksa kampus Unipas kita Tutup untuk sementar”.

Sesuai pantauan i-malut.com, berjalan alot dan panasnya pertemuan tersebut, sedikit menggugah hati Bupati. hal ini terlihat Bupati perintahkan Sekda dan sejumlah Kadis segera menangani masalah yang ada.

Kendati demikian, Rektor kembali mengingatkan para pembantu Bupati.

“Sekedar saya ingatkan bahwa perintah Bupati adalah kebijakan yang harus ditindak lanjuti, jangan Bupatinya bilang A kadisnya buat B, seperti sebelumnya Bupati telah berjanji memberi bantuan ke tiap mahasiswa, tapi ketika ini kami kejar, kami di pimpong sana sini, endingnya nol, ini jangan terjadi lagi” celoteh Rektor mengingatkan.

Tetapi soal bantuan Pemda ke UNIPAS, Bupati tetap pada pola pendiriannya.

“Saya tunggu datanya dari UNIPAS, terutama Master Plan, didalamnya masalah pembiyaan opersasional secara menyeluruh apa saja dan berapa besaran anggaran yang di butuhkan akan kita putuskan pada pertemuan berikut, hari Sabtu, (6/4/2018) di Mabes Benny Laos”. tantangnya.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER