Fandi : Soal Hibah UNIPAS Bupati Morotai Berbohong

i-malut.com, MOROTAI – Dalam rangka peningkatan institusi pendidikan, perguruan tinggi menjadi sorotan dalam upaya mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan yang ada. Olehnya pemerintah dituntut untuk selalu memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Sumberdaya manusia yang ada.

Menurut Dekan Fakultas Tehnik Unipas, Fandi A. Hi Latif, dalam relasenya yang di kirim ke i-malut.com, Sabtu (7/4/2018) sore, mengtakan, Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdikas, dan turunannya permenristekdikti Nomor 19 tahun 2015 tentang Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta.

“Namun harapan itu berlaku surut ketika mencermati kondisi yang terjadi di universitas Pasifik Morotai. Pasalnya Bupati Beni Laos yang pada saat pelaksanaan kampanye 2017 silam, menjanjikan akan mendorong pendidikan di Morotai, kini hanya sebatas janji palsu belaka” jelasnya penuh kesal.

Kenapa tidak, kata Fandi, karena nyaris semua penganggaran di kampus saat ini dihilangkan, dengan alasan keterbatasan dana. Hal ini membuat dirinya geram.

Menurut dekan Teknik ini, bahwa Bupati telah berbohong terhadap masyarakat Morotai dan tidak ada kearifan untuk mendorong Pendidikan di Morotai.

“Masa hibah ke UNIPAS ditiadakan’ sedangkan sekolah unggulan atau sekolah terpadu menjadi preoritas, apa Bupati hanya menginginkan masyarakat morotai mengenyam pendidikan sebatas Sekolah lanjutan tanpa ke perguruan tinggi ?” cetus fandi mempertanyakan.

Tambahnya, “Ini kan ngaur, artinya bahwa Bupati sudah membohongi masyarakat dan para akademisi di morotai.”

Padahal, lanjut Fandi, pendidikan merupakan investasi yang tidak pernah surut, karena sistemnya berjenjang (regenarasi) sehingga pembangunan di morotai dapat terwujud.

“Guna apa pemda membangun bangunan mewah, jikalau kesadaran pendidikan saja tidak terbentuk. “Non sen” ini namanya” kesalnya.

Mestinya Bupati memiliki political will dalam membangun daerah, dalam bentuk memprioritaskan kualitas perguruan tinggi. apalagi UNIPAS yang lahir dari rahim Pemda Morotai, bukan kemudian lepas tangan.

“Sebelumnya, para petinggi kampus, pernah hearing dengan Bupati beberapa bulan silam, dan Bupati menjanjikan akan memberikan beasiswa gratis bagi mahasiswa morotai dengan melunasi semua tunggakan di kampus, dan pos anggarannya ada di Dinas Sosial, namun setelah dikonfirmasi dengan Dinas yang ditunjuk oleh Bupati ternyata tidak ada, ini kan pembodohan” sembur fandi.

Fandi juga mengatakan saat mengakhiri releasenya, Pengurusan hibah saja sangat berbelit-belit, kalau tidak kasih ya sudah sampaikan saja. Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak pasti.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Fandi : Soal Hibah UNIPAS Bupati Morotai Berbohong

i-malut.com, MOROTAI – Dalam rangka peningkatan institusi pendidikan, perguruan tinggi menjadi sorotan dalam upaya mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan yang ada. Olehnya pemerintah dituntut untuk selalu memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Sumberdaya manusia yang ada.

Menurut Dekan Fakultas Tehnik Unipas, Fandi A. Hi Latif, dalam relasenya yang di kirim ke i-malut.com, Sabtu (7/4/2018) sore, mengtakan, Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdikas, dan turunannya permenristekdikti Nomor 19 tahun 2015 tentang Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta.

“Namun harapan itu berlaku surut ketika mencermati kondisi yang terjadi di universitas Pasifik Morotai. Pasalnya Bupati Beni Laos yang pada saat pelaksanaan kampanye 2017 silam, menjanjikan akan mendorong pendidikan di Morotai, kini hanya sebatas janji palsu belaka” jelasnya penuh kesal.

Kenapa tidak, kata Fandi, karena nyaris semua penganggaran di kampus saat ini dihilangkan, dengan alasan keterbatasan dana. Hal ini membuat dirinya geram.

Menurut dekan Teknik ini, bahwa Bupati telah berbohong terhadap masyarakat Morotai dan tidak ada kearifan untuk mendorong Pendidikan di Morotai.

“Masa hibah ke UNIPAS ditiadakan’ sedangkan sekolah unggulan atau sekolah terpadu menjadi preoritas, apa Bupati hanya menginginkan masyarakat morotai mengenyam pendidikan sebatas Sekolah lanjutan tanpa ke perguruan tinggi ?” cetus fandi mempertanyakan.

Tambahnya, “Ini kan ngaur, artinya bahwa Bupati sudah membohongi masyarakat dan para akademisi di morotai.”

Padahal, lanjut Fandi, pendidikan merupakan investasi yang tidak pernah surut, karena sistemnya berjenjang (regenarasi) sehingga pembangunan di morotai dapat terwujud.

“Guna apa pemda membangun bangunan mewah, jikalau kesadaran pendidikan saja tidak terbentuk. “Non sen” ini namanya” kesalnya.

Mestinya Bupati memiliki political will dalam membangun daerah, dalam bentuk memprioritaskan kualitas perguruan tinggi. apalagi UNIPAS yang lahir dari rahim Pemda Morotai, bukan kemudian lepas tangan.

“Sebelumnya, para petinggi kampus, pernah hearing dengan Bupati beberapa bulan silam, dan Bupati menjanjikan akan memberikan beasiswa gratis bagi mahasiswa morotai dengan melunasi semua tunggakan di kampus, dan pos anggarannya ada di Dinas Sosial, namun setelah dikonfirmasi dengan Dinas yang ditunjuk oleh Bupati ternyata tidak ada, ini kan pembodohan” sembur fandi.

Fandi juga mengatakan saat mengakhiri releasenya, Pengurusan hibah saja sangat berbelit-belit, kalau tidak kasih ya sudah sampaikan saja. Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak pasti.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER