Irfan : Komitmen Bupati Morotai Memajukan Pendidikan Hanya Lipstik

i-malut.com, MOROTAI – Undang Undang Nomor 20 tahun 2013 yang mengatur tentang sistim pendidikan nasional maka pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban melaksanakan pendidikan sebagai kepentingan umum sehingga tidak ada pembatasan disana.

Atas dasar ini yang membuat akademisi muda UNIPAS Pulau Morotai, Irfan Hi Abdurrahman, lantang menyuarakan dan memperjuangkan nasip UNIPAS pada saat hearing dengan Bupati Kabupaten Pulau Morotai, pada Kamis, 4/4/2018 sore, di kampus UNIPAS.

Menurut Irfan, soal pemda mau atau tidak menyelesaikan masalah yang ada, kalau mau ada jalannya, karena di beberapa Kabupaten, salah satunya Halbar masih memberikan hibah pendidikan, kenapa morotai tidak?

“Ini karena Kepala Daerahnya tidak pro aktif dengan UNIPAS” tegasnya.

Irfan juga mengatakan Bupati mau atau tidak mengeluarkan sedikit dana buat bayar gaji para dosen dan operasional kampus seperti penyusunan perencanaan.

“Karena yang kuliah di UNIPAS 80% orang morotai, dan pemda sendiri yang mendirikan kampus ini serta pengurus yayasannya dari pemda, kenapa lepas tangan dan beralasan rugi, tidak ada investasi di dunia pendidikan yang merugi”. ujar irfan.

Lanjut irfan, dan masalah pembayaran tanah UNIPAS oleh Pemda sampai sekarang tidak tuntas.

“Bagaimana urusan tanah mau tuntas, kalau Bupati memberi rangkap jabatan ke Kabag Pemerintahan?” semburnya.

Selain itu kata irfan, wisuda mahasiswa angkatan pertama belum bisa dilakukan karena tidak ada dana,

“Pemda sebagai pendiri UNIPAS dan pengelola yayasan, seharusnya memprioritaskan UNIPAS, masa kita butuh biaya sekarang buat bayar gaji dosen dan melaksanakan wisuda kok diminta tunggu beberapa bulan kedepan, belum lagi banyak program studi yang belum terakreditas menjadi syarat pelaksanaan wisuda”. tukasnya

Maaf saya agak keras kata irfan, karena kita berkomitmen memajukan pendidikan.

“Kalau Bupati benar berkomitmen memajukan pendidikan di Morotai, buktikan dengan memberi dana ke UNIPAS, jangan komitmennya hanya lipstic dan Bupati hanya berpikir proyek, nota benenya kepentingan kelompok dengan membangun jalan dan reklamasi pantai.” semburnya berapi api.

Tambahnya, ulah Bupati menghilangkan dana hibah untuk UNIPAS, membuat kampus ini terkatung-katung masa depannya dan kita terancam tidak memiliki mahasiswa.

“Kita suda besarkan dan majukan UNIPAS, jadi mari kita jaga eksistensi kampus ini bersama-sama, untuk itu Sekda dan Kadis Diknas sebagai pendiri dan pengurus yayasan di UNIPAS punya perhatian serius terhadap masalah yang UNIPAS hadapi saat ini”. harap Irfan mengahiri komentarnya.

Suara lantang Irfan membuat Bupati, Sekda, Kadis Pendidikan, Kaban BKD, Kabag Pemerintahan dan Kabag Hukum tertunduk, membuat hening sejenak suasana hearing.

Kita tunggu hearing selanjutnya sabtu 7/4/2018 hari ini, bertempat di Mabes Benny Laos. Karena ditempat ini nasib Universitas Pasific (UNIPAS) ditentukan, Lanjut atau di TUTUP.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Irfan : Komitmen Bupati Morotai Memajukan Pendidikan Hanya Lipstik

i-malut.com, MOROTAI – Undang Undang Nomor 20 tahun 2013 yang mengatur tentang sistim pendidikan nasional maka pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban melaksanakan pendidikan sebagai kepentingan umum sehingga tidak ada pembatasan disana.

Atas dasar ini yang membuat akademisi muda UNIPAS Pulau Morotai, Irfan Hi Abdurrahman, lantang menyuarakan dan memperjuangkan nasip UNIPAS pada saat hearing dengan Bupati Kabupaten Pulau Morotai, pada Kamis, 4/4/2018 sore, di kampus UNIPAS.

Menurut Irfan, soal pemda mau atau tidak menyelesaikan masalah yang ada, kalau mau ada jalannya, karena di beberapa Kabupaten, salah satunya Halbar masih memberikan hibah pendidikan, kenapa morotai tidak?

“Ini karena Kepala Daerahnya tidak pro aktif dengan UNIPAS” tegasnya.

Irfan juga mengatakan Bupati mau atau tidak mengeluarkan sedikit dana buat bayar gaji para dosen dan operasional kampus seperti penyusunan perencanaan.

“Karena yang kuliah di UNIPAS 80% orang morotai, dan pemda sendiri yang mendirikan kampus ini serta pengurus yayasannya dari pemda, kenapa lepas tangan dan beralasan rugi, tidak ada investasi di dunia pendidikan yang merugi”. ujar irfan.

Lanjut irfan, dan masalah pembayaran tanah UNIPAS oleh Pemda sampai sekarang tidak tuntas.

“Bagaimana urusan tanah mau tuntas, kalau Bupati memberi rangkap jabatan ke Kabag Pemerintahan?” semburnya.

Selain itu kata irfan, wisuda mahasiswa angkatan pertama belum bisa dilakukan karena tidak ada dana,

“Pemda sebagai pendiri UNIPAS dan pengelola yayasan, seharusnya memprioritaskan UNIPAS, masa kita butuh biaya sekarang buat bayar gaji dosen dan melaksanakan wisuda kok diminta tunggu beberapa bulan kedepan, belum lagi banyak program studi yang belum terakreditas menjadi syarat pelaksanaan wisuda”. tukasnya

Maaf saya agak keras kata irfan, karena kita berkomitmen memajukan pendidikan.

“Kalau Bupati benar berkomitmen memajukan pendidikan di Morotai, buktikan dengan memberi dana ke UNIPAS, jangan komitmennya hanya lipstic dan Bupati hanya berpikir proyek, nota benenya kepentingan kelompok dengan membangun jalan dan reklamasi pantai.” semburnya berapi api.

Tambahnya, ulah Bupati menghilangkan dana hibah untuk UNIPAS, membuat kampus ini terkatung-katung masa depannya dan kita terancam tidak memiliki mahasiswa.

“Kita suda besarkan dan majukan UNIPAS, jadi mari kita jaga eksistensi kampus ini bersama-sama, untuk itu Sekda dan Kadis Diknas sebagai pendiri dan pengurus yayasan di UNIPAS punya perhatian serius terhadap masalah yang UNIPAS hadapi saat ini”. harap Irfan mengahiri komentarnya.

Suara lantang Irfan membuat Bupati, Sekda, Kadis Pendidikan, Kaban BKD, Kabag Pemerintahan dan Kabag Hukum tertunduk, membuat hening sejenak suasana hearing.

Kita tunggu hearing selanjutnya sabtu 7/4/2018 hari ini, bertempat di Mabes Benny Laos. Karena ditempat ini nasib Universitas Pasific (UNIPAS) ditentukan, Lanjut atau di TUTUP.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER