Gandeng Polantas, Satpol PP Razia ASN di Jam Kerja

i-malut.com, LABUHA – Untuk menerapkan kedisiplinan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan terus menggelar razia bagi ASN yang berkeliaran di jam kantor, seperti di tempat-tempat umum yakni rumah makan, tempat ngopi dan pasar

Setelah melakukan razia di tempat-tempat umum, kini Satpol PP kembali melakukan razia bagi pegawai yang keluar pada jam kantor dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa ada keterangan dari Pimpinan SKPD. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penegak Hukum dan Perundangan-Undangan Satpol PP Halsel. M. Zaki Abdul Wahab.

Zaki yang ditemui di ruang kerjanya Rabu, (11/18/2018) mengatakan, razia yang telah dilakukan dua hari ini, dilakukan bersama dengan kepolisian dalam hal ini Polisi Lalu Lintas (Polantas). Menurutnya karena razia ini nantinya akan mengganggu lalu lintas di jalan, olehnya itu pihaknya menggandeng Polres, untuk bisa mengatur jalannya lalu lintas ketika sedang melakukan razia pegawai.

“Karena kami tidak ada kewenangan dalam hal mengatur lalu lintas, olehnya itu kami melakukan kerjasama dengan Polantas untuk bisa menertibkan jalannya razia di jalan umum, agar razia ini tidak mengganggu pengendara yang lain”, jelasnya.

Zaki juga mengatakan bukan hanya Polres, Satpol juga menggandeng Dinas Perhubungan, kerena menyangkut dengan Jalan raya. Selain Polres Dan Perhubungan, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) juga diikut sertakan untuk mendata nama-nama pegawai yang keluar tanpa ijin.

Lanjut Zaki, razia ini bisa melahirkan suatu proses pembinaan pegawai maupun pelayanan terhadap masyarakat pada jam-jam kerja agar bisa optimal, sehingga pegawai tidak berada di luar kantor pada jam kerja.

Ditanyai terkait sanksi apa yang diberikan kepada pegawai yang terkena razia, mantan Kabid Aset ini menjelaskan bahwa untuk saat ini Satpol PP sedang berdiskusi dengan BKPPD dan atasan langsung dalam hal ini Bupati.

Menurutnya saat ini, pegawai yang terkena razia untuk tahapan pertama hanya ditertibkan kemudian didata dan dilepas, sedangkan tahapan berikutnya pegawai yang dirazia akan dijemput langsung oleh kepala dinasnya, sekertaris maupun pejabat tertinggi di dinas masing-masing.

Zaki juga berharap kepada BKPPD agar nama-nama yang terkena razia bisa dibacakan namanya pada saat Upacara Hari Disiplin Pegawai, sebagai sanksi moralir.

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Gandeng Polantas, Satpol PP Razia ASN di Jam Kerja

i-malut.com, LABUHA – Untuk menerapkan kedisiplinan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan terus menggelar razia bagi ASN yang berkeliaran di jam kantor, seperti di tempat-tempat umum yakni rumah makan, tempat ngopi dan pasar

Setelah melakukan razia di tempat-tempat umum, kini Satpol PP kembali melakukan razia bagi pegawai yang keluar pada jam kantor dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa ada keterangan dari Pimpinan SKPD. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penegak Hukum dan Perundangan-Undangan Satpol PP Halsel. M. Zaki Abdul Wahab.

Zaki yang ditemui di ruang kerjanya Rabu, (11/18/2018) mengatakan, razia yang telah dilakukan dua hari ini, dilakukan bersama dengan kepolisian dalam hal ini Polisi Lalu Lintas (Polantas). Menurutnya karena razia ini nantinya akan mengganggu lalu lintas di jalan, olehnya itu pihaknya menggandeng Polres, untuk bisa mengatur jalannya lalu lintas ketika sedang melakukan razia pegawai.

“Karena kami tidak ada kewenangan dalam hal mengatur lalu lintas, olehnya itu kami melakukan kerjasama dengan Polantas untuk bisa menertibkan jalannya razia di jalan umum, agar razia ini tidak mengganggu pengendara yang lain”, jelasnya.

Zaki juga mengatakan bukan hanya Polres, Satpol juga menggandeng Dinas Perhubungan, kerena menyangkut dengan Jalan raya. Selain Polres Dan Perhubungan, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) juga diikut sertakan untuk mendata nama-nama pegawai yang keluar tanpa ijin.

Lanjut Zaki, razia ini bisa melahirkan suatu proses pembinaan pegawai maupun pelayanan terhadap masyarakat pada jam-jam kerja agar bisa optimal, sehingga pegawai tidak berada di luar kantor pada jam kerja.

Ditanyai terkait sanksi apa yang diberikan kepada pegawai yang terkena razia, mantan Kabid Aset ini menjelaskan bahwa untuk saat ini Satpol PP sedang berdiskusi dengan BKPPD dan atasan langsung dalam hal ini Bupati.

Menurutnya saat ini, pegawai yang terkena razia untuk tahapan pertama hanya ditertibkan kemudian didata dan dilepas, sedangkan tahapan berikutnya pegawai yang dirazia akan dijemput langsung oleh kepala dinasnya, sekertaris maupun pejabat tertinggi di dinas masing-masing.

Zaki juga berharap kepada BKPPD agar nama-nama yang terkena razia bisa dibacakan namanya pada saat Upacara Hari Disiplin Pegawai, sebagai sanksi moralir.

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER