2 Tahun Terakhir, Pulau Morotai Koleksi 137 Janda Muda

i-malut.com, MOROTAI – Perceraian bukanlah suatu hal yang tabu lagi di tengah masyarakat. Kasus ini dapat menimpa siapa saja. Mulai dari pengusaha, pejabat, artis, hingga masyarakat biasa.

Tinggi kasus gugat cerai di Kabupaten Pulau Morotai diakui Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Morotai Selatan dan miris karena 70% yang memasukkan gugatan cerai adalah perempuan.

“Dua tahun terakhir, 2016-2017 tingkat perceraian sangat besar dan rata-rata yang memasukkan gugatan cerai adalah perempuan, mencapai 70% dibanding laki laki” Kepala KUA Kecamatan Morotai Selatan, Jalil Naki, S.Ag, menjelaskan, saat di temui di ruang kerjanya, kamis (19/4/2018).

Lebih miris lagi, kata Jalil, tingginya gugatan cerai di Pulau Morotai 90% berasal dari rumah tangga muda.

“Sesuai hasil wawancara kami dengan pihak-pihak yang memasukan gugatan cerai alasan soal kesiapan, kematangan dan komitmen, ini yang paling tinggi, mencapai 75% dan soal selingkuh 25%” ungkapnya.

Jalil melanjutkan, membina rumah tangga bukan hanya sekedar meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi harus di dukung oleh etika, moral, keihlasan dan kesabaran yang memadai dalam rumah tangga.

“Ada beberapa hal membuat perselingkuhan terjadi, yakni karena tidak menjaga kehormatan rumah tangga, pengaruh teknologi komunikasi, terutama memanfaatkan handphone ke hal-hal negatif, sangat mempengaruhi karakter pendidikan keluarga” ujarnya.

Kasus gugatan cerai yang masuk begitu besar, untuk tahun 2016 terjadi tiga kali sidang keliling oleh pengadilan agama, yakni bulan pebruari, juni dan nopember. di tahun 2017 hanya dua kali sidang, yakni bulan maret dan agustus dan 2018 baru sekali sidang di bulan pebruari.

“tahun 2016 ada 92 orang yang disidangkan, tahun 2017 ada 35 orang yang disidangkan dan di awal tahun 2018 ada 15 orang yang memasukkan gugatan cerai, tetapi hanya 9 orang yang disidangkan, karena yang 6 orang kita memberi nasehat dan mereka pilih rujuk kembali. dan di bulan april ini baru 3 orang yang memasukan gugatan cera” Urainya panjang.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

2 Tahun Terakhir, Pulau Morotai Koleksi 137 Janda Muda

i-malut.com, MOROTAI – Perceraian bukanlah suatu hal yang tabu lagi di tengah masyarakat. Kasus ini dapat menimpa siapa saja. Mulai dari pengusaha, pejabat, artis, hingga masyarakat biasa.

Tinggi kasus gugat cerai di Kabupaten Pulau Morotai diakui Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Morotai Selatan dan miris karena 70% yang memasukkan gugatan cerai adalah perempuan.

“Dua tahun terakhir, 2016-2017 tingkat perceraian sangat besar dan rata-rata yang memasukkan gugatan cerai adalah perempuan, mencapai 70% dibanding laki laki” Kepala KUA Kecamatan Morotai Selatan, Jalil Naki, S.Ag, menjelaskan, saat di temui di ruang kerjanya, kamis (19/4/2018).

Lebih miris lagi, kata Jalil, tingginya gugatan cerai di Pulau Morotai 90% berasal dari rumah tangga muda.

“Sesuai hasil wawancara kami dengan pihak-pihak yang memasukan gugatan cerai alasan soal kesiapan, kematangan dan komitmen, ini yang paling tinggi, mencapai 75% dan soal selingkuh 25%” ungkapnya.

Jalil melanjutkan, membina rumah tangga bukan hanya sekedar meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi harus di dukung oleh etika, moral, keihlasan dan kesabaran yang memadai dalam rumah tangga.

“Ada beberapa hal membuat perselingkuhan terjadi, yakni karena tidak menjaga kehormatan rumah tangga, pengaruh teknologi komunikasi, terutama memanfaatkan handphone ke hal-hal negatif, sangat mempengaruhi karakter pendidikan keluarga” ujarnya.

Kasus gugatan cerai yang masuk begitu besar, untuk tahun 2016 terjadi tiga kali sidang keliling oleh pengadilan agama, yakni bulan pebruari, juni dan nopember. di tahun 2017 hanya dua kali sidang, yakni bulan maret dan agustus dan 2018 baru sekali sidang di bulan pebruari.

“tahun 2016 ada 92 orang yang disidangkan, tahun 2017 ada 35 orang yang disidangkan dan di awal tahun 2018 ada 15 orang yang memasukkan gugatan cerai, tetapi hanya 9 orang yang disidangkan, karena yang 6 orang kita memberi nasehat dan mereka pilih rujuk kembali. dan di bulan april ini baru 3 orang yang memasukan gugatan cera” Urainya panjang.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER