Kades Tutupa Diduga Tilep Dana Desa Sebesar Rp. 247 Juta

i-malut.com, LABUHA – Kepala Desa Tutupa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Zulkifli Mole, diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2017 hingga mencapai Rp 247.000.000 juta dari total sebesar Rp 990.565.976 juta.

Anggaran yang ditilep berasal dari beberapa pos anggaran yang sudah di plot namun tidak tersalurkan, meliputi biaya penghijauan desa Rp 32.800.000, kemudian biaya insentif Imam Rp 5 juta, insentif Pandeta Rp 5 juta, Insentif pengurus Masjid Rp 15 juta, Insentif PPN Rp 5 juta, insentif pengurus Gereja Rp 5 juta, insentif guru ngaji Rp 2 juta, PAU Rp 25 juta, uang adat istiadat Rp 25 juta, anggaran Posyandu Rp 10 juta, pengadaan Infokus Rp 10 juta, BUMDes Rp 20 juta, LPMD Rp 6 juta dan biaya OPS Perkantoran Rp 48.200.000 serta biaya perbantuan keluarga miskin Rp 33 juta.

Kini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Kejaksaan, sekarang tinggal menunggu hasil audit. “ungkap Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tutupa Bacan Timur Tengah, Darwis Suaib, didampingi sejumlah tokoh masyarakat kepada I-malut,com Selasa (24/4).

Diakatakan Darwis, pihaknya sudah menemui Kepala Inspektorat Slamet AK, dan berjanji segera melakukan audit investigasi di lapangan, paling lambat pekan depan.

“Kami sudah ketemu pak Inspektorat dan dia mengaku sedang membentuk Tim Investigasi Insya Allah akhir April ini sudah turun ke lokasi. “tandas Darwis.

Dalam proses hukum yang di lakukan Kejari Halsel juga hingga kini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat, jika itu sudah, maka kasus tersebut dilanjutkan.

Darwis mengaku secara lembaga (BPD) sudah beberapa kali mengelar rapat terbuka bersama masyarakat meminta Kades Zulkifli Mole menyampaikan pertanggungjawaban pengunaan ADD dan DD tahun 2017 yang dinilai ganjil, namun sampai kini tak terwujud sebab Kades memilih tidak hadir.

“Kami meminta kepada Camat Bacan Timur Tengah, Rusli Hi. Yusuf, agar tidak mengeluarkan rekomendasi pencairan 20 persen tahap pertama tahun 2018.” pintanya.

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kades Tutupa Diduga Tilep Dana Desa Sebesar Rp. 247 Juta

i-malut.com, LABUHA – Kepala Desa Tutupa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Zulkifli Mole, diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2017 hingga mencapai Rp 247.000.000 juta dari total sebesar Rp 990.565.976 juta.

Anggaran yang ditilep berasal dari beberapa pos anggaran yang sudah di plot namun tidak tersalurkan, meliputi biaya penghijauan desa Rp 32.800.000, kemudian biaya insentif Imam Rp 5 juta, insentif Pandeta Rp 5 juta, Insentif pengurus Masjid Rp 15 juta, Insentif PPN Rp 5 juta, insentif pengurus Gereja Rp 5 juta, insentif guru ngaji Rp 2 juta, PAU Rp 25 juta, uang adat istiadat Rp 25 juta, anggaran Posyandu Rp 10 juta, pengadaan Infokus Rp 10 juta, BUMDes Rp 20 juta, LPMD Rp 6 juta dan biaya OPS Perkantoran Rp 48.200.000 serta biaya perbantuan keluarga miskin Rp 33 juta.

Kini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Kejaksaan, sekarang tinggal menunggu hasil audit. “ungkap Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tutupa Bacan Timur Tengah, Darwis Suaib, didampingi sejumlah tokoh masyarakat kepada I-malut,com Selasa (24/4).

Diakatakan Darwis, pihaknya sudah menemui Kepala Inspektorat Slamet AK, dan berjanji segera melakukan audit investigasi di lapangan, paling lambat pekan depan.

“Kami sudah ketemu pak Inspektorat dan dia mengaku sedang membentuk Tim Investigasi Insya Allah akhir April ini sudah turun ke lokasi. “tandas Darwis.

Dalam proses hukum yang di lakukan Kejari Halsel juga hingga kini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat, jika itu sudah, maka kasus tersebut dilanjutkan.

Darwis mengaku secara lembaga (BPD) sudah beberapa kali mengelar rapat terbuka bersama masyarakat meminta Kades Zulkifli Mole menyampaikan pertanggungjawaban pengunaan ADD dan DD tahun 2017 yang dinilai ganjil, namun sampai kini tak terwujud sebab Kades memilih tidak hadir.

“Kami meminta kepada Camat Bacan Timur Tengah, Rusli Hi. Yusuf, agar tidak mengeluarkan rekomendasi pencairan 20 persen tahap pertama tahun 2018.” pintanya.

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER