1.456 Siswa SD-MI di Pulau Morotai Ikut USBN

i-malut.com, Morotai – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mulai tahun 2018 bagi peserta didik kelas 6 sekolah dasar maupun madrasah ibtidaiyah dan hanya enam mata pelajaran yang diujikan dalam USBN di tingkat SD ini yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Agama dan Penjas.

Kadis pendidikan dan kebudayaan kabupaten pulau morotai, F Revi Dara, M.Pd, ketika di konfirmasi i-malut.com diruang kerjanya, Senin 30/4/2018 kemarin mengatakan, untuk Pulau Morotai tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) sebanyak 82 sekolah, dengan jumlah siswa masing-masing SD 1.186 siswa dan MI 273 siswa, sehingga total yang mengikuti USBN sebanyak 1.456 siswa.

“USBN selama empat hari, starnya mulai hari ini, senin 30/04” jelasnya.

Sementara pada USBN tahun ini, sebesar 25 persen soal disiapkan oleh pusat sedangkan 75 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG).

“Soal ujian 75% disusun oleh daerah dan 25% disusun oleh pusat” ungkap Revi.

Begitu juga dengan penentuan kelulusan kata Revi, tidak ada intervensi pihak lain, diserahkan kepada sekolah masing masing, karena kali ini berbeda, USBN bukanlah satu-satunya penentuan lulusnya siswa, tetapi penentuan lulus di lakukan sejak anak-anak itu menjadi siswa di sekolah tersebut sampai di kelas enam saat ini, itu juga menjadi pertimbangan kelulusan siswa.

“Jadi USBN bukan satu satunya menjadi penentuan kelulusan, tetapi juga menilai sikap anak, ketrampilannya dan kognitif pengetahuannya sejak menjadi siswa sampai di kelas enam saat ini” urai kadis.

Tambahnya, inilah yang menjadi dasar penilaian mereka lulus atau tidak, jadi penilaiannya lebih diserahkan ke sekolah masing-masing karena guru guru mereka lebih tau soal anak didiknya.

Lanjutnya, untuk pelaksanaan ujian ini tidak ada kendala dan berjalan lancar karena semua kebutuhan sudah ditanggung pemerintah. tidak dibebankan lagi ke sekolah maupun orang tua murid. Selain itu sistem pengawasannya juga berjalan baik, karena sistimnya sistem rayon,

“Untuk pengawasnya diatur panitia rayon, hanya Diknas yang mengeluarkan SK mereka, kecamatan morotai selatan 3 rayon, morotai timur 2 rayon, morotai utara 2 rayon, morotai jaya 2 rayon dan morotai selatan barat 2 rayon. sedangkan diknas sebagai panitia kabupaten hanya memantau” ujar kadis.

Mengahiri komentarnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai, F Revi Dara, M.Pd, berharap, agar USBN ini dapat memberikan dampak positif kepada anak didik dan para guru. Bagi siswa agar lebih termotifasi untuk belajar lebih baik sehingga dapat meraih kejenjang pendidikan berikutnya yakni dari SD ke SMP, bagi para guru agar kedepan mengembangkan kompotensinya sebagai guru, sehingga pendidikan kedepan lebih mengarah kepada kemandirian anak untuk mengaktualisasikan dirinya di berbagai aspek sehingga menunjang kelulusannya.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

1.456 Siswa SD-MI di Pulau Morotai Ikut USBN

i-malut.com, Morotai – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mulai tahun 2018 bagi peserta didik kelas 6 sekolah dasar maupun madrasah ibtidaiyah dan hanya enam mata pelajaran yang diujikan dalam USBN di tingkat SD ini yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Agama dan Penjas.

Kadis pendidikan dan kebudayaan kabupaten pulau morotai, F Revi Dara, M.Pd, ketika di konfirmasi i-malut.com diruang kerjanya, Senin 30/4/2018 kemarin mengatakan, untuk Pulau Morotai tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) sebanyak 82 sekolah, dengan jumlah siswa masing-masing SD 1.186 siswa dan MI 273 siswa, sehingga total yang mengikuti USBN sebanyak 1.456 siswa.

“USBN selama empat hari, starnya mulai hari ini, senin 30/04” jelasnya.

Sementara pada USBN tahun ini, sebesar 25 persen soal disiapkan oleh pusat sedangkan 75 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG).

“Soal ujian 75% disusun oleh daerah dan 25% disusun oleh pusat” ungkap Revi.

Begitu juga dengan penentuan kelulusan kata Revi, tidak ada intervensi pihak lain, diserahkan kepada sekolah masing masing, karena kali ini berbeda, USBN bukanlah satu-satunya penentuan lulusnya siswa, tetapi penentuan lulus di lakukan sejak anak-anak itu menjadi siswa di sekolah tersebut sampai di kelas enam saat ini, itu juga menjadi pertimbangan kelulusan siswa.

“Jadi USBN bukan satu satunya menjadi penentuan kelulusan, tetapi juga menilai sikap anak, ketrampilannya dan kognitif pengetahuannya sejak menjadi siswa sampai di kelas enam saat ini” urai kadis.

Tambahnya, inilah yang menjadi dasar penilaian mereka lulus atau tidak, jadi penilaiannya lebih diserahkan ke sekolah masing-masing karena guru guru mereka lebih tau soal anak didiknya.

Lanjutnya, untuk pelaksanaan ujian ini tidak ada kendala dan berjalan lancar karena semua kebutuhan sudah ditanggung pemerintah. tidak dibebankan lagi ke sekolah maupun orang tua murid. Selain itu sistem pengawasannya juga berjalan baik, karena sistimnya sistem rayon,

“Untuk pengawasnya diatur panitia rayon, hanya Diknas yang mengeluarkan SK mereka, kecamatan morotai selatan 3 rayon, morotai timur 2 rayon, morotai utara 2 rayon, morotai jaya 2 rayon dan morotai selatan barat 2 rayon. sedangkan diknas sebagai panitia kabupaten hanya memantau” ujar kadis.

Mengahiri komentarnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai, F Revi Dara, M.Pd, berharap, agar USBN ini dapat memberikan dampak positif kepada anak didik dan para guru. Bagi siswa agar lebih termotifasi untuk belajar lebih baik sehingga dapat meraih kejenjang pendidikan berikutnya yakni dari SD ke SMP, bagi para guru agar kedepan mengembangkan kompotensinya sebagai guru, sehingga pendidikan kedepan lebih mengarah kepada kemandirian anak untuk mengaktualisasikan dirinya di berbagai aspek sehingga menunjang kelulusannya.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER